Sakitnya Berbagi Cinta

Sakitnya Berbagi Cinta
Kehangatan malam


__ADS_3

Semua urusan tentang Alfian sudah selesai.


Kini saatnya mengurus tentang pemakamannya.


Keluarga Alfian sudah mengatur dan mengurus semuanya dengan baik.


Walaupun hati ini masih begitu terasa berat untuk kehilangannya.


Namun apa daya mereka jika takdir sudah merebut segalanya.


Untuk Swara sendiri pun tidak dapat menyaksikan pemakaman suaminya sendiri.


Di karenakan keadaanya yang belum pulih dan baru saja melahirkan.


Ini membutuhkan waktu lama agar ia pulih dan istirahat setelah menjalani operasi persalinan.


Seharusnya seorang ibu saat ini merasakan kebahagiaan yang begitu luar biasa.


Setelah melahirkan senyuman-lah yang seharusnya melintas di wajahnya,namun kini hanya derai air mata yang belum juga berhenti dari mata Swara.


Hari sudah hampir menjelang petang, dengan cepat pun pihak keluarga meminta agar jenazah Alfian segera di makamkan.


Hanya kehadiran Tuan besar saja yang menyaksikan pemakaman menantunya itu.


Karena yang lain tidak bisa menghadiri seperti istrinya Swara.


Ibu mertua pun sama tidak bisa hadir karena harus menjaga putrinya dan menemaninya di rumah sakit.


*****


Hotel yang mewah dan berdiri megah.


Disinilah mereka akan tinggal sementara untuk berbulan madu.


Edward dan Luna sudah masuk ke dalam kamar khusus milik mereka berdua.


Setelah selesai berberes keduanya di lanjutkan dengan berjalan-jalan untuk menikmati suasana liburan bulan madu.


Karena waktu yang sudah malam membuat mereka hanya berjalan ke beberapa tempat saja untuk melihat-lihat dan berbelanja.


Hingga tak terasa waktu sudah hampir menjelang malam.


Dan sekarang waktupun sudah semakin terasa malam.


"Sayang aku laper..."Luna merasa begitu letih setelah melewati perjalanan jauh menuju ke kota ini dan merasa begitu lapar.


Walaupun perjalanan di lanjutkan dengan penerbangan pesawat sebelumnya ia masih merasa letih dan penat.


Karena jarak tempuh menuju hotel juga terbilang jauh walau di tempuh dengan kendaraan mobilnya sekalipun.


"Baiklah,kita cari restoran yang terdekat di sini saja yah.."


"Ya.. dimana pun itu yang penting bersamamu sayang.."


Keduanya langsung mampir di sebuah restoran dan melanjutkan makan malam.


Setelah selesai dengan urusan makan malam keduanya pun memutuskan untuk segera pulang ke hotel dan beristirahat.


Tempat ini adalah tempat yang paling populer di kalangan negara ini.

__ADS_1


Tempat yang terkenal bersih, sejuk,dan indah dengan segala kelestariannya.


Membuat keduanya terseyum setelah menatap pemandangan dari gedung hotelnya yang tinggi.


"Indah sekali...?"


"Kau menyukai tempat ini?"Jawab sang suami sambil tersenyum merangkul istrinya.


Keduanya sudah sama-sama membersihkan diri, mereka juga terlihat rapi mengenakan baju tidur.


"Jujur saja,aku baru merasakan liburan seperti ini, dan ini sangatlah menyenangkan, lihatlah..!, indah sekali pemandangan kota ini di malam hari sayang, lampu-lampunya begitu banyak dan cantik saat bersinar .."


"Lebih cantik dan lebih indah dirimu dari pemandangan ini sayang.."


"Iihh.. apaan sih?"Merona karena senang Luna.


"Kau berbohong belum pernah jalan-jalan seperti ini sebelumnya?"


"Tidak sayang, beneran. Aku benar-benar baru merasakan liburan seperti ini, ternyata ini sangatlah menyenangkan, terlebih bersamamu dan semua ini karena bersamamu.."


"Hehe...,Malam ini kau terlihat sangat cantik sayang, melebihi keindahan dan kecantikan lampu-lampu itu,kau seperti bulan yang begitu terang menerangi gelapnya duniaku, muach.."kecupan tiba-tiba mendarat di pipi Luna.


Edward tergoda dengan penampilan Luna yang terbilang seksi menurutnya.


Luna pun membalas dengan hangat kecupan itu di pipi kanan Edward.


Mereka saling pandang dan terseyum manis.


"Kau pandai bergombal juga yah?.."


