Sakitnya Berbagi Cinta

Sakitnya Berbagi Cinta
Menuju ke rumah sakit


__ADS_3

Mungkin sekitar setengah hari para anak buah Tuan besar meyelesaikan perkerjaan mereka.


Mereka sudah memasuki setiap rumah sakit yang ada di kota ini untuk mencari data-data pasien.


Namun mereka tidak menemukan jejak Luna sama sekali.


Walaupun mereka mendapati pasien yang bernama Luna tapi tetap saja berbeda orang, hanya namanya saja yang sama.


"Bagaimana, kalian semua sudah menemukan keberadaannya?"


Mereka semua terdiam, hanya satu pengawal saja yang berani mewakili mereka semua untuk berbicara.


"Maaf Nona,kami sudah memasuki seluruh rumah sakit manapun yang ada di kota ini,tapi tidak ada pasien Nona Luna di dalamnya..."


"Bohong, kalian pasti belum masuk ke dalam rumah sakit kecil ataupun daerah plosok kan?"


"Semua sudah saya cari Nona, termasuk puskemas pun saya cari, namun tetep saja kami tidak bisa menemukan keberadaannya"


"Ah... dasar tidak becus kalian semua"


"Maaf Nona,tapi masih ada satu rumah sakit besar yang tidak dapat kami masuki begitu saja, harus ada perantara dan orang dalam jika ingin mencari sebuah data di rumah sakit itu.."


"Rumah sakit mana yang berani menolak kehadiran kalian?"Bertanya dengan nada ketus dan kesalnya.


"Rumah sakit xxx,anda pasti sangat tahu Nona"


Menyebutkan nama rumah sakit besar yang terkenal di dalam kota ini.


Bahkan dari berbagai kalangan manapun rumah sakit lainnya mengenal rumah sakit besar dan terkenal ini.


Selain terkenal sebagai rumah sakit besar, rumah sakit ini juga terkenal sebagai perantara rujukan utama bagi para pasien yang membutuhkan penanganan khusus karena di sinilah rumah sakit yang memiliki fasilitas lengkap dan modern.


"Benarkah, hanya rumah sakit itu saja yang tersisa?,tapi apakah mungkin Luna berada di rumah sakit situ sekarang?"


"Kami tidak tahu Nona, sebaiknya anda pergilah kesana dan tanyakan kepada anggota pemilik rumah sakit itu.."


"Ah..ya sudah, kalian boleh pergi, lanjutkan perkerjaan kalian"


"Bagaimana,kau menemukanya?"

__ADS_1


Kehadiran sang Ayah yang tiba-tiba muncul dari dalam rumahnya menuju ke teras depan dan tepat berdiri di samping putrinya itu membuatnya sedikit kaget.


"Tidak, tapi aku yakin aku pasti akan menentukannya Pa"


"Segitu cintanya kau kepada Alfian?,aku tidak menyangka Swara, kau akan menjadi wanita penurut sekali ke pada suamimu seperti ini sekarang, Papa kecewa, seharusnya kau menyadarinya kalau ia tidaklah mencintaimu...." Sebenarnya Tuan besar sendiri merasa begitu kesal dengan sikap putrinya yang sekarang,ia juga merasa kecewa karena sudah menyetujui pernikahan keduanya sajak awal.


"Aku hanya ingin belajar menjadi seorang istri yang baik Pa.."


"Terserah kau saja, sebaiknya urus perceraian kalian berdua"


"Pah,aku tidak ingin bercerai dengan Alfian...."


"Lalu mau sampai kapan kau akan bersikap bodoh seperti ini Swara,dia itu tidak mencintaiku kan?"


"Bersikap bodoh seperti apa si Pa,aku itu hanya berusaha menjadi istri yang baik untuk Alfian,aku juga ingin merebut hatinya hanya untukku saja Pa, mungkin iya jika Alfian belum mencintaiku sekarang, tapi apa salahnya berusaha untuk merebut hatinya Pa..."


"Dia tidak mencintai mu Swara,cari lelaki lain yang lebih baik darinya dan juga yang dapat mencintaimu dengan baik, karena Papa hanya ingin melihatmu bahagia,Papa akan pilihkan lelaki yang terbaik untukmu mulai saat ini .."Pergi meninggalkan putrinya begitu saja menuju ke arah mobil.


"Tapi kan Pa,Pa...,Papa.."


