Sakitnya Berbagi Cinta

Sakitnya Berbagi Cinta
Perubahan fisik


__ADS_3

Pagi ini Luna terbangun lebih awal dari tidurnya.


Ia beranjak ke kamar mandi karena mual dan muntah-muntah.


Ini hampir di bilang rutinitasnya saat sedang hamil karena mual di pagi hari.


Semakin hari perut tampak semakin membesar seiring berjalannya umur kandungan.


Bahkan perubahan tubuh pun mulai dirasakan Luna dengan perlahan.


Satu bulan yang lalu tubuhnya terasa biasa saja dan masih tetap sama di kala ia tidak mengandung.


Tapi kali ini ketika ia sedang menghadap ke arah cermin,ia merasa pipinya semakin tebal dan membengkak.


"Pipiku besar sekali?" Bertanya-tanya sendiri di depan cermin,ia juga terlihat memutarkan badannya kesana kemari untuk memastikan bentuk tubuhnya yang tampak semakin membesar.


"Kok aku gendut yah..."


Perubahan fisik yang terjadi di saat ibu hamil adalah bentuk kewajaran yang bahkan hampir di rasakan setiap ibu hamil.


Memang tidak semua orang mengalami hal ini, namun perubahan fisik seseorang yang sedang hamil merupakan hal yang biasa terjadi di kalangan masyarakat.


Bukan hanya itu saja, sensasi yang berbeda juga di rasakan oleh Luna.


Bibirnya yang biasa basah dan mengkilap kini terlihat kering dan pucat di setiap waktu siang.


"Kamu sedang hamil sayang, tidak baik lama-lama di dalam kamar mandi..!"Edward sudah masuk dan berdiri tepat di belakang istrinya yang sedang bercermin itu.


Ia juga ikut bercermin menatapi wajahnya yang tampan itu.


"Edward, kau sudah bangun?"


"Aku akan terbangun otomatis jika kamu pergi dari ranjang se langkah saja..hehe.."Menatap istrinya lekat yang terus menatap cermin.


"Apa yang sedang kamu pikirkan?, jangan sampai kamu melamun di dalam kamar mandi yah,itu benar-benar aku larang!"


"Tidak,aku hanya sedang mengamati diriku"


"Apa maksudnya mengamati?, tidak usah di amati pun kamu memang sangat cantik Luna".Gombalan di pagi hari Edward. Ia juga terlihat memeluk istrinya dari belakang menatap cermin.


"Tidak,aku hanya merasa aku kok gendut yah?, lihat bibirku!,jika hari semakin siang bibirku pasti akan seperti ini, pecah-pecah dan sangat kering"


"Apa yang sedang kamu cari...hmm?,apa yang sedang kamu permasalahkan?"


Edward dengan lembut mengelus perut istrinya dengan penuh kasih sayang.


"Aku rasa aku semakin jelek, semakin gendut dan pucat,aku takut kamu akan berpaling dariku nanti"


"Ya ampun!,apa yang sedang kamu pikirkan Lunaaaa.....?. Bisa-bisa kau berpikiran seperti itu!,apa kasih sayang yang aku berikan selama ini kurang bagimu?"

__ADS_1


Edward terlihat spontan melepaskan pelukannya setelah mendengarkan perkataan Luna tadi.


Ia bahkan terlihat sedikit masam dengan pemikiran istrinya.


"Tidak sayang,aku hanya takut akan hal itu..hehe.."


"Dengarkan baik-baik!. Perubahan fisik seorang wanita hamil itu sangat wajar, dan hampir semua perempuan hamil mengalaminya. Hal-hal aneh yang tidak pernah ia lakukan juga bisa saja ia lakukan selama hamil. Makanan yang tidak ia sukai juga bisa saja sangat ia sukai di kala ia hamil. Orang hamil itu memiliki motif yang berbeda-beda sayang,dan tugas seorang suami itu harus senantiasa menjaga, merawat dan menyayanginya sepenuhnya. Jadi jangan pikir hal bodoh seperti ini!,terlebih kau sedang hamil. Tidak baik kau memikirkan hal yang berlebihan dan membuatmu stress nantinya"


"Hehe...iya sayang maafkan aku"


"Kamu ikut ke rumah sakit hari ini kan?. Kamu juga harus periksa kandungan"


"Iya aku ikut kamu nanti..."


"Iya udah siap-siap sana!,bentar lagi aku berangkat"


"Iya sayang.."


------------


Hari sudah mulai begitu terik.


