Sakitnya Berbagi Cinta

Sakitnya Berbagi Cinta
Di Balik Sikap Suami


__ADS_3

"Aku akan melihat Luna dulu, nanti aku akan kembali"


"Iya Sayang... baiklah"Meninggalkan meja makan, bahkan makan malamnya masih tersisa dan tidak di lanjutkan.


Alfian langsung berjalan ke kamar Luna setelah selesai dengan urusan makanya itu.Ia bahkan meninggal Swara yang masih makan di atas meja makan.


Dia terlihat cinta sekali dengan Luna.., bisakah dia mencintaiku juga.


Menatap kepergian sang suami lekat, Entah kenapa ia merasa begitu Iri, padahal ia sendiri sudah berusaha menahan rasa iri-nya saat ini.


"Huek..huek..."Suara Luna yang sudah berada di dalam kamar mandi,ia benar-benar tidak ada di atas ranjang.


"Sayang..."Memegang kedua bahunya lembut.


Luna tidak menjawab sahutan dari suaminya itu,ia hanya berusaha menyingkirkan tangannya yang bertopangan itu.


"Kau baik-baik saja..?"


"Huek.. huek..."Masih merasa begitu enek,ia ingin sekali muntah saat ini.


Dengan perhatian Alfian memijat leher istrinya dengan lembut yang sedang merasa mual itu.


Ia peduli karena ia sedang mengandung anaknya.


"Kua baik-baik saja kan sayang.."


"Aku baik-baik saja, pergilah aku tidak papa,ini sudah malam kan..."Merasa muak, ia mencoba mengambil tisu untuk mengusap bibirnya yang basah itu.


Kemudian Alfian ikut mengambil tisu dan mengusap-usapkannya dengan lembut ke bibir Luna.


Membuat Luna bimbang dan menatap lekat suaminya lagi.


"Kau masih mual?"Bertanya lembut.


"Tidak..."Berjalan pergi meninggalkan kamar mandi dan suaminya itu.


Dengan diam Alfian mengikutinya dari belakang.


"Kenapa kau mengikutiku?, pergilah!,aku mau tidur...."


"Aku ingin memastikan mu baik-baik saja Luna.."


"Bukankah aku sudah bilang aku ini baik-baik saja, jadi pergilah..."


Mengepalkan tangannya Alfian, tapi ia masih berusaha tersenyum manis kepada istrinya.


"Iya sudah baiklah,jika ini mau mu.. "Pergi meninggalkan ruangan begitu saja.


Dia benar-benar tidak peduli denganku, buktinya ia pergi begitu saja dan tidak mau mempertahankan dirinya di sini,dia memang sudah berubah..


Terus melangkah ke ruangan tengah yang ada di rumah ini, raut wajahnya terlihat terdiam dan memikirkan sesuatu.


Alfian memang benar-benar terlihat sedang memikirkan sesuatu sambil menyenderkan kepalanya di sofa.


Apa yang harus aku lakukan sekarang, kenapa sampai saat ini aku belum bisa membalaskan dendam ku,

__ADS_1


Bahkan aku selalu merasa tidak tega melihatnya bersedih dan menangis, tidak mungkin kan aku mencintainya..


"Apa yang sedang kau pikirkan?"Tanya swara yang sudah menunduk tepat di depannya saat membuka mata.


Ia memakai pakaian yang begitu mini dan seksi di depan suaminya ini.


Ia berpenampilan begitu menarik dan menggoda.


"Kenapa kau disini?,kau belum tidur?"Duduk tegap untuk menyesuaikan dirinya sambil menatap Istri barunya yang terlihat begitu seksi ini.


"Aku menunggumu sayang..."membelai kepalanya dengan lembut, lalu duduk di pangkuan suaminya itu.


Keduanya saling bertatapan lekat.


Hati Alfian yang sedang gundah menjadi tergoyak dan sedikit tertarik dengan rayuan istri barunya ini.


"Kau sangatlah tampan..."Menyelusuri batang hidungnya dengan jemari tangannya itu.


Kemudian perasaan Alfian terpancing dan melingkarkan tangannya di pinggang.


"Kau juga sangat cantik..."Merasa suaminya sudah tergoda membuat Swara kembali bertindak dengan mencium bibir suaminya terlebih dahulu,hal ini benar-benar menyakitkan di saat Luna keluar dari kamarnya dan melihat pemandangan ini.


Mereka berdua terlihat menikmati percintaannya di ruangan tengah.


Terlihat Alfian juga yang membalas ciumannya dengan hangat sambil merangkul pinggangnya erat.


Apa-apaan ini, mereka sengaja melakukan hal ini di sini, agar aku melihatnya, kenapa ini terasa begitu sakit,dia itu suamiku...


Luna masuk kembali ke dalam ruangan kamarnya, karena ia benar-benar tidak sanggup untuk melihat ini semua.


"Tidurlah, Istirahat di kamarmu..."


Rupanya ia sengaja melakukan hal ini agar bisa di lihat oleh istri pertamanya saja.