Tuan besar masuk ke dalam mobil dan pergi begitu saja karena kecewa dan kesal dengan kelemahan putrinya yang sekarang.


Mau sampai kapan putriku akan bersikap bodoh seperti itu..,


Seharusnya ia tidak menyukai lelaki brengsek sepertinya, apa si kelebihannya, memang tidak ada lelaki lain yang lebih baik apa,


Mobil Tuan besar pun lenyap dan menghilang dari halaman rumahnya begitu saja.


Sementara tak lama setelah itu suaminya juga kunjung pulang ke rumah, bahkan Swara masih terdiam di depan teras rumahnya karena melamun sejak tadi.


Melihat kedatangan mobil mewah milik suaminya itu membuatnya tersenyum senang


"Kau sudah pulang,kau juga pulang lebih awal hari ini Alfian...?"


"Tidak juga,aku hanya akan menagih janji mu untuk memberitahu ku di mana keberadaan Luna saat ini kan?, bagaimana, kau sudah menemukan infonya?,ini sudah terlalu sore..."


Langsung merasa kesal dengan ucapan suaminya yang baru saja sampai itu.


"Kenapa hanya hal ini yang kau pertanyakan kepada istrimu?,apa tidak ada kata lain?, setidaknya tanyakan tentang aku apa aku sudah makan apa belum,bisa kan?,kau baru saja pulang tapi hal seperti ini yang kau bahas.."

__ADS_1


"Cih, jika kau tidak suka ya sudah,aku juga tidak memaksamu untuk menyukai sikap ku ini yang seperti ini..."Berbalik badan dan hendak masuk ke dalam mobilnya lagi.


Ia benar-benar tidak perduli dengan ocehan suaminya itu.


"Kau bersikap seperti ini supaya kau bisa secepatnya berpisah denganku kan"


"Hmm,jika kau tahu yang syukurlah.."


"Alfian!"


"Bisakah tak usah berteriak, ini membuat ku pusing kepala dengan suaramu yang nyaring itu,dan aku juga tidak tuli seperti yang kau kira,jadi tak usah berteriak!"


"Oke aku tahu kalau kau tidak lah mencintaiku,tapi setidaknya hargai aku saja sebagai istrimu yang sekarang..."


"Kau sungguh mengharap itu?, maka segera pertemukan aku dengan Luna.Berlatih menjadi istri yang benar saat melayani suaminya, memakaikan dasi saja kau tidak bisa melakukannya, lalu kau menyuruhku untuk menganggap mu istri, gampang sekali.."


"Aku memang sudah berusaha untuk mencarinya,tapi sampai saat ini aku tidak menemukan keberadaannya,terus aku harus bagaimana Alfian?"Merasa begitu kesal sekali Swara.


"Alasan, bukankah inilah kemauan mu yang sesungguhnya,iya kan?, pasti kau sendiri tidak tulus untuk mencari dimana Luna berada, ya kan?"


Iya...jika kau tahu itu seharusnya kau mikir, kenapa kau sendiri harus bersikap seperti ini sekarang.


"Oke, untuk kali ini aku akan mengajakmu ke suatu tempat, hanya ini tempat terakhir dan harapan terakhir dimana keberadaan Luna sekarang, dan aku juga tidak menjamin ini, tapi setidaknya aku sudah berusaha mencarinya untukmu...."


"Iya sudah,cepat masuk!"


Mengepalkan tangannya Swara sambil memasuki mobil itu,ia sedang menahan amarah yang ada di dalam dirinya saat ini.


"Jika aku berhasil menemukanmu dengan Luna, maka kau harus memaafkanmu,dan kau juga harus bersikap baik kepadaku sama seperti kau bersikap baik kepada Luna!'


"Tak usah banyak bicara, belum tentu juga kan,dan geser lah ke samping!,aku sedikit gerah..."


Melihat jarak keduanya yang begitu dekat membuat Alfian merasa kesal dan risih,ia juga merasa ingin menjauh dari istrinya saat ini.


Mungkin perasaan bencinya setiap hari semakin membara dan berkobar-kobar jika terus berbicara dengannya sehari-hari.


Mereka berdua pun bergitu menuju ke rumah sakit xxx yang terkenal itu.


Dan tentunya itu adalah rumah sakit milik keluarga Edward, orang yang ia kenal dan dekat dengan keluarga Swara.

__ADS_1


__ADS_2