
Mematikan mesin mobil untuk bersiap-siap Turun.
Kemudian ia melihat ponselnya yang berkedip-kedip,dan melihat pesan adiknya yang belum terbaca.
"Aku di bawah bersamanya?,apa mamah dan papah sudah pada tidur?"setelah membaca ia langsung membalas dengan cepat pesan adiknya itu.
"Katanya kakak menolak, kenapa sekarang bersamanya si, terus ngapain dia di bawa kemari?"
"Heh,kau pikir aku bersama siapa hah?,aku di bawah bersama Luna, aku bingung harus membawanya kemana?"
"Apa?,Luna?, bagaimana bisa kak?, Kenapa kakak membawanya kemari kak?, bagaimana bisa kau membawanya ke rumah terlebih dahulu?,aku tahu kakak suka padanya tapi kan..."
"Diam!, tak usah banyak bicara, makin ngawur saja, cepat turun!, bantu aku!"
Aduh gawat..
terus nanti kalau Mamah Papah tahu aku harus bilang apa lagi,
Beranjak turun dari ranjang dengan tergesa-gesa untuk menghampiri kakaknya ke lantai bawah.
Sementara Luna terdiam sambil memejamkan matanya di dalam mobil,ia terlihat begitu lemas.
Apa dia tidur,
Edward menatap lekat Luna dengan diam, walaupun ia tertidur ia terlihat begitu cantik.
"Kau tidur?"Bertanya lembut untuk memastikannya.
Luna menggelengkan kepalanya sambil membuka matanya kembali, pertanda ia tidaklah tidur, ia hanya ingin merilekskan tubuhnya yang lemas saja, makanya dia memejamkan matanya.
"Kau masih sakit?"Mengecek suhu tubuhnya,ia benar-benar panas kembali.
Terlihat juga ia yang gemetaran dan menggigil.
"Iya ampun, kenapa kau panas lagi si...?"
Suamimu benar-benar keterlaluan Luna,
Merasa kesal sendiri Edward,ia juga gelisah jadinya melihatnya sakit kembali.
Ia juga sedang merasa bingung bagaimana caranya untuk membawanya masuk ke dalam rumah, jika saja nanti kedua orang tuanya belum tidur dan berpapasan dengannya,lalu apa yang akan ia jelaskan pada mereka.
"Thuk..thuk.."ketukan pintu kaca mobilnya, terlihat Edwin yang sedang menunggu di samping mobil.
Lalu Edward segera keluar terlebih dahulu.
"Bagaimana ini?,dia sakit lagi?..,aku benar-benar tidak mengerti dengan suaminya"
"Memang apa yang di lakukan dengan suaminya kak"
"Entahlah aku juga tidak tahu, mungkin suaminya memarahinya karena pulang malam denganku tadi"
"Aku juga bingung kenapa kakak baru sampai?"
"Mobilku mogok, apa Doni lupa untuk menservis-nya..?"
Menggarukan kepalanya berulang-ulang, Edward merasa begitu bingung sekarang.
"Bagaimana Papah dan Mamah,apa mereka sudah tidur?
"Sepertinya,aku tidak melihat mereka di ruang depan, sepertinya mereka sudah tidur"
"Iya sudahlah,aku akan segera membawanya ke kamar tamu"
__ADS_1
Membukakkan pintu mobil sebelah kiri untuk menuntunnya turun dan masuk ke dalam rumah.
"Ayo turun Luna, kita masuk ke dalam,ini rumahku..."Menuntun Luna dengan hangat ke terasa depan rumah untuk masuk ke dalam.
Lalu Luna terdiam dan mencoba berhenti untuk mengikutinya,ia merasa takut juga untuk masuk ke dalam rumah besar ini.
"Tenganlah.. keluargaku baik-baik,Ayo masuk..."
Edwin juga sedang bingung saat ini,ia terdiam mengikuti langkah kakinya yang sudah memasuki ruangan.
Yakinkah mamah sudah tidur,aku tidak percaya, dia sedang marah, biasanya mamah selalu menungguku jika aku belum kembali..,
aduh bagaimana ini,
Menaiki tangga dengan perasaan gelisah,ia takut akan berpapasan dengan ibunya dan pastinya akan mengoceh berkepanjangan nantinya.
"Bagus jam segini baru pulang..."
"Deg..."
Benarkan,dia belum tidur
Lalu melihat ibunya yang sedang berdiri di depan arah tangga ini.
Raut wajahnya benar-benar terlihat suram,
melihat wanita yang di gandeng putranya membuatnya semakin suram dan mengerutkan dahinya.
"Mamah?, hehehe mamah belum tidur...?"berdenyut nih bibir, seolah-olah ada petaka yang akan menghadangnya kali ini.
Apa yang harus aku katakan sekarang,
Melirik Edwin yang sudah ada di sampingnya.
Gawat,mana Mamah lagi marah lagi,
"Siapa perempuan yang kau bawa?"Melipat tangan di dadanya, ia benar-benar terlihat begitu marah dengan putranya ini.
"Mamah, mamah belum tidur, kenapa mamah terlihat cantik sekali malam ini"Edwin mencoba menuju dan merayu ibunya.
"Diam!,aku tidak bertanya kepadamu Edwin,mamah juga tidak menyuruhmu untuk berbicara, diam!"
Setelah semua sudah sampai di lantai atas, Mamah benar-benar terlihat begitu kesal menatap putranya.
