
Dimana Luna,apa dia sudah pulang? dia kesasar atau tersesat
Edward berusaha mencari Luna di jalanan komplek yang ada di sini, namun ia tidak menemui batang hidungnya sama sekali.
Membuatnya segera kembali ke rumah untuk memastikan keberadaannya.
Dia tidak kesasar kan?,
Berjalan memasuki jalanan rumahnya yang tampak indah itu.
"Edward, kenapa kau baru kembali?, bukanya kau pergi bersama Luna tadi?"
Tanya ibunya yang sedang melakukan senam yoga di terasa rumahnya itu.
"Iya mah, tadi ada urusan sebentar,Luna dimana?"
"Dia ke taman kayaknya.."
"Oh..iya sudah.."
Aneh,ada apa dengan mereka berdua, bagaimana bisa perginya bareng pulangnya terpisah
Sambil menghibur diri Luna menganggu para pelayan yang sedang berada di taman alias membantunya untuk menyiram bunga.
"Sini berikan kepadaku Nona,jika Tuan muda melihatnya nanti aku ya akan di pecat dan di marahi.."
"Memang apa yang aku lakukan, Tuan muda sangatlah baik tenang saja,dia tidak akan memarahi mu.."
"Benarkah, bagaimana jika aku marah?"
"Kau..kau ada disini?, bukankah tadi kau.."Merasa kaget dengan kehadiran Edward yang berada di belakangnya tiba-tiba.
"Apa,aku tidak melakukan apapun.."
"Oohh.."Menjawab datar sambil menggeser beberapa langkah dari hadapannya dengan sengaja.
"Kenapa kau menjauhiku hah?"
"Si.. siapa yang menjauhi mu?,aku hanya sedang menyiram bunga kan"
"Benarkah..."Mencoba mendekati Luna kembali,tapi benar Luna mencoba menghindarinya.
"Ada apa denganmu, kenapa tiba-tiba kau menghindar saat aku berdekatan denganmu?"
"Aku tidak menghindari mu, aku hanya menjaga jarak..."
"Apa maksudnya menjaga jarak?"
"Nanti jika kekasihmu melihat kita berdekatan ia pasti akan marah-marah,dia ikut kemari kan"Menjawab dengan datar dan sedikit kesal terdengar di telinga Edward.
"Tidak.."
__ADS_1
"Aku tidak percaya.."
"Sebenarnya kau ini kenapa si?, kenapa tiba-tiba berbicara jutek kepadaku begini.."
"Apa si maksudmu aku hanya...."
"Ada apa ya pak?,pak,pak jangan sembarang masuk aja dong pak...."
Suara Ibunya Edward yang sudah sangat kesal saat ini.
"Ada apa si?"Keduanya langsung berjalan ke teras rumah karena penasaran.
Kemudian ada pula beberapa mobil yang menyusul dan main parkir di depan rumah begitu saja yang luas seperti lapangan.
Yang membuat mereka menyengkrut-kan dahinya adalah sebuah mobil polisi.
Polisi, kenapa ada polisi ke mari,
Kedua orang tua Luna pun tampak bingung,ia juga terdiam berdiri di samping ibunya Edward yang baru saja melakukan senam yoga.
"Maaf Pak Bu, kedatangan kami kemari ingin menangkap saudara yang bernama Edward Matariksa Permana, ia terjerat kasus penyekapan istri orang..."
"What?,apa.., siapa yang melaporkan hal gila ini hah?"
"Saya.."
Sudah bersandar dengan santai Alfian di mobil mewahnya itu, ia merasa menang sebelum bertanding.
"Aku suaminya Luna Tante, jika anda tidak percaya, tanyakan saja kepada ayah dan ibu mertuaku,tapi bagaimana kalian semua juga ada di sini?"
"Maksudmu,dia siapa Maira?.."
"Iya dia memang suaminya Luna Liana,tapi bagaimana bisa dia sekaya ini sekarang"
Mereka semua tampak tertekan dan tegang, polisi juga tampak bingung mendengar ocehan mereka saat ini.
"Ada apa Ma.."Mendekat ke tempat dimana ia penasaran sejak tadi.
"Nah itu orangnya, tangkap saja dia pak, dia lah orang yang telah berusaha menyembunyikan istri ku dan menghalangi ku untuk bertemu dengannya"
Petugas polisi langsung saja dengan sigap menjerat kedua tangan Edward secara langsung setelah mendengarkan Alfian berbicara.
