
"Tidak papa nak Edward, hanya saja kami memang kaget dan bingung sekarang,karena Luna sendiri tidak bilang apapun kepada kami sebelumnya jika kalian semua akan datang kemari.."
"Mohon maaf Bu, untuk itu saya sendiri memang tidak memberi tahu Luna sebelumnya atas kedatangan kami kemari, karena ini adalah kejutan Edward untuknya.."
Mereka semua sudah duduk di sofa ruangan tamu ini dan memenuhi seluruh ruangan.
Tatapan mereka semua masih di penuhi dengan senyuman dan rasa canggung yang begitu besar.
"Permisi Tuan, Nyonya, semua barang-barang ini kita taruh mana yah?"
Salah satu anak buahnya yang sudah berdiri di depan pintu sambil membawa barang-barang yang mereka bawa dari rumah majikannya itu.
"Oh.. taruh saja di ruang tengah mas,mba, terimakasih banyak ya...."
"Baiklah.."Mereka semua langsung membawakan semua barang-barang yang di bawa dari keluarga Edward masuk ke dalam rumah.
Setelah urusan mereka selesai pun mereka segera kembali ke rumah majikanya untuk bekerja lagi.
Buket bunga sudah berjejer rapi di dalam ruangan ini dengan rapi sesuai aturan ketua pengawal yang mereka bawa.
Ada banyak makanan juga yang berdatangan dari berbagai restoran yang sudah di pesan mereka.
Banyaknya cemilan juga sudah ter-siapkan, keluarga Luna tidak perlu repot-repot untuk menyuguhkan hidangan lagi untuk mereka.
Karena mereka semua benar-benar membawa segalanya dan tidak pernah terbayang tentunya oleh Luna dan keluarganya akan hal ini juga.
"Baiklah untuk Bapak,Ibu, baik juga Luna, kehadiran kami kemari untuk mengantarkan putra kami untuk melamar secara resmi putri anda...,putra saya Edward ingin sekali hidup dan bersanding bersama Luna putri kalian, mungkin ini begitu mengangetkan bagi bapak dan ibu, tapi sejujurnya untuk Luna sendiri sudah kami lamar beberapa hari yang lalu, tapi Edward bilang, Luna belum berani membicarakan hal ini kepada kedua orang tuanya, apakah betul begitu Luna?"Tanya Papa Edward yang sudah mulai membuka pokok pembicaraannya atas pertemuan ini.
"Iya Bu, pak..., sebenarnya keluar Edward sudah melamar ku sejak beberapa hari yang lalu, tapi Luna memang takut untuk berbicara kepada bapak dan ibu.."
__ADS_1
"Mohon maaf sebelumnya,tapi apakah benar dengan keadaan kami dan putri kami yang seperti ini.. kalian semua dapat...."
"Mohon maaf Bu,saya harap jangan di lanjutkan lagi bicaranya,ini akan menyinggung perasaan kami,kami bukanlah keluarga yang berlebihan ataupun yang ada di dalam pikiran kalian semua,kami jugalah keluarga biasa yang ingin agar putra-putrinya bahagia nantinya, dengan kehadiran kami kemari,kami benar-benar mantap dengan keputusan kami untuk melamar putri kalian.."
"Sebenarnya kami merasa sangat senang sekaligus kaget dengan hal ini,kami hanya bisa mendukung keputusan putri kami sepenuhnya,jika memang putri kami belum membuka hatinya itu memang ia pernah terluka sebelumnya,tapi kami benar-benar tidak memihak ini semua, semua keputusan ada pada putri kami sendiri.."
"Aku harap Luna tidak akan mengecewakan Oma yang sudah datang jauh-jauh kemari.."Penuh senyuman Oma menatap Luna yang sedang menunduk merasa begitu berdebar sendiri.
Luna termenung, matanya sudah di penuhi dengan air mata menatap Oma yang baru saja berbicara, sepertinya ia ingin sekali menangis sekencang-kencangnya untuk ini semua.
