Sakitnya Berbagi Cinta

Sakitnya Berbagi Cinta
Alfian Pergi


__ADS_3

Cincin yang melingkar di jemarinya ini adalah cincin yang telah mengikat dan mempererat hubungannya dengan Edward.


Senyuman tiada henti melintas di wajah Luna saat ini.


Aku tidak berharap lebih,


aku hanya ingin jadikan Edward imam yang terbalik untukku nantinya.


Yang mau bersama di dalam suka maupun duka,


Yang setia menemaniku dan bersama-sama sepanjang masa,dia yang bertanggung jawab dan tidak pernah lalai akan kewajibannya sebagai seorang suami untuk membahagiakan istrinya, udah hanya itu saja...


Luna dengan sabar menyuapi Edward yang akan meminum obat, semasa ia sakit yang mengurusnya adalah Edward, jadi sekarang adalah gilirannya mengurus dan merawat Edward.


"Cepat sembuh, maafkan aku.., mungkin jika kau tidak ada janji denganku kau tidak akan seperti ini"


"Apa yang kau katakan?,aku yang tidak berkonsentrasi dalam berkendara, jangan selalu menyalahkan diri mu dalam hal apapun,itu tidak baik Luna.."


"Aku hanya merasa bersalah kau seperti ini,kau terluka saat ini.."


"Ini kan salahku sendiri, tenanglah.."


Segala urusan kantor polisi sudah selesai, semuanya sudah terurus dan di sidangkan dengan baik.


Keluarga Edward juga selalu bertanggung jawab dalam bidang apapun, mereka sangat mengutamakan tanggung jawab dan kebaikan orang lain, begitulah prinsipnya.


Keadaan Edward sudah begitu membaik, mungkin hari besok pun ia sudah dapat keluar dari rumah sakit dan dapat kembali ke rumah.


*****


Semakin hari kandungan yang ada di perut Swara semakin membesar.


Mungkin sekitar lebih dari satu bulan lagi ia akan melahirkan.


Sikap suaminya masih seperti biasa, cuek dan tidak perduli akan kandungannya itu.


Namun rasa cinta Swara terhadap Alfian masih saja membutakannya untuk tetap bertahan.


"Kau pulang cepat hari ini?,apa kau kecapean..?"


Tanya Swara sambil menghampiri suaminya yang turun dari dalam mobil.


"Aku bukan pulang cepat, siapkan semua barang-barang ku,aku ada kunjungan ke luar kota hari ini.."


"Kenapa mendadak.."


"Tuan..,ini HP-nya ketinggalan"Seseorang wanita cantik ikut menyusul atasannya yang sudah turun dari mobil.


"Oh.. baiklah terimakasih,kau tunggu saja di dalam mobil"


"Siap Tuan.."Dengan senyuman manisnya wanita itu masuk kembali ke dalam mobil itu.


Penampilannya sangat cantik dan elegan.


Ia juga terlihat sangat bersinar,ini membuat perasaan Swara gerah melihatnya.


Selain mantan seorang model,wanita itu sekarang bekerja sebagai sekretaris baru Alfian di kantor.


Siapa wanita itu?,

__ADS_1


apa ada sekertaris baru di kantor..?, menyebalkan sekali penampilannya.


Kenapa tidak izin kepadaku terlebih dahulu jika ia membutuhkan sekertaris.


Alfian masuk begitu saja dengan terburu-buru ke dalam rumah tanpa berbicara lagi dengan istrinya.


Swara pun segera menyusul masuk ke dalam ruangan mengikuti langkah suaminya.


Kini keduanya sudah berada di dalam kamar, terlihat juga Alfian yang langsung menyiapkan koper dan benar-benar akan pergi.


"Siapkan bajuku!, kenapa kau hanya terdiam?"


"Kau mau kemana?"


"Kemana lagi,ya urusan kantor lah.., memang aku pernah keluyuran kemana-mana sebelumnya"


Menjawab ketus sembari bersiap-siap untuk berganti pakaian yang lebih baru.


"Kau akan menginap?"


"Iyah, dua hari ini aku ada perjanjian dengan pemilik perusahaan xxx,kami harus membahas proyek penting ini dan tidak bisa di tunda..."


"Siapa wanita itu?"


Rasa penasaran ini masih menyelimuti diri Swara. Ini membuatnya tidak bisa melakukan perintah suaminya yang menyuruhnya untuk menata baju.