Kini mereka sudah berada di lingkungan rumah sakit di antar supir mereka.


Keduanya langsung masuk ke lobby utama untuk menuju ke ruangan Edward seperti biasanya.


Salah seorang pemuda berlari kecil ke arah mereka untuk memberitahukan sesuatu kepada atasannya.


"Iya, kenapa kau berlari?,apa ada masalah darurat?"


"Ada dokter spesialis anak baru yang sedang menunggu anda di ruangan tunggu Tuan, sepertinya ia ingin berbicara dengan anda"


"Kenapa kau tidak mengabari ku lebih dulu?"


"Aku sudah berusaha menelpon anda Tuan,tapi nomor anda tidak aktif"


"Ohh...ponselku sepertinya mati. Tapi dia sudah lulus interview rumah sakit untuk bekerja di sini kan?"


"Tentu saja sudah Tuan muda. Ia juga termasuk dokter profesional dan lulusan terkenal luar negeri seperti Anda"


"Baiklah,aku akan menemuinya langsung sebelum aku naik ke lantai atas,nanti malah bolak balik"


Pemuda itu segera pergi dan kembali untuk bekerja lagi.


Sementara Edward menggandeng tangan istrinya untuk menuju ke ruangan tamu rumah sakit itu.


"Apa itu tamu penting?"


"Entahlah,aku juga tidak tahu sayang. Aku benar-benar tidak tahu siapa dia,tapi mungkin dia mengenalku makanya dia mencari ku"

__ADS_1


Keduanya segera masuk ke dalam ruangan itu.


Terlihat wanita yang sangat cantik berpakaian dokter yang sedang duduk di sofa dan menatap kehadiran mereka.


"Edward.."Spontan wanita itu langsung berdiri dari duduknya dan memeluk Edward erat tanpa permisi.


Bahkan ia tidak melihat wanita yang berdiri di belakang Edward yang di gandengannya itu.


Luna sangat kaget melihat pemandangan ini.


Bahkan ia merasa kesal sekali melihatnya. Ia juga tidak menyangka pemandangan seperti ini yang akan ia lihat di rumah sakit.


Sebenarnya pemuda yang berada di ruangan itu juga sudah memberitahu hal yang penting agar wanita itu tidak bersikap semaunya.


Tapi setelah Edward datang,ia benar-benar sepontan memeluknya saking gembiranya bertemu.


"Tunggu, aku mohon lepaskan aku, bagaimana bisa kau ada di sini?,ini bukan adat orang barat jadi jangan praktekkan di sini!"


"Ohh iya maafkan aku. Lihatlah,aku sudah menjadi dokter seperti yang kita impikan dulu, bagaimana apa kau merindukanku?"


"Cihh, apa yang kau katakan Yasmine, jangan mengada-ada, perkenalkan ini istriku, namanya Luna"


"Istri?,kau sudah menikah?, kenapa kau tidak memberitahu tentang semua ini kepadaku?"


"Kita los kontak kan, tidak mungkin aku dapat memberitahu hal ini kepadamu"


Wanita itu siapa?, kenapa terlihat akrab sekali dengan Edward.


Ia tidak pernah cerita tentang nama Yasmine sebelumnya.


"Oh iya kenalin,aku Yasmine teman lama Edward, lebih tepatnya lagi aku mantanya, tenang saja cuma mantan kok,hehe..."


Wanita itu terlihat mengulurkan tangannya dengan gembira,mau tidak mau Luna juga membalas perkenalan itu dan memperkenalkan dirinya.


Apa maksudnya dia memperkenalkan diri dengan sebutan mantan?,apa baginya itu sangat penting.


Atau dia sangat bangga, atau bahkan dia hanya ingin memanas-manasi ku.


"Luna kau cantik sekali, pantas Edward mencintaimu"


Luna hanya tersenyum kecil mendengar perkataan wanita itu.


Sebenarnya ia sudah merasa kesal sejak tadi


"Bagaimana kau bisa kembali ke sini?, bukankah kau bilang kau akan menetap dan tinggal di sana?"


"Aku sangat merindukan negara asal ku, tidak ada salahnya kan jika aku kembali dan menjadi pekerja di rumah sakit ini?"


"Iya memang tidak ada masalahnya, yang penting kau harus bekerja dengan benar"

__ADS_1


"Siap laksanakan"


Luna tampak risih berada di ruangan itu dan pergi meninggalkan tempat begitu saja.


__ADS_2