"Sebenarnya aku hanya selalu merasa tidak pantas untuk Edward, Edward terlalu sempurna untukku, aku tidak tahu harus berkata apa untuk ini, aku merasa sangat senang, aku merasa sangat bahagia, dan aku juga merasa sangat bersyukur atas kehadirannya, terlebih atas kehadiran kalian semua yang benar-benar setulus hati menerimaku di keluarga kalian, aku tidak mungkin menolak lamaran ini, karena aku sungguh mencintai Edward, Pa..Ma.., berikan restu untuk kami berdua.."
"Jangankan restu sayang, sudah sejak lama kami memberikan Edward restu untuk mencintaimu di kala kau berada di rumah waktu itu, Edward bilang dia suka padamu, dan Mama Papa hanya bisa mendukung dan menyuruhnya untuk menunggumu dan bersabar sampai kau tenang dan dapat membuka hatimu untuknya,dan mungkin kini saatnya waktu yang tepat untuk ini,jika kau benar-benar menerima putraku,maka inilah kebahagiaan kami yang sesungguhnya saat ini sayang.."
"Iya kak, kebahagiaan kakak adalah kebahagiaan kami juga,dan rencananya jika kak Luna menerima lamaran ini secara resmi,kita akan menikah di hari yang sama, kita akan mengadakan dan merayakan di hari yang sama, biar semua lebih terasa bersama dan berkeluarga, bagaimana kak, kakak sudah mantap?"
"Iya ampun, kakak bisa apa, kakak senang sekali... hiks.. hiks.."Berderai juga air matanya Luna,ia bahkan menangis sesenggukan karena merasa begitu bahagia saat ini.
Senyuman haru dan bahagia juga terlihat di raut wajah kedua orang tua Luna saat ini.
Semoga saja ini lah awal kebahagiaan putrinya yang abadi nantinya, begitulah harapan mereka saat ini.
"Mohon titip putriku nantinya Edward, bimbing dia, jaga dia baik-baik,aku harap kau tidak akan mengecewakan kami nantinya.."
"Bu.. Pak..,aku akan berjanji untuk menjaga Luna sepenuhnya dengan baik, dan aku juga akan menyayanginya melebihi diriku sendiri.."
*****
Di satu sisi ada yang bernasib lain.
__ADS_1
Sekarang pikiran Swara sedang di penuhi dengan rasa kesal dan amarah.
Suaminya Alfian belum juga kembali ke rumah sampai saat ini.
Bahkan di hubungi pun tidak ada jawaban dan balasan darinya.
Dan ternyata saat ini keberadaannya sekarang sedang berada di jalanan komplek rumah Luna.
Mobilnya sudah terparkir di situ.
Terlihat beberapa mobil mewah yang terparkir dan keadaan rumah yang tampak terbuka menerima tamu membuatnya terdiam.
Melihat sebuah mobil mewah itu dengan balutan bunga indah di belakangnya juga membuat Alfian sadar akan kedatangan tamu itu.
Wajahnya sudah berkerut lesu, sepertinya ia benar-benar menyesal atas apa yang telah ia lakukan kepada Luna selama ini.
Ia telah menyia-nyiakannya,ia telah kehilangannya.
Ia juga baru menyadari bagaimana sakitnya berbagi Cinta, begitulah yang Alfian rasakan saat ini.
Ia juga baru menyadari bagaimana sakitnya Luna waktu itu, waktu ia menduakannya dan tidak menganggapnya sebagai seorang istri.
Aku menyesal..,aku bodoh.. kenapa aku menyia-nyiakan berlian yang ada di tanganku sendiri demi luasnya tanah yang tak dapat aku gapai..
Apa yang telah aku lakukan, kenapa aku bodoh sekali, dasar bodoh.. bodoh.. bodoh
Menundukkan kepalanya merasa tak berdaya, bahkan sesekali ia membentur-benturkan kepala ke setir mobilnya.
Aku menyesal Luna,aku menyesal, aku benar-benar tidak bisa kehilangan mu,apa yang telah aku lakukan.
__ADS_1
Rasa lelahnya saat ini memadai perasaanya yang sedang terpuruk, bahkan ia hanya bisa terdiam dan merenung karena merasa begitu kehilangan.