
"Ada apa si mah?"Keluar dari balik pintu.
"Loh,ada apa ini?,apa yang kalian lakukan pada putraku?"
"Maaf pak, kami harus segera membawa putra anda ke kantor polisi atas tuduhan kasus penyekapan istri orang"
"Kalian ini seorang polisi kan, penyekapan bagaimana, jelas-jelas Lunanya ada di sini.."
"Jangan dengarkan kata mereka, bawa saja dia ke kantor polisi"Masih kekeh untuk melakukan penangkapan terhadap Edward yang sudah membuatnya kesal dan cemburu akan perilakunya kepada istrinya.
"Jangan bermain-main denganku,aku pastikan dalam waktu seminggu profesi kalian akan hilang dari tangan kalian,aku tidak main-main!"Acam Tuan besar yang sangat serius.
Edward masih begitu santai menghadapi semua ini,ia hanya bisa menggelengkan kepalanya dan menyerahkan tanganya begitu saja.
"Ayo tahan aku jika aku salah, asalkan dengan satu syarat, jangan sampai Luna kembali lagi dengannya"
Bedebah, tidak ada takut-takutnya dia..
"Baiklah kau akan bebas, asalkan Luna kembali lagi bersamaku!"
"Luna sayang pulanglah ke rumah"
"Tidak Alfian,aku tidak merestui putriku dengan dirimu lagi, terlebih kau sudah menyanding istri kedua,aku tidak akan membiarkan Luna kembali lagi bersamamu.."
"Maaf Ibu, Ayah,aku adalah suaminya,dan dia adalah istri pertamaku,aku hanya ingin Luna kembali,aku akan menyayangi dan mencintainya melebihi apapun, dan aku juga tidak akan memisahkannya dari diriku.."
"Cih, omong kosong"
"Stop!,aku tidak mengenalnya,aku tidak ingin bersamanya dan aku juga tidak mau jika ia adalah suamiku,aku tidak mau dia,dia bukan suamiku,aku tidak mau.."
"Kau dengar itu, Luna saja tidak mau lagi bersamamu.."
"Apa-apa ini, bagaimana istriku tidak mengenaliku,apa yang kau lakukan hah,kau telah meracuninya..?"Melotot tajam ke arah Alfian karena kesal.
"Tutup mulutmu, jangankan untuk meracuninya, melihatnya menangis pun aku tidak tega,apa lagi berbuat keji seperti itu.."Merasa semakin geram Edward.
"Alfian, aku juga tidak ingin kau menjadi menantuku lagi,dan aku ingin kau secepatnya bercerai dengan putriku!"Ayahnya Luna sudah tidak tahan lagi dengan suasana ini,ia ingin semuanya cepat terselesaikan.
"Tidak ayah,aku mencintai Luna, aku memang benar-benar menyesal telah melakukan ini semua, tapi aku mohon beri aku kesempatan untuk kali ini saja,aku akan bersikap dengan baik kepada Luna, dan aku juga akan menyayanginya melebihi apapun.., Luna ayo kembalilah ke rumah dan hidup bersamaku..!"semakin mendekat lagi, Alfian ingin sekali membawa Luna pergi dari sini dan tidak bertemu dengan dokter sok-sokan lagi sepertinya
Menggelengkan kepalanya Luna,ia merasa takut dengan lelaki yang datang tiba-tiba dan mengaku suaminya itu.
Alfian dengan lembut menggapai tangan kanan Luna, namun ia justru mengibaskan tangannya
dan malah merangkul erat tangan Edward.
__ADS_1
"Tidak mau, kau ini siapa?,aku tidak mengenalmu,aku tidak mau,kau jahat kan,aku tidak mau bersamamu..."
"Luna.."Alfian yang merasa bingung bercampur kesal melihat Luna yang bersikap aneh.
"Loh bagaimana si ini?,mana yang benar sebenarnya?"Polisi itu merasa kesal sendiri jadinya.
"Ibu, bawa saja Luna masuk ke dalam rumah..!"Dengan lembut Edward berbicara menatap ibunya Luna.
"Tidak bisa, apapun itu dia harus pulang denganku,ayo Luna kita pulang!"Mencoba menggandeng tangan Luna kembali untuk membawanya pulang dengan paksa.
"Enggak..gak mau,aku tidak ingin ikut denganmu,lepasin.."
