
Inilah yang aku sukai darimu,aku tahu selain kau wanita yang kuat,kau sangat baik dan lembut,
"Maaf,aku tidak bermaksud untuk membuatmu bangun..., aku hanya..."
"Lanjutkan..!, kenapa setelah membangunkan ku kau berhenti mengompresku?"
"A..a.. aku..kan.."Luna grogi sendiri jadinya.
"Ee'...tapi bagaimana bisa kau turun dari ranjang?, siapa yang menyuruhmu turun dari ranjang,ayo naik...!"
Menggelengkan kepalanya Luna,ia bingung harus menjawab apa.
"Memangnya aku tidak boleh turun dari ranjang sama sekali?"
"Kau belum terlalu pulih Luna,jadi kau harus Istirahat yang cukup di atas ranjang.."
"Aku hanya merasa bosan...,apa lukamu itu tidak papa?"
"Ini hanya luka kecil, bukan apa-apa, tenanglah..."
"Itu tetap luka kan?,siapa yang melukaimu..."
"Tidak ada.."
"Jangan bohong!,ayo katakan siapa yang melakukan ini?".
"Kenapa kau ini bawel sekali, sudah aku katakan ini bukanlah apa-apa"
"Kenapa kau menutupinya?,apa ini ulah suamiku?"
hah..
"Apa yang kau katakan?,bagaimana bisa kau tahu akan hal ini?"
"Dia kan jahat, pasti orang jahat yang melakukan ini..."
"Ada-ada saja kamu ini, sudahlah kembali ke ranjang, habis ini kamu harus makan kan.."
*Maafkan aku Luna,aku menghalangi mu bertemu dengan suami mu saat ini, karena aku ingin kau bertemu dengan keluarga mu dulu,baru lelaki sialan itu yang akan bertemu denganmu..
Kalian masih suami istri,aku sendiri tidak berhak untuk menghalangi hubungan kalian,aku hanya bisa membantumu sementara Luna*..
"Ada apa?,ada yang salah dengan penampilanku?"Melihat Edward terdiam sambil menatapnya membuatnya merasa bingung
"Tidak..,kau mau menonton film?"
"Hmm... boleh"
"Baiklah, sebaiknya kau menonton film terlebih dahulu ya sambil menunggu makanan datang"
"Iyah..."
Kenapa dia begitu baik sekali...,
*****
"Aarkh...sial, beraninya dia menyembunyikan Luna"Melempar jas yang ia kenakan itu se-kesal mungkin ke atas ranjang.
"Brengsek.."merasa pegal sendiri dengan tonjokan yang di berikan Edward kepadanya.
__ADS_1
lihat saja aku pasti akan membalas perbuatannya, dan aku juga tidak akan membiarkannya begitu saja
"Ah.. beraninya dia memukulku.."
Di satu sisi ada wanita yang sedang tersenyum menatap kekesalan suaminya, namun ia sendiri tidak berani berbicara sedikit pun ketika melihat suaminya yang kesal.
Syukurlah jika ada lelaki lain yang sedang bersamanya sekarang,ini menjadi peluang bagiku untuk menyingkirkan wanita itu dari dirinya,
Aku benar-benar tidak menyangka jika Edward-lah yang sedang dekat dengan Luna saat ini,
untuk masalah ini aku tidak peduli, yang jelas suamiku akan menjadi milikku sepenuhnya nantinya.
"Kau mau mandi sayang..?"
"Kau tidak melihatku sedang kesal hah, bisa-bisanya menyuruhku untuk mandi.."Semakin kesal sendiri jadinya.
Inilah yang membuatku merasa senang,
"Mungkin Luna saat ini sudah bersamanya, bahkan mungkin juga Luna sudah menyukai Edward saat ini, makanya dia juga tidak mencari mu kan.."
"Diam kau!,tak usah berbicara sembarangan,kau sedang memanas-manasi ku sekarang,apa kau senang hah?"
Tentu saja, senang sekali sayang..
"Aku hanya ingin mengingatkan mu saja sayang, tidak lebih.."sambil tersenyum kecil mengatakannya setelah melihat raut wajah sang suami yang begitu masam.
"Aah alasan,Pertemukan aku dengan Luna,aku ingin melihat keadaannya besok,dan aku tidak mau tahu lagi apa yang kau katakan nantinya jika kau tidak bisa menuruti perkataanku.."