"Luna.."Panggilan Alfian yang begitu senang melihat wajah istrinya kembali.
Tapi Luna tidak mengenalnya, yang ada ia malah merasa takut dan mengundurkan dirinya bersembunyi di balik tubuh Edward.
"Tunggu dulu pak!, apaan si?, bagaimana bisa anak saya terjerat kasus penyekapan istri orang, sedangkan ia disini bersama kedua orangtuanya,dia tidak menyekapnya pak, justru dia yang sedang menolong Luna dari suaminya yang gila itu pak..."
Beraninya dia bilang aku gila,
Mengepalkan tangannya Alfian.
__ADS_1
Ia sudah merasa sedikit kesal dengan perkataan Ibunya Edward yang menyudutkannya tiba-tiba.
"Iya pak bagaimana bisa begitu,saya sendiri orang tuanya istrinya Alfian,dan nak Edward ia sangat baik dan lembut merawat putriku dengan baik selama ini"
Kedua polisi ini tampak bingung dengan anggota keluarga yang sedang berbicara itu.
"Sebaiknya kalian semua jelaskan di kantor polisi nanti..."
"Beginilah gaya mu Alfian, dasar pengecut, seharusnya kau menemui Luna dengan cara baik-baik bukan seperti ini, kenapa kau melakukan hal bodoh seperti ini?"
"Diam kau,pak bawa saja dia!"
"Tunggu, jangan bawa Edward, kalian ini sedang apa si?"Luna merasa bingung dan memegangi tangan Edward,ia tidak ingin melihat Edward pergi jauh darinya.
"Luna,ayo kita kembali ke rumah,aku yang berhak atas dirimu, karena aku adalah suamimu..."Alfian yang semakin mendekat ke arah Luna.
"Tidak, aku tidak mau,kau ini siapa?"
"Luna.."Merasa heran Alfian dengan perkataan istrinya itu.
"Alfian apa yang kau lakukan?, kenapa kau tiba-tiba bersikap seperti ini?, bukankah dokter Edward yang telah merawat Luna selama ini, kemana saja kau?,kenapa setelah Luna sembuh kau baru kemari?"
"Dia menikah lagi Bu,dia menduakan Luna hanya demi jabatan dan harta, inilah yang membuat Luna kabur dari rumah"
Edward sudah tidak tahan lagi menyembunyikan kebenaran ini,ia rela di penjara asalkan Luna tidak lagi kembali bersamanya nantinya.
"Apa?"Melotot tajam ibu dan ayah mertuanya,ia benar-benar tidak menyangka akan ini.
"Benarkah itu Alfian?"
"Iyah Bu memang benar, tapi aku janji akan bersikap baik dan adil untuk Luna"
"Plakkk.."Tamparan keras mendarat begitu saja di pipi Alfian.
"Aku memberikan restu untukmu itu hanya untuk kebahagiaan putriku,tapi apa yang kau perbuat Alfian?, beraninya kau menduakan putriku dan membuat sakit hatinya, Plakkk.."Tamparan kedua kembali mendarat.
Ibunya Luna tampak begitu marah,ia ingin sekali menjambak rambut Alfian saat ini.
"Sabar Maira, kontrol emosimu.."Suaminya langsung berusaha menenangkan hati istrinya yang sedang bergejolak karena api kemarahan.
Sementara Luna masih bingung dengan semua ini,mendengar hal ini juga membuatnya pusing kepala sendiri karena tidak ingat.
"Pak bawa saja orang ini,dia telah menyembunyikan istriku setelah beberapa lama,apa kalian tidak dengar hah,ia membawa istriku tanpa seizin ku, bawa dia!.."Sambil memegangi pipinya Alfian berbicara begitu kesal kepada kedua polisi suruhannya yang masih berdiri mematung.
"Pak,apa bapak tidak dengar kami, lepaskan putraku dia tidak bersalah!"Ibunya Edward semakin terbawa emosi.
"Pa..Papa.."Memanggil suaminya sekeras mungkin yang ada di kamar lantai atas.
Ada apa si, ribut-ribut..
Mendengar teriakkan istrinya yang begitu nyaring mebuatnya merasa penasaran dan langsung turun ke lantai bawah.
__ADS_1