"Aku tidak mau tidur sendiri,apa kau tidak ingat ini malam apa?"


"Malam Kamis kan.., tidurlah!"


Keterlaluan,dia benar-benar tidak memiliki selera untukku, bukankah ini malam pertama kita,


Apa si.. kurangnya aku..


Merasa kesal menatap Alfian.


Aku harap ia sedang cemburu karena aku melakukan hal ini,


"Sayang kau sangat lelah..."Berusaha merayu sebisa mungkin agar bisa merebut hatinya."Sebaiknya kau juga istirahat di kamar,kau terlihat sangat lelah..,aku pasti akan melayani mu sesuka hati apapun yang kau mau dan butuhkan.."


Alfian terdiam menatap wanita yang sedang berbicara begitu lembut ini, namun apa dayanya, bodynya yang sangat seksi dan menggoda membuatnya terhibur dan mengikuti langkahnya masuk ke dalam kamar.


Bersandar di balik pintu,kenyataan ini benar-benar terasa begitu pahit.


Kenapa ia tega kepadaku, kenapa ia melakukan semua ini kepadaku,


Kenapa ia memilih menikah lagi di bandingkan setia dengan ikrar sumpahnya.., kenapa?,

__ADS_1


bukankah aku sedang hamil mas,


Berusaha sebisa mungkin untuk menahan air matanya, namun hati perempuan itu begitu rapuh, hati ini juga terasa begitu sakit hingga air matanya jatuh sendiri tak terkira.


"Jangan menangis..aku mohon jangan menangis.., kenapa aku menangis si.. kenapa aku harus menangisinya"Merasa kesal sendiri dengan apa yang ia lakukan, namun apa dayanya, hati ini terasa begitu sakit.


Di kamar ini keheningan muncul,Sejak langkahnya masuk ke dalam kamar Alfian malah langsung membaringkan tubuhnya untuk tidur.


Sementara Swara baru keluar dari dalam kamar mandi.


Ya ampun...gak lihat apa?,


aku udah cantik begini kenapa dia malah tidur dulu...tega banget,


Duduk di tepi ranjang,ia benar-benar merasa heran dengan suaminya ini.Apa kurangnya?,


Dari segi yang ia miliki terlihat begitu sempurna, baik hidup, kekayaan, fisik bahkan parasnya yang sangat cantik, namun kenapa Alfian terlihat biasa saja, begitulah pikiranya.


"Apa yang sedang kau pikirkan?"Bisikan tiba-tiba muncul terdengar di telinganya, semerbak aroma wangi suaminya juga tercium tiba-tiba, membuatnya kaget dan terbelalak menatapnya.


"Hem...?,a..aku tidak memikirkan apapun.."


Memeluk pinggang erat istrinya tiba-tiba.Lalu meletakan kepalanya di bahu,seraya menatap dan berbisik lembut.


"Bisakah kau hadir di hatiku?, bisakah kau mencintaiku..?, aku ingin ada seseorang yang dapat mengisi hatiku sepenuhnya...."


Eh...apa maksudnya ini, kenapa ia malah berbicara seperti ini, bukankah Luna sudah mengisi hatinya lebih dulu,


"Tanpa kau minta pun,aku sudah jatuh cinta dan mencintaimu sejak awal, bagaimana bisa kau berbicara seperti ini,apa Kehadiran Luna tidak ada di hatimu?"Merasa penasaran dengan perkataan suaminya tadi, ia merasa suaminya ini sedang berbicara melantur tak jelas.


Namun jujur saja di dalam lubuk hatinya yang terdalam, ia begitu merasa senang dengan perkataan suaminya ini.


"Tidak,dia memang hadir, tapi sebagai istriku,bukan di hatiku..."


"Lalu kenapa kau bersikap baik sekali dan perhatian kepadanya, itu membuat ku iri dan merasa sedih,kau terlihat sekali mencintainya saat bersikap?..."


"Karena dia sedang mengandung anakku, aku harus bersikap baik kepadanya..."


"Lalu kenapa kau menikahinya?"


"karena terpaksa.., Kenapa kau banyak sekali pertanyaan?,apa kau tidak mencintaiku?"memeluknya semakin erat dan hangat.


Ya..ya aku memang mencintai mu,tapi aku kan penasaran,


Tapi ini tidak penting,yang penting ia menjadi milikku sepenuhnya sekarang


"Iya maaf,aku tidak akan bertanya lagi kepadamu sayang tentang ini...."


"Muach..."Mencium bibir suaminya sesekali.


Lalu Alfian terseyum dan membalas ciumannya untuk menghibur dirinya yang sedang bimbang itu.


Aku benar-benar tidak menyangka jika inilah kenyataannya, jadi aku hanya perlu menyingkirkan Luna dari hidupnya...


Keduanya menikmati percintaan ini semalaman, entah ada apa dengan hari esok, apakah Alfian akan berubah dan menunjukan sifat aslinya kepada Luna?..

__ADS_1


__ADS_2