"Aku tidak bisa sayang, Edward berkuasa di rumah sakit itu,jika dia bilang tidak maka tidak, karena rumah sakit itu sendiri pribadi khusus miliknya, pasti jika kita kesana lagi,kita tidak akan di perbolehkan masuk....."
"Apa?"
Lihat saja Edward,kali ini aku mungkin akan membiarkanmu begitu saja,tapi tidak dengan nanti..
*****
Waktu bergulir begitu cepat.
Menjelang seminggu Luna di rawat di rumah sakit ini. Akhirnya Luka dan rasa sakit di tubuhnya kini pun sudah terasa menghilang.
Hari ini adalah hari kepulangannya ke rumah.
Keduanya sangat sibuk bersiap-siap untuk pulang ke rumah bersama.
Edward juga hanya bekerja setengah hari,ia sengaja mempersingkat waktu prakteknya agar dapat pulang bersama Luna nantinya dengan supir pribadinya itu.
Jemputan mobil juga sudah terparkir di parkiran area rumah sakit gedung utama.
Sang supir sudah kaluar dari dalam mobil dan menunggu mereka berdua yang sedang bersiap-siap itu.
"Kau sudah sembuh kan Luna?,kita hari ini pulang ke rumah.."
"Pulang ke rumah?,yeh.....pulang ke rumah siapa?"tampak begitu senang Luna, namun ia juga terdiam sejenak,ia masih memikirkan sesuatu hal."rumah siapa..?"
"Rumahku..,akan ada tamu penting yang ingin bertemu denganmu di rumah sore nanti.."
"Tamu penting..?"
"Sudahlah, jangan terlalu banyak berpikir kau akan mengetahuinya sendiri nanti.."
__ADS_1
"Baiklah..."
Keduanya langsung masuk ke dalam mobil dan berangkat menuju rumah begitu saja bersama supir mereka.
Akhirnya mereka semua langsung pulang menuju ke rumahnya.
Suasana di rumah tampak terlihat ramai.
Sepertinya ada barang-barang yang baru yang masuk ke dalam rumah ini.
"Ini rumah mu?"
"Iya...apa kau ingat sedikit saja?"
Menggelengkan kepalanya Luna sambil memperhatikan rumah besar ini,ia tidak ingat akan apapun.
"Iya sudah,kau pasti akan ingat nantinya Luna,ayo kita masuk ke dalam rumah!, sudah ada yang menunggumu juga di dalam.."
"Siapa..?"
"Kau lihat saja nanti..."
Keduanya berjalan menuju ke ruangan.
Tampak ada kedua orang tuanya yang sedang duduk di sofa itu berbicara dengan Tuan rumah mereka.
Melihat kehadiran putrinya itu membuat keduanya langsung merasa senang dan berkaca-kaca.
"Luna.."Ibunya Luna terlihat begitu senang melihat kehadiran putrinya yang baik-baik saja.
Sementara putrinya masih terdiam menatap ke-dua orang itu yang sama-sama memandangnya lekat.
Siapa mereka,
Tak lama dari itu ibunya langsung berdiri dari duduknya dan memeluk Luna begitu saja.
"Luna..,apa kau baik-baik saja sayang?, kemana saja kau selama ini nak?"Memeluk putrinya begitu hangat.
Luna masih merasa tidak tahu siapa orang yang sedang memeluknya saat ini.
Namun perasaan dan hatinya terasa begitu hangat mendapatkan pelukan sang ibu setelah sekian lama.
Kenapa aku merasa begitu nyaman mendapatkan pelukannya..,
Air mata Luna sepertinya sudah menggenang sendiri di pelupuk matanya.
Ia benar-benar tidak tahu apa yang sedang ia rasakan saat ini,ia merasa begitu nyaman dengan pelukan ini.
Sepertinya kedua batin mereka antara ibu dan anak sedang saling memberikan sinyal dan bersatu.
"Luna..dia adalah ibumu, dia yang melahirkan mu,apa kau ingat dia..?"
"Ibuku..?"
"Iyah.."Jawab Edward lembut.
"Ibu.."Menatap ibunya lekat sambil mengingat-ingat akan orang yang ada di depannya ini.
Iya ampun nak kenapa kau jadi begini, dimana tanggung jawab suami mu ..
__ADS_1