"Wanita yang mana?"


"Itu yang ada di dalam mobil?"


"Bukan urusanmu.."


"Ya ampun bawel banget, siapkan semua barang-barang ku,dia itu adalah sekertaris baru ku,kau puas"


"Bisakah kau tidak pergi?,aku akan memeriksa kandungan ku besok"


"Itu adalah kandunganmu,bukan kandunganku,supir kan ada"


"Tapi..."


"Ini pekerjaan penting tidak dapat di tunda Swara.."


"Iya sudah baiklah..."


Dengan tidak rela sebenarnya Swara melayani suaminya saat ini,ia merasa tidak enak hati sendiri melihat kehadiran wanita yang cantik dan seksi itu berdampingan dengan suaminya.


Ternyata jiwa pelakor itu lebih merasa tidak tenang jika kekasihnya berdekatan dengan orang lain.


Karena apa, karena ia sendiri Pelakor dan dapat merebut hati Alfian saat memiliki istri, otomatis suami yang sudah bersikap seperti itu ia akan mudah berpaling dan berpindah ke lain hati.


Begitulah yang ia pikirkan saat ini.


Setelah semua persiapan dan perlengkapannya selesai Alfian buru-buru berangkat dan akan segera masuk ke dalam mobil.


"Alfian hati-hati di jalan.."


"Iyah"Langsung masuk ke dalam mobil tanpa menoleh kembali kepada istrinya.


Kenapa tatapan wanita itu menyebalkan sekali,dia terlihat sekali tidak menyukaiku,

__ADS_1


Jangan coba-coba ia berani mendekati Alfian, jika ia, aku tidak segan-segan membuat hidupmu sengsara.


Melihat tatapan wanita baru itu membuat Swara semakin tidak enak diri, bahkan ia melihat sedikit senyuman sinis yang melintas di wajah wanita itu dari kejauhan.


Waktu terus berputar.


Kini malam pun hadir dengan sendirinya.


Swara sejak tadi masih menatap ponselnya lekat. Ia menunggu kabar dari suaminya yang sedang berurusan di luar kota.


Sepulang pertemuan Alfian langsung menuju ke arah hotel yang akan ia tempati.


Karena kondisi tubuhnya yang kurang tidur semalam membuatnya sedikit kleyengan terasa pusing.


"Bawakan leptopku ke kamar!"Sembari berjalan ke arah lift dan memegangi keningnya.


"Baik Tuan."Sekertaris barunya itu langsung bersedia menerima perintahnya dengan lembut dan santun.


"Tuan tidak papa?,apa perlu minum obat?"


"Tidak perlu,aku hanya pusing sedikit.."


"Baiklah.."


"Nanti kirim dokumen dan file-file yang kamu salin tadi ke email ya.."


"Baik Tuan.."


Keduanya langsung memasuki kamar hotel.


Kamar mereka berdampingan, jika Alfian memerlukan sesuatu maka akan mudah dan cepat saat memanggilnya.


Namun sebelum pergi ke kamarnya, sekertaris ini mampir ke dalam kamar untuk menaruh barang-barang.


"Huhft..."Menghela nafas sambil membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


Alfian terlihat lemas sekali tak berdaya.


"Anda mau minum teh hangat Tuan?"


"Iya boleh.."


"Baiklah tunggu sebentar"Wanita itu tersenyum kecil melihat Alfian yang sedang tak berdaya di atas ranjang saat ini.


Ini adalah kesempatan ku untuk membuat Swara sakit,aku harus membalaskan semuanya,


Selama ini ia yang membuat hidupku sengsara,


Aku yang selalu tersakiti dan terhina,aku yang selalu di injak-injak dan di abaikan, lihat saja Swara, perlahan aku pasti akan membalas semua perbuatan mu,


Sambil mengaduk minuman itu dengan penuh senyuman sengit, mungkin ia sedang merencanakan sesuatu saat ini.


Setelah urusan teh selesai sekertaris itu langsung masuk ke dalam kamar hotel atasannya kembali.


"Ini Tuan muda teh hangatnya,saya taruh di atas meja,saya permisi..."


"Iya..iya.."


Wanita itu langsung pergi meninggalkan ruangan ini dan kembali ke kamarnya, namun senyuman sengit masih ia tinggalkan sambil menutup pintu kamar ini.

__ADS_1


__ADS_2