"Luna..,aku tahu kau marah kepadaku, ikutlah pulang denganku,aku akan menebus semua kesalahaku padamu,aku mohon tetaplah bersamaku.."
"Aku baru saja menyaksikan seorang bajingan yang sedang memohon, lucu sekali dia."
"Diam kau,tak usah ikut campur"
"Kalian berdua lepaskan putraku!,aku hitung sampai 3,maka aku pastikan kalian benar-benar akan kehilangan perkerjaan kalian!"
"Baiklah, untuk kasus hari ini kita anggap tuntas,ini benar-benar sangat membingungkan, kami permisi..."
"Iyah pergilah!"Dengan senang Tuan besar mempersilahkannya kedua polisi itu untuk pergi.
Kedua polisi itu langsung pergi begitu saja meninggalkan teras rumah.
"Luna ayo kita pulang"
Terus memaksa dan menggenggam erat tangan Luna.
"Tidak,aku tidak mau"
"Alfian, lepaskan dia..!"
"Kau ini siapa hah?"
"Alfian lepaskan putriku!"
Mereka semua tampak melotot tajam menatap Alfian yang sedang berusaha membawa Luna untuk kembali bersamanya.
"Maaf Ibu, Ayah, aku tidak bisa, aku akan memperbaiki hubungan ku dengan Luna"
"Lepaskan, lepaskan aku"Luna mencoba berlari menjauhi Alfian."Luna.."Namun Alfian justru mengejar kepergiannya dan masuk ke dalam rumah begitu saja.
"Aku tidak ingin ikut denganmu, aku tidak ingin mengikuti orang jahat sepertimu, pergi.. pergi..."Mencoba melepaskan tangan Alfian yang terus memaksanya.
__ADS_1
"Alfian"Teriak Edward menggelagar memenuhi ruangan rumahnya karena merasa emosi melihatnya masuk dan memaksa Luna untuk kembali bersamanya.
"Lepaskan dia!"
"Aku tidak mau.., pergi.. pergi.."
"Tidak,kau harus ikut denganku!, ayo kita pulang Luna,ayo kita pulang.."
"Tidak mau.."Mengibaskan tangan Alfian dengan sekuat tenaga dan berlari ke arah tangga.
"Brrughh...ah.."
Namun ia justru kesandung dan jatuh membentur tangan-tangan tangga kepalanya.
"Luna.."Merasa kaget Alfian
"Luna.."Edward berlari menghampiri Luna yang sudah kesakitan memegangi kepalanya.
"Dasar brengsek,bughh..plakkk"Edward terbawa emosi melihat Luna terluka lagi untuk yang kedua kalinya.
Ia menampar dan memukul pipi Alfian begitu saja.
"Luna kau tidak papa.."Alfian tidak peduli dengan apa yang di lakukan Edward,ia juga merasa khawatir dengan Luna saat ini.
Namun Luna menyengkrut menghindarinya yang terus mendekatinya.
"Minggir!"
"Luna..,kau tidak papa?"Edward terlihat begitu cemas dan khawatir menatap Luna.
"Edward.., kepalaku.. kepalaku pusing sekali"Dan akhirnya Luna pingsan di bekapan Edward.
"Kau ini, semua gara-gara kau!, kenapa kau selalu melukainya hah, satpam.. satpam.."berteriak memanggil satpam untuk membawa Alfian keluar dari rumahnya ini.
Satpam yang berkerja di rumahnya pun langsung bergegas masuk ke dalam dan menahan Alfian agar segera pergi dari sini.
Sementara semua anggota keluarganya terbelalak melihat Luna yang pingsan di bekapan Edward.
"Lepaskan aku,aku ingin istriku kembali,Luna.. Luna.."
"Plakkk.."Tamparan keras sang ibu mertuanya mendarat lagi.
"Dasar lelaki tak tahu diri,kau hanya bisa membuat putriku terluka, pergi kamu dari sini dan jangan pernah berharap kau akan kembali dengan putriku!"
Terlihat begitu marah ibunya Luna ia merasa ingin sekali *******-***** Alfian dengan sekuat tenaga.
__ADS_1
"Ibu..ibu,tapi aku ini hanya ingin Luna kembali kepadaku Bu,aku tidak ada niatan untuk membuatnya terluka"
"Pergi dari sini,tak usah muncul lagi di hadapanku!"Terlihat ibu mertuanya yang sudah menintikkan air mata merasa tidak terima.