
"Sayang aku kangen kakak ipar, hari ini aku ke rumah kak Luna yah?"
"Aku ada meeting pagi di kantor sayang, jadi mungkin kamu berangkat ke sana sama supir yah, tidak mungkin aku meninggalkