Sakitnya Berbagi Cinta

Sakitnya Berbagi Cinta
Luna Sadar


__ADS_3

Jarum jam hampir menunjukan waktu satu jam sejak Luna pingsan tadi.


Semua orang sedang menunggu dan duduk di sofa ruangan ini untuk menunggu kesadaran Luna.


"Bagaimana Edward, kenapa Luna belum bangun juga sejak tadi,ia tidak papa kan?"


"Kondisinya baik-baik saja Ma, semuanya normal, dia mungkin hanya tertekan dan syok saja karena insiden tadi"


"Syukurlah jika begitu.."


Terpapar wajah penuh kekhawatiran dan cemas yang sedang di hadapi kedua orang tua Luna saat ini,ia begitu berhadap agar putrinya segera sadar.


"Tenanglah Bu,Pak, Luna baik-baik saja,aku yakin akan ada keajaiban setelah kejadian ini"


"Edward..."Panggilan lembut terdengar begitu saja dari arah ranjang,tentu saja Luna lah yang telah sadar dan terbangun dari pingsanya.


"Luna kau sudah sadar?"Edward merasa kaget, karena ia baru saja selesai berbicara mengenai kesadarannya, mungkin ia sudah separuh sadar sejak tadi hanya saja mereka tidak memperhatikan Luna.


Menganggukkan kepalanya sambil menatap lekat Edward.


"Dia masih disini?.."Tanyanya yang datar karena takut dengan kehadiran suaminya.


"Tidak dia sudah pergi,apa kau sudah ingat semuanya..."


"Iya Edward, maafkan aku, gara-gara aku.. kau dan keluargamu jadi begini, gara-gara aku suamiku tadi datang kemari,dan gara-gara aku juga polisi datang kemari, maafkan aku..."


"Apa yang kau katakan Luna?..."


"Tante, Om... maafkan aku,aku benar-benar minta maaf atas ketidak nyamanan ini"


"Apa yang kau katakan Luna,kau tidak melakukan apapun pada kami,ini hanyalah hal kecil, semua orang pasti butuh pertolongan dan bantuan kan.."Seru ayahnya Edward lembut.


"Luna,kau benar-benar telah sadar,kau benar-benar sudah ingat semuanya?"Ibunya Edward merasa begitu senang karena kesadaran Luna,tapi separuh hatinya belum yakin tentang keadaanya yang sudah ingat akan ingatannya itu.


"Iya,aku sudah ingat semuanya,aku benar-benar sudah merepotkan keluarga mu selama ini Edward,aku kabur dari rumah dan pergi meninggalkan Alfian, lalu aku bertemu denganmu dan hidup beberapa lama disini,dan maafkan aku kerena aku benar-benar telah merepotkan kalian semua.."


Bagaimana jika ia mempertanyakan kandungnya,

__ADS_1


Dia benar-benar sadar kerena kepalanya terbentur tadi,ini memang yang aku harapkan tapi kasian Luna, pasti ia sangat kesakitan tadi.


"Aku tertabrak mobil dan terluka parah, iya aku ingat semuanya,aku hidup tenang selama ini karena berkat dirimu Edward.."


"Jangan bilang begitu Luna, maafkan atas sikap Tante waktu itu yah, gara-gara Tante kau jadi begini.."


"Apa yang Tante katakan?,ini semua berawal dari Luna sendiri, seharusnya kita tidak membohongi Tante tentang kedekatan ku dengan Edward, seharusnya aku jujur sejak awal, maafkan aku Tante.."


Ya ampun Luna kenapa kau terus berkata maaf seperti ini..


"Ibu, Ayah.."


"Iya sayang.."Kedua orang tua Luna saling mendekatkan diri ke arah putrinya yang lebih dekat lagi.


Kedua mata mereka tampak berkaca-kaca terbawa suasana ini.


"Maafkan Luna Bu, karena Luna kabur waktu itu pasti kalian sangat mencemaskan Luna, maafkan Luna juga Bu, karena Luna tidak memberi kabar sampai saat ini...."Menintikkan air matanya Luna, sebagian hatinya merasa sangat kacau dan bodoh karena terus merepotkan Edward.


"Tidak apa sayang, jangan meminta maaf,Ibu tahu apa yang sedang kau rasakan sekarang,ibu juga tahu bagaimana perasaanmu waktu itu.."memeluk putrinya dengan erat dan sangat lembut,ia juga merasa lega karena putrinya sudah ingat akan semuanya.


Deg,


jantung Edward terasa ingin berhenti berdenyut, ia bingung harus berkata apa sekarang.


Melihat tangan Luna yang sudah mengelus perutnya itu membuatnya semakin merasa mati berdiri.


Namun ada hal aneh yang di rasakan Luna saat ini,ia merasa perutnya begitu datar dan aneh.


"Apa kandunganku baik-baik saja?, tidak terjadi apa-apa pada kandunganku kan?"


Terdiam semua, semuanya menutup bibirnya kelu karena tidak bisa menjawab pertanyaan Luna, bukan karena apa,tapi mereka merasa tidak tega untuk mengatakan hal buruk ini.


Dan mau tidak mau,Luna harus mengetahuinya dengan segera.


"Kenapa kalian semua terdiam?, kandunganku baik-baik saja kan?,aku masih hamil kan?"Ada sedikit perasaan buruk yang muncul pada diri Luna saat ini,ia merasa tidak yakin dengan kandungannya, makanya ia begitu penasaran dan bertanya.


"Luna,bayimu.. sebenarnya bayimu.."

__ADS_1


Aku tidak bisa mengatakan ini,aku tahu kau akan merasa sangat kecewa dan tertekan nanti,


"Bayiku kenapa Edward, kenapa kau tidak jadi berbicara.?"


"Maaf sebelumnya Luna, bayimu telah tiada,kau mengalami keguguran paska kecelakaan itu.."


"Apa?"Langsung berkaca-kaca Luna,ia tidak bisa menerima kenyataan ini.


Anakku..,


Maafkan mama nak,mama tidak bisa menjaga mu dengan baik.


"Ibu.."Panggilan yang terdengar begitu sedih karena mereka yakin Luna akan menangis.


"Apa yang telah aku lakukan, kenapa aku tidak bisa menjaga kandunganku sendiri.. hiks..hiks.. ibu.. anak Bu..."Sudah menangis tak sanggup menahan kesedihan yang sedang ia rasakan sekarang.


Ia bahkan sudah bermimpi untuk hidup bersama anaknya dan membesarkannya dengan sepenuh hati.


Ia juga ingin hidup bahagia bersama anaknya kelak, namun takdir berkata lain,ia harus kehilangan anaknya di saat perjalanan hidupnya yang semakin rumit ini.


"Apa yang kau katakan sayang,ini adalah takdir dan musibah,kita tidak bisa melakukan apapun untuk ini, semuanya sudah terjadi,kita tidak bisa melakukan apapun Luna.."


"Tapi ini semua gara-gara aku Bu,Luna tidak bisa menjaga diri, seharusnya Luna lebih berhati-hati lagi..tapi kenapa ini semua terjadi.. hiks... hiks..,apa yang telah aku lakukan..."


Maafkan aku Luna,ini semua salahku, seharusnya aku tidak melepaskan tanganmu waktu itu,ini pasti tidak akan terjadi..


Edward juga terdiam,ia tidak bisa melakukan apapun sekarang, melihat Luna yang menangis membuatnya merasa tidak tega sendiri dan ikut sedih.


"Sabar sayang, tenganlah,ini semua adalah ujian, semuanya akan baik-baik saja dan ibu yakin di dalam kejadian ini akan ada hal yang lebih indah lagi yang tersimpan di dalamnya untukmu, percayalah"


"Kepada di saat seperti ini aku harus kehilangan dua orang yang aku sayang sekaligus Bu, sekarang aku harus kehilangan anakku,aku pasti akan kesepian..."Terus berderai air matanya, siapapun yang melihat Luna menangis akan terbawa suasana ikut sedih juga.


"Sayang dengarkan ibu,anak itu adalah rejeki, percayalah kau akan mempunyai anak lagi di suatu saat nanti..."


"Aku tidak ingin Bu..,aku tidak ingin terluka untuk yang kedua kalinya, cukup ini saja, aku tidak ingin mengulanginya lagi"


"Iya...iya sayang, tenganlah, ini semua sudah terjadi, percayalah akan ada jalan yang indah untukmu suatu saat nanti... muach"Memeluk putrinya dengan penuh kasih sayang dan mencoba untuk menangkannya.

__ADS_1


__ADS_2