"Siapa dia?"bertanya semakin ketus.
"Edwin, bawa Luna ke kamarnya!"
Setelah mendengarkan perkataan kakaknya Edwin langsung saja menuntun Luna ke kamar tamu.
"Kau berani memasukan orang asing ke rumah?, siapa dia Edward?, Katakan!, wanita itu siapa?"Semakin penasaran dan sekaligus kesal.
"Tunggu mah tunggu!, biarkan dia istirahat, kasihan dia,dia lagi sakit..."
Mencegat ibunya ini untuk tidak mengikuti langkah Edwin yang akan mengantar Luna masuk ke kamarnya.
"Kau jangan main sembarang bawa-bawa orang Edward,memang rumah kita ini penginapan apa.."
"Iya..iya..iya maaf mah,aku tahu Mamah juga sedang marah kepadaku, maafkan aku.."
"Kau sudah mempermalukan mamah,kau tidak datang di pertemuan makan malam keluarga tadi?,jam segini kau juga baru pulang?,dan kau beraninya bawa wanita lain ke rumah?,kau ini benar-benar yah,apa itu calon kekasih mu sehingga kau membatalkan pertemuan perjodohan mu..?"
Akan memukul anaknya karena merasa begitu kesal.Namun ibu kembali mendengus dan menghela nafasnya panjang umur menghilangkan rasa kesalnya.
__ADS_1
Edward memang tidak menghadiri pertemuan keluarganya waktu makan malam tadi,
karena ia tidak suka di jodohkan dengan wanita pilihan ibunya.
Ia juga tidak suka terburu-buru untuk mencari pasangan lagi.
Ah.. repot kan jadinya kalau begini,
"Bukan mah..bukan,dia hanya.."
"Perkenalkan kepada Mamah!, jika dia itu kekasihmu?, aku ingin mengetahui dia itu siapa?"Merasa begitu penasaran,ia akan menuju ke kamar tamu itu kembali.
"Mah.. mah.. mah..mah jangan mah..!"Mencegat tangan ibunya untuk memasuki kamar itu
"Di..dia hanya..dia hanya.."
"Apa?, setelah kau berani menolak pertemuan dengannya dan mempermalukan mamah kau melarangku untuk bertemu dengan kekasihmu itu?, perkenalkan dia kepada mamah sekarang?,siapa wanita cantik itu?.."
Merasa semakin kesal sekarang, menatap putranya.
Apa lagi si ini,
permasalahannya dia itu istri orang mah, bukan kekasihku, mamah benar-benar tidak sabaran yah orangnya.
Setelah menyudutkan ku untuk perjodohan yang gagal,dia main seenaknya berbicara kalau ia itu kekasihku,aku harus bagaimana ini,apa yang harus aku lakukan?,
Apa yang harus aku katakan,tapi sepertinya mamah terhibur dan akan bersikap baik kepada Luna jika aku bilang dia kekasihku,jika tidak dia pasti akan...
"Cklekk..."
Nampak Edwin yang keluar dari ruangan kamar itu.
Kedua mata orang ini berdenyut saling memberikan kode dan sinyal untuk menjelaskan kepada ibunya apa alasan yang tepat dan bagaimana caranya untuk menjelaskannya.
"Awas...aku mau masuk"
"Mah..mah..mah please!, Jangan dulu..,dia sedang sakit, kasihan.."
"Dia itu siapanya kakakmu?, kenapa di bawa kemari?,awas saja jika kalian membawa orang sembarangan dan menimbulkan masalah disini..."
"Dia pacar kak Edward Mah.."
Sudah melotot Edward menatap adiknya, jika seperti ini ujungnya pastinya akan berkepanjangan nantinya.
Mampus, kenapa aku jadi yang tersudutkan si..
"Makannya dia itu tidak menghadiri acara makan malam tadi mah, karena ia bertemu dengan pacarnya, dan ia juga ingin membuktikan pada mamah kalau ia itu bisa memberikan calon menantu yang baik buat mamah,iya kan kak..iya kan..?."
Maafkan aku kak,aku benar-benar sudah kehabisan akal,aku juga tidak tahu harus bagaimana lagi,
Menatap kakaknya pias.
Bodoh,
Bagaimana jika mamah mengetahui hal yang sebenarnya Edwin,ia pasti akan marah besar dan bisa-bisa aku yang akan di usir dari sini,
Menelan ludahnya Edward, ia tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya nanti jika ibunya benar-benar mengetahui hal yang sebenarnya.
"Ee'...iya mah,aku harap mamah akan bersikap baik kepadanya nanti, karena ia akan tinggal di sini sementara, Karena kedua orang tuanya sedang pergi ke Eropa, jadi aku harap Mamah akan menjaganya dengan baik selama aku pergi ke rumah sakit nantinya"
"Oke baiklah!, mamah akan temui ia besok, mamah cepek mau Istirahat,awas saja jika kalian sampai berbohong..."
"Ee'... iya mah, selamat tidur!"Tersenyum manis dengan penuh kepalsuan menatap ibunya yang meninggal ruangan ini untuk masuk ke kamarnya.
__ADS_1
"Edwin..apa yang kita lakukan?, bagaimana ini?.."
"Entahlah kak, ini mungkin yang terbaik untuk sekarang,dari pada mamah marah-marah dan mengusirnya dari sini kan repot.."Menenpuk bahu kakaknya untuk memberinya penenangan.