"Hehe...Cantikku... muach.. muach.. muach"Memberikan kode berulang-ulang mengecup bibir Istrinya agar terbuka.


Ia langsung memberikan balasan dan keduanya pun saling balas.


Merekapun bermain lidah bersama.


Merasakan kehangatan dan kenikmatan yang begitu luar biasa karena saling cinta dan bergairah.


"Kau sangatlah wangi.."Mendengus lembut, merasakan aroma tubuh istrinya yang harum itu di bagian lehernya yang mulus.


"Tunggu, siapa yang menyiapkan baju tidur seperti ini?, bukankah aku tidak pernah punya baju tidur model seperti ini sebelumnya"


Masih penasaran sejak tadi. Ia ingin sekali bertanya, namun karena suasana yang begitu indah membuatnya lupa diri untuk bertanya.


Ia merasa risih sendiri dengan bajunya yang begitu seksi dan mini.


Bahkan ia rasa bahan bajunya itu terasa begitu tipis hingga membuatnya merasakan semilir angin AC yang masuk ke pori-pori tubuhnya.


Hanya ikatan tali saja yang melingkar di pinggangnya untuk mengancing baju itu dan menjaga tubuhnya dengan rapat.


Jika saja Edward menarik ikatan tali itu maka gempa bumi akan segera terjadi karena godaan.


"Mana aku tahu,aku juga tidak perduli..,mungkin Mama yang telah mempersiapkannya, kenapa kau menutupi tubuhmu bukankah aku ini suamimu?.."


"Bukan begitu sayang,baju ini terasa begitu tipis, aku jadi kedinginan.."


Edward langsung menatap ke arah AC kamarnya yang menyala itu.


Lalu dengan segera ia mematikannya.

__ADS_1


"Kau masih kedinginan?"Menatap lekat istrinya penuh dengan senyuman tipisnya. "Aku yang akan menghangatkan tubuhmu malam ini"


Dengan senyuman kemenangan lagi-lagi ia merampas bibir istrinya dengan lembut dan memeluk istrinya dengan erat.


Luna melayani suaminya dengan baik.


Sepertinya Edward tidak bisa menahan gairah cintanya malam ini,ia tergoda dengan penampilan istrinya.


Ciuman itu semakin lama semakin memanas.


Tangan itupun mulai menjalar kemana-mana tak beraturan semaunya.


Hingga sampailah keduanya di atas ranjang.


Dengan perlahan Edward mendudukkan istrinya di pangkuannya.


Mengeratkan tanganya ke pelukan pinggang istrinya dengan hangat.


Mulut tak berhenti bekerja.


Tangan mulai kembali menjalari semaunya apa yang ia inginkan.


Malam ini dunia benar-benar terasa milik mereka berdua.


Hingga sampailah tanganya yang bertumpuan ke sebuah tali pengikat baju itu.


Perlahan Edward mulai mencopot tali itu dengan penuh kelembutan hingga istrinya sendiri tidak tahu apa yang sedang suaminya lakukan.


Ia benar-benar terjerembab dalam kehangatan malam ini bersama Edward.


Angin terasa semakin masuk ke dalam tubuhnya.


Bahu istrinya yang putih mulus itupun tampak berkilauan di matanya.


Masih di lanjutkan dengan aksinya yang mencoba membuka baju istrinya dengan lembut tanpa melepaskan cengkraman bibir.


Dengan cepat baju itu sudah menghilang dari tubuh Luna.


Kini tampak pemandangan indah di depan matanya, yaitu pemandangan indah yang di miliki oleh dada istrinya.


hanya rangkaian bahan yang membentuk itu saja yang menutupinya.


Edward pun dengan cepat mengalihkan tangannya untuk membuka bajunya sendiri dengan penuh semangat.


Ia sudah terbakar oleh api gairah dan nafsu semangat.


Rona wajah Luna masih tampak malu walaupun ia pernah melihat dan merasakan sebelumnya.


Kini keduanya sudah saling polos tanpa sehelai benang pun.


Dilanjutkan dengan permainan mereka di atas ranjang yang saling berpelukan hangat.


Tubuh polos mereka pun saling menyatu dan menciptakan kehangatan satu sama lain.


Di awali dengan mencium bibir kembali sambil tiduran bersama.


Lalu Edward menyelusuri setiap lekuk tubuh istrinya dengan sangat teliti dan lembut sambil menciuminya.


Dan sampailah pada akhirnya ia harus memulai dan mendapatkan puncak kemenangan dengan istri tercintanya untuk saling bercinta yang lebih dalam lagi.

__ADS_1


__ADS_2