Sakitnya Berbagi Cinta

Sakitnya Berbagi Cinta
Susana kantor


__ADS_3

Sepulang dari rumah sakit Edward langsung mampir ke sebuah toko yang begitu indah dan menakjubkan saat di pandang dari depan jalan raya.


Toko ini adalah toko emas terkenal nomor satu di kota ini.


Ia memilih mampir terlebih dahulu mumpung memiliki waktu luang.


Setelah mobil terparkir Edward turun begitu saja dari dalam mobil dan masuk ke dalam toko mas itu.


Kira-kira Tuan muda mau membeli emas buat siapa, tidak seperti biasanya dia berbelanja emas,


Supir hanya bisa merasa heran dari dalam hatinya, namun ia sendiri tidak mampu berkomentar tentang apa yang di lakukan majikannya saat ini.


*****


Setelah bertemu dengan manajer lamanya akhirnya Luna di terima kembali di kantor ini.


Ya walaupun jabatannya tidak setinggi yang dulu, yang jelas ia masih bisa bersyukur Karena di terima lagi di kantor ini.


Untuk performa kinerja Luna sendiri hebat dan cukup ulet, namun posisinya dulu sudah di gantikan oleh orang lain, inilah yang membuatnya tersingkir.


"Baik pak, terimakasih banyak atas semua ini, saya benar-benar sangat berterimakasih karena bapak.."


"Kau adalah mantan pekerja yang ulet dan baik disini, jadi saya mempercayai mu.., bekerjalah yang benar Luna.."


"Siap pak,terimakasih..."Merasa sangat riang gembira Luna, bahkan ia tidak berhenti tersenyum sejak tadi.


Untung saja pak Andi masih bekerja menjadi manager disini, jika tidak aku pasti akan sulit masuk ke kantor ini lagi,


Sekarang Luna benar-benar fokus mencari uang, agar ia bisa terbebas dari kepahitan ini untuk segera bercerai dengan suaminya itu.


Ia sudah memasuki ruangan staf administrasi perkantoran.


Ia juga sudah menemui atasannya di situ.


Luna akan bekerja sebagai asistennya, sungguh tidak setinggi jabatannya yang dulu menjadi Nona Admin officer utama.


Sekarang ia hanya bisa mengambil alih menjadi asistennya saja, ini lah yang membuatnya bersyukur karena masih bisa bekerja di tempat ini demi mendapatkan uang.


"Kau yang bernama Luna?"


"Iya pak saya Luna, asisten baru anda.."


"Baiklah, aku dengar kau pernah bekerja di bidang ini sebelumnya apa iya?..."


"Iya pak, betul sekali, saya memang berkerja di tempat ini dulu.."

__ADS_1


"Baiklah karena saya rasa kau sudah tahu akan ini,aku tidak perlu mengajarimu lagi, sekarang saya ingin kau memindahkan file-file ini ke dalam leptop saya, hanya sampai saya kembali ke ruangan ini saja, selebihnya aku yang akan mengurusnya nanti, kau bisa kan?"


"Oh..iya pak, tentu saja saya bisa.."


"Syukurlah aku tinggal sebentar yah,aku ada pertemuan dengan klien hari ini.."


Sebenarnya aku ini asisten apa sekertaris si, kenapa tugas seperti ini yang aku kerjakan.., baiklah tidak papa,aku rasa pekerjaan ini menyenangkan.


Mencoba bersemangat untuk memulai kerjanya di hari ini dengan penuh senyuman.


Disaat ia sedang mengetik beberapa naskah dokumen ada seseorang yang masuk ke dalam ruangan tiba-tiba tanpa mengetuk pintu.


Membuat Luna kaget dan beranjak berdiri dari duduknya.


"Maaf pak, ada perlu apa ya?,bisa tolong mengantuk pintu dulu sebelum masuk ke ruangan?"


"Memang aku harus mengetuk pintu begitu?"Malah bertanya balik.


"Iya pak,itu akan lebih sopan dan santun"


Orang itu terdiam, tapi melotot tajam ke arah Luna,ia terlihat tidak suka dengan ucapan Luna yang mengajarinya tadi.


Beraninya dia mengajariku,


"Tau apa kau tentang sopan santun?,dimana Rahman?, kemana dia?"


memangnya Rahman itu siapa si?..,


Mencoba mencari tahu dan langsung melihat sebuah nama di atas meja kerja milik atasannya saat ini.


