Sakitnya Berbagi Cinta

Sakitnya Berbagi Cinta
Bahagia


__ADS_3

Raut wajah Edwin berubah seketika setelah berseteru di dalam mobil dengan istrinya tadi.


Mendengarnya menyuruh menikah lagi justru membuatnya kesal dan marah.


Ia bahkan menyetir dengan cepat tanpa berbicara apapun lagi untuk pulang ke rumah.


Bahkan setelah sampai di rumah pun raut wajah Edwin seperti lipatan baju yang belum di setrika.


"Jangan berbicara ngawur lagi!,aku benar-benar tidak suka!, seharusnya kau mendengarkan perkataan ku dan mengertilah,aku benar-benar sangat sayang dan mencintaimu apa adanya!"


Edwin dengan kesal pergi meninggalkannya menaiki tangga.


"Edwin..."


"Jangan berbicara denganku dulu sebelum kau sadar apa yang telah kau katakan itu sungguh keterlaluan!"


BRUGGHH!


Natria tiba-tiba pingsan di lantai.


Edwin yang baru saja menaiki setengah anak tangga langsung bergegas turun kembali karena panik.


"Ya ampun, sayang..."


Edwin terlihat begitu panik, terlebih hari yang sudah menginjak tengah malam.


Tanpa pikir panjang lagi Edwin kembali membawanya ke rumah sakit.


-------------


"Bagaimana atas kondisi istriku dok?,dia baik-baik saja kan?"


"Seperti yang anda ketahui Tuan muda, mungkin operasi ginjalnya harus segera di laksanakan"


Edwin menarik nafasnya panjang, bahkan matanya sudah berkaca-kaca karena sedih dengan kondisi istrinya.


"Lakukan apapun yang terbaik untuk istriku!, bila perlu aku yang akan mendonorkan ginjal ku untuknya sekarang"


"Kami pasti akan melakukan sebaik mungkin untuk istri anda Tuan muda"


Mendengar kondisi Natria yang seperti ini membuat kedua orang tua Edwin merasa syok dan begitu sedih.


"Sejak kapan Natria sakit Edwin?"Tanya ibu Edwin yang ikut cemas dan gelisah juga dengan kondisi menantunya.


"Aku juga tidak tahu Ma, mungkin sejak lama juga,tapi Natria tidak pernah berbicara apapun sebelumnya"


"Iya ampun, mungkin dia tidak ingin membebani pikiran mu, semoga dia baik-baik saja"


"Satu hal lagi Ma, jangan pernah mengungkit perihal anak lagi di depan Natria, kondisi tubuhnya sedang buruk, mungkin ini semua membutuhkan waktu, hanya saja ia sedang sakit begini, kasihan juga jika dia banyak pikiran"


"Iya sayang, Mama mengerti akan perasaanmu dan Natria, Mama juga minta maaf sebelumnya. Mama sangat percaya akan kalian berdua. Mama juga sepenuhnya mendukung kalian untuk tidak menyerah"


Mereka benar-benar tidak percaya akan hal ini, terlebih kedua anak dan menantunya yang telah menyembunyikannya selama ini.


Mau tidak mau Natria harus segera operasi ginjal.


Dan beruntungnya ada salah satu pasien yang berwasiat sebelum ia meninggal dunia. Ia bersedia untuk mendonorkan ginjalnya kepada seseorang yang membutuhkannya.


Dan mungkin ini adalah nasib baik Natria,ia mendapatkan peluang operasi ginjal dari salah satu pasien yang telah berwasiat itu.


Operasi pun segera di lakukan untuk Natria keesokkan harinya.


Mungkin inilah nasib baik orang sebaik Natria.


Sehari setelah menjalani operasi. Natria terbangun juga dari pingsannya.


Dan di situ sudah banyak anggota keluarganya dan keluarga Edwin yang sedang menanti kesadarannya.


Kini mereka sudah pada tahu akan semuanya tentang Natria.

__ADS_1


"Edwin..."Ucapan lembut yang di lantunkan istrinya saat kali pertama bangun.


"Iya sayang, kau baik-baik saja kan?"


Natria menganggukkan kepalanya pelan.


Kemudian kedua orang tuanya pun mendekati putrinya yang baru saja sadar itu.


Mereka juga tampak sedih dan sangat sayang,sama halnya yang di lakukan orang tua pada umumnya melihat kondisi anaknya yang sedang sakit itu.


Sementara Edward dan Luna tentunya belum bisa menjenguknya. Karena mereka juga masih berada di rumah sakit habis bersalin itu.


Mereka hanya bisa memberikan doa yang baik-baik untuk adik iparnya itu.


"Kasihan Natria,aku harap dia baik-baik saja"


"Dia pasti akan baik-baik saja sayang"


Luna terlihat kesusahan ketika akan duduk bersandar. Edward dengan senantiasa membantunya untuk duduk.


Belaian lembut pun senantiasa Edward berikan untuk Luna dan putri kecilnya.


Sambil menatap putri kecil mereka yang berada di gendongan Luna dengan bahagia.


Mereka terlihat bahagia sekali hari ini.


Senyuman pun tak berhenti melintas di wajah mereka sambil memainkan jemari anaknya.


Dua hari pun berlalu.


Edward bisa membawa Luna pulang ke rumah hari ini. Ini adalah rumah sakit miliknya. Jadi bebas lah mereka keluar masuk semaunya ke rumah sakit itu.


Para keluarga juga sudah hadir untuk menemani kepulangan mereka dari rumah sakit.


Kali ini ibu Edward yang akan menggendong cucunya untuk pulang ke rumah.


Sementara Edward terlihat menuntun istrinya dengan pelan dan penuh hati-hati menuju ke mobil.


BRAKKK!


"Eh, maaf Tante..."


"Aduh,kau tidak papa sayang"Edward langsung panik melihat istrinya di tabrak anak kecil sampai mainan yang di bawanya pun jatuh.


"Tidak Papa sayang.., hati-hati kalau bermain ya De..."Luna tampak mengelus pipi anak kecil itu lembut.


"Luna..."


Tiba-tiba ada seseorang yang memanggil namanya dan mengenalinya.


Luna pun kaget sambil menatap orang itu. Dan ternyata itu adalah ibunya Swara,nenek dari anak yang menabraknya tadi. Ibu wanita perebut suaminya dulu.


"Anda..."


"Maaf cucuku sudah menabrak mu"


"Oh..iya tidak papa, namanya juga anak kecil pasti main kesana kemari"


"Dia suamimu?"


"Iya,ini adalah Edward suamiku"


Beruntung sekali Luna, mendapatkan pemilik rumah sakit mewah ini. Sedangkan anakku karena merebut suaminya dulu kena karma dan menjadi begini sekarang.


"Kau habis melahirkan?"


"Iya,aku baru saja melahirkan"


"Selamat ya,maafkan kita juga atas semuanya"

__ADS_1


"Lupakan saja masa lalu, lagian aku benar-benar sudah melupakannya"


Lalu di susul dengan seorang perawat yang mendorong kursi roda seseorang.


Tentu saja itu adalah Swara yang akan kontrol ke rumah sakit untuk kesehatannya.


Ya ampun,kenapa Swara jadi seperti itu sekarang.


"Kau!,kenapa kau ada di sini?, dimana suamiku?, kenapa dia tidak pulang-pulang?"Tiba-tiba wanita itu merasa kesal sendiri setelah melihat Luna. Sepertinya walaupun terkena gangguan jiwa ia masih mengingat sosok Luna di masa lalunya.


Ya ampun, padahal Alfian sudah meninggal sejak lama,tapi kenapa dia masih terus saja seperti ini.


"Swara, sadarlah!."teriak ibunya kesal melihat putrinya yang belum juga sembuh dari gangguan jiwa.


"Baiklah, kita permisi"Edward sudah tidak betah lama-lama di situ. Ia menuntun kembali istrinya untuk menuju ke mobil.


Sesampainya di rumah mereka langsung istirahat di dalam kamar.


"Kenapa dia tidur terus si,aku ingin sekali mengganggunya"


Edward merasa gemas sendiri dengan putrinya yang terus tertidur anteng.


"Edward, jangan jail ya!, setengah jam lagi baru membangunkannya,aku juga ingin tidur dulu sebentar"


"Baiklah nona, silahkan Istirahat"


Edward terlihat ikut naik ke atas ranjang dan menjejeri Luna di pinggiran ranjang.


Ia kembali menunjukkan kasih sayangnya dan mencoba untuk menjaga tidur istrinya yang akan tidur itu. Belaian lembut juga ia berikan sepenuhnya untuk istrinya yang terbaring di samping anaknya itu.


Mereka terlihat bahagia sekali hari ini.


Dan semoga saja kebahagiaan ini terus-menerus sampai mereka tua nanti.


Sementara Edwin senantiasa menemani istrinya di rumah sakit.


"Mama Papa sudah tahu semuanya?"


"Sudah sayang, mereka sudah tahu semuanya"


"Aku pasti sangat mengecewakan mereka kan?,aku bukanlah menantu yang baik, apakah kau sudah pikirkan lagi perkataan ku yang lalu"


"Jangan berbicara macam-macam dan sembarangan lagi!, sampai kapanpun aku tidak akan mau menduakan mu,aku ingin hidup bersamamu saja, dan aku akan tetap percaya bahwa kita juga akan di berikan keturunan suatu saat nanti Natria"


Natria tersenyum dan menangis mendengar perkataan suaminya lagi. Jawaban Edwin masih kekeh dan tetap sama. Ia tidak ingin menzolimi perasaan istrinya sendiri untuk menduakannya.


Semenjak saat itu juga Natria menjadi semangat untuk hidup dan melakukan banyak hal demi ingin hamil.


Ia berjuang dan terus berdoa untuk di berikan keturunan kepada sang pencipta.


Bahkan Natria dan Edwin selalu positif thinking dan percaya kepada Tuhan pemilik segalanya.


Ia tidak pernah berhenti untuk memohon dan berdoa.


Hingga sampailah beberapa tahun pun berlalu.


Dengan segala kebaikan dan kesabaran mereka yang selalu percaya pada sang pencipta, akhirnya keajaiban dan kabar baik pun datang ke kehidupan mereka.


Natria dapat hamil setelah 6 tahun lamanya mereka menikah.


Sementara kehidupan Edward dan Luna pun semakin baik dengan semakin dewasanya anak mereka.


Percayalah!, jangan pernah menyerah dan putus asa atas apapun itu.


Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini selama kita masih berusaha dan berdoa.


Karena tentunya ada sang penolong sejati yang tidak pernah sedikitpun berpaling dari kita,yaitu sang pencipta.


End,

__ADS_1


Terimakasih banyak..πŸ˜˜πŸ€—


__ADS_2