
Tuan besar sudah pulang dari kantor.
Ia terlihat bermuka masam menatap menantunya yang sedang duduk di sofa ruangan utama rumahnya ini.
Ada Swara juga tentunya,ia duduk di samping suaminya yang tidak bergeming atupun meliriknya sama sekali.
"Kau mau meninggalkan putriku begitu saja Alfian?,kau akan meninggalkan tanggung jawab mu sebagai seorang suami?"
"Aku mungkin tidak akan meninggalkannya Pa,jika ia tidak sedang mengandung anak orang lain seperti ini"Berbicara sinis tanpa melihat keduanya.
"Kau berani memutuskan hal yang seenaknya sekarang, bukankah sudah sejak awal kau akan menanggung segala resikonya jika kau menikah dengan putriku,dan kau juga tidak akan menyesalinya apapun itu,kau bahkan akan menerimanya dengan sepenuh hati, kau juga sudah berjanji untuk mencintainya,apa kau tidak ingat itu?"
Mengingatkan tentang perjanjian kaduanya yang sudah sepakat dan mereka lakukan dengan baik.
Bahkan Tuan besar terlihat berbicara dengan kesal dengan menantunya itu.
"Tapi apakah harus dengan cara kebohongan seperti ini Pa, berarti Swara meminta menikah denganku hanya karena ingin menutupi aibnya kan?"
"Kau tanyakan saja pada putriku,dia itu benar-benar mencintaimu Alfian, memang apa salahnya menerima putriku saat ini,bukankah ia juga sama cantiknya dengan Luna"
"Jangan membawa-bawa Luna tentang masalah ini,dan jangan pernah membandingkannya, karena ia jauh berbeda dengannya"
"Alfian.."Panggilan suara yang begitu lembut karena merasa sakit hati dengan suaminya yang terlihat sangat membencinya itu.
"Kau berharap akan kembali dengan Luna?, memang Luna akan mau lagi bersama denganmu,jika kau menemukanya hah...?"Berkaca-kaca Swara sambil menatap suaminya.
Alfian terdiam,ia juga tidak yakin dengan semua ini,ia juga merasa begitu bersalah besar tentang ini.
"Papa merasa kecewa denganmu Alfian, mungkin Papa akan memberikanmu waktu untuk apa mau mu mulai sekarang!,dan kesamaptaan tidak akan datang dua kali..."
"Aku akan belajar menjadi istri yang baik untukmu Alfian,aku akan melayanimu dengan baik seperti Luna,tapi terimalah aku yang sekarang,aku mohon.."Mencoba menegang tangan suaminya itu untuk memohon dan berharap.
Sebenarnya Tuan besar sendiri merasa kesal dengan putrinya yang begitu tergila-gila kepada lelaki bajingan ini.
Ia merasa putrinya itu sempurna karena telah memiliki apapun, baik Kecantikan dan kekayaan, namun kenapa putrinya harus mengemis cinta kepada lelaki yang tidak memiliki perasaan ini, begitu pikiran Tuan besar.
Mungkin juga jika ini bukan kemauan putrinya ia pasti sudah melempar lelaki di hadapannya ini dengan tangannya sendiri.
Alfian masih terdiam dan berpikir.
__ADS_1
Ini semua salahku, seharusnya aku tidak mengambil jalan ini dari awal, seharusnya aku juga tidak melakukan ini kepada Luna, kenapa aku begitu jodoh dan lebih memikirkan balas dendam,
seharusnya aku sadar dan merelakan semua ini agar arwah adikku tenang di alam sana,tapi sekarang malah jadi begini,
Alfian tidak ingin berbicara lagi dengan ke-dua orang ini,ia pergi meninggalkan tempat dan justru kepikiran dengan istri pertamanya Luna.
Kedua orang yang masih terdiam di ruangan ini ikut merasa kesal juga dengan sikap lelaki itu.
"Papa sudah mencoba untuk berbicara dengannya,tapi lihatlah jawabannya!,dan satu lagi!,Papa sudah muak untuk berbicara dengan lelaki itu Swara,karena dia sungguh keras kepala!.."
Tuan besar pun pergi dengan perasaan yang begitu kesal meninggalkan putrinya yang berkaca-kaca di ruangan ini.
Ia juga tidak tahu lagi harus bagaimana sekarang.
kenapa jadi seperti ini si..,
Merasa sedih bercampur kesal sendiri dengan tangan yang bertopangan mengacak-acak rambutnya karena putus asa.
Ini semua gara-gara lelaki brengsek itu, kenapa ia harus menghamili ku dan pergi begitu saja setelah ia puas bermain-main dengan diriku.
Alfian terdiam membisu, bahkan ia terlihat bengong memikirkan sesuatu.
Kira-kira Luna sekarang dimana?,
Apa dia benar-benar kecelakaan,dia masih ada di dunia ini kan, kenapa polisi saja belum bisa menemukan keberadaannya sampai saat ini,
Swara melihat suaminya yang sedang termenung menatap ponselnya.
Sepertinya ia sedang mengamati foto Luna dan begitu berharap agar ia kembali lagi ke dalam hidupnya.
"Kenapa kau selalu bersikap manja sekali,kau selalu mengadukan ini itu kepada orang tuan mu,dan kau juga tidak pernah bersikap mandiri walaupun sedikit saja,kau selalu ingin menang sendiri dan hanya mengandalkan orang tua,kau pikir kau hebat,aku malah jadi semakin ilfil dengan mu.."
"Aku hanya menginginkan mu Alfian, apa itu salah?,dan aku janji aku juga akan menjadi istri yang baik seperti Luna"
"Aku tidak perduli apa ucapanmu Swara,dan aku juga tidak akan mau memaafkan mu sebelum kau memberitahuku dimana Luna sekarang,dan kau juga pastinya tahu keberadaan Luna sekarang ya kan?"
"Aku tidak tahu,dan aku juga tidak berbohong"
"Aku tidak perduli kau berbohong atau tidak, yang jelas aku hanya ingin bertemu Luna,dan akan aku pastikan aku tidak a akan pernah memaafkan mu sebelum kau memberitahuku di mana dia berada?"
__ADS_1
"Aku benar-benar tidak tahu Alfian.."
"Lalu bagian kau tahu kalau ia kecelakaan,kau sedang bersandiwara kepadaku hah?"
"Aku melihatnya di akun media sosial temanku waktu kemaren,ia mungkin berposisi dekat dengan tempat di mana Luna itu kecelakaan, jadi aku tahu akan semua ini"
"Dan ia juga sudah di tolong oleh seorang laki-laki yang bersamanya waktu itu.."
"Kau sedang memanas-manasi ku?"
Mendengar kata lelaki bersamanya sudah membuatnya merasa geram sendiri, apalagi bertemu dengannya nanti.
"Tidak,aku mengatakan hal yang sesungguhnya kepadamu,jika kau tidak percaya tidak papa, yang jelas aku sudah berkata yang sejujurnya kepadamu"
Alfian terdiam dan bermuka masam mendengarnya.
"Tapi aku sendiri tidak tahu dengan kondisinya yang sekarang, karena ia di bawa oleh lelaki itu ke rumah sakit"
lalu bagaimana dengan keadaanya sekarang,lalu bagaimana dengan kandungannya,
"Kapan kejadian itu terjadi?"
"Aku melihat postingan itu sehari yang lalu,tapi aku tidak tahu pasti kapan itu terjadi"
"Kalau begitu bantu aku mencari Luna,dan pertemukan aku dengannya,aku ingin bertemu dan menjenguknya,karena aku sangat mengkhawatirkannya"
Bisakah kau tidak bersikap seperti ini kepadaku, kenapa kau harus berkata seperti ini dan menyudutkan ku,
kenapa kau harus jujur dan terlihat sekali membenciku sekarang, bahkan kau lebih kelihatan menginginkan Luna dari pada diriku ini.
Sekarang waktunya kau menikmati sikap dan perasaan yang pernah Luna rasakan Swara,ini belum ada apa-apanya dari apa yang Luna rasakan waktu pernikahan mu dengan suaminya tepat di depan matanya dulu.
"Apa yang kau katakan Alfian?,aku tidak tahu dimana keberadaannya sekarang"
"Jangan berbohong,aku hanya menginginkan ini,aku tidak mau tahu bagaimana caranya, bukankah kau memiliki anak buah yang banyak, kalau begitu suruh mereka mencari tahu dimana keberadaan Luna sekarang!"
Sial, kenapa dia tega sekali si..,
Terdiam Swara ia merasa begitu kesal dengan caranya yang menyudutkannya.
__ADS_1
"Kau dengar itu sayang?,ini adalah kemauanku,dan hanya ini yang aku inginkan sekarang, tidak ada lagi, pertemukan aku dengannya!,jika kau ingin mendapatkan maaf dariku..!"