Oh, ternyata Rahman orang tadi..


"Beliau sedang mengadakan pertemuan dengan klien pak, sepertinya itu sangat penting dan membuatnya pergi dari ruangan ini.."Walupun merasa kesal juga dengan ucapan lelaki di depannya ini,Luna masih berusaha untuk berbicara lembut.


"Cepat telfon dia, suruh dia kembali!"


"Maaf pak saya tidak bisa, karena saya sendiri belum..."Belum selesai berbicara pun sudah di potong oleh lelaki cool berjas abu-abu ini.


"Beraninya kau menolak perintahku, siapa si kamu ini, orang baru yah..."bertanya sengit sambil menatap Luna sinis.


Siapa si ini orang?, ketus banget...,


"Maaf pak, saya asistennya pak Rahman, saya memang pekerja baru disini.."


"Pantas saja tulalit..."Dengan kesal meninggalkan ruangan ini.

__ADS_1


"Apa tulalit?,apa maksudnya mengataiku tulalit hah?,aku bukanya tidak bisa menelfon pak Rahman,tapi kan memang aku belum mempunyai nomor hpnya, sembarangan saja kalau mengatai orang.."Menatap kepergian orang itu yang pergi meninggalkan ruangan, bahkan lebih menyebalkan lagi ia pergi tanpa menutup pintu ruangan itu kembali.


"Clekk..."menutup pintu dengan lembut walaupun merasa kesal dengan lelaki itu yang pergi meninggalkan ruangan.


Kemudian Luna bertugas kembali menghadap


ke arah leptop yang ada di depan matanya.


Sekitar satu jam lebih akhirnya pak Rahman kembali ke ruangan ini.


Ia langsung masuk ke ruangan dan menghampiri Luna yang sedang merapikan meja kerjanya.


"Luna"Bertanya datar sambil menatapnya tajam,ini membuat Luna sedikit kaget dan penasaran akan pertanyaan yang akan lelaki ini lantunkan dari bibirnya.


"Iya pak"


"Apa tadi kau benar menemui Tuan Elfan?"


"Tuan Elfan siapa?"


Siapa lagi ini..


"Bagini deh,apa kau tadi menemui seseorang yang mencarikku?"


"Iya pak,ada seorang laki-laki berjas abu-abu yang mencari anda tadi"


"Oke baiklah,kali ini saya peringatkan kepadamu, saya di tegur olehnya karena kau bersikap lancang kepadanya tadi kan, untuk itu saya beritahu kepadamu mulai saat ini bersikap se-sesopan dan se-santun mungkin kepadanya.


Karena dia adalah direktur utama di kantor ini, jadi saya berikan kesempatan lagi kepada mu untuk tetap menjadi asistenku"


Direktur utama?,dia orangnya, kenapa sudah berganti dari yang dulu.., memangnya..


"Maaf pak ,saya benar-benar tidak mengetahui hal ini jika beliau adalah Dirut disini,aku kira..."


"Iya sudah, saya sudah tahu apa alasanmu, sekarang tolong pergilah ke restoran ini, karena saya sudah memesankan makanan untukmu dan ada beberapa pesanan juga buat saya,maka pergilah sekarang"


"Baik Pak.."Bergegas pergi meninggalkan ruangan ini, sebagian hatinya masih berpikir tentang orang itu.


Ya pantas saja dia main masuk ke ruangan begitu saja tadi, sedangkan kantor ini adalah miliknya, tapi aku malah memarahinya tadi ya ampun, begitulah yang ada di pikiran Luna saat ini.


Untung saja pak Rahman baik orangnya,jika tidak aku pasti sudah di pecat dari kantor ini, aku benar-benar tidak tahu jika orang songong itu adalah Dirut,


Kenapa bukan Tuan muda yang dulu, sepertinya dia terlihat lebih baik dari pada orang ini...


Hari pertama masuk kerja sudah mendapatkan masalah itu hal biasa bagi pekerja baru, hanya saja ia harus menyiapkan mental dan keberanian untuk mencoba bertahan dan beradaptasi lagi karena lingkungan baru.

__ADS_1


Semangat Luna, semoga hari-harimu menyenangkan dan semakin membaik nantinya, semoga saja kau juga akan terbebas dari status perceraian yang masih berjalan saat ini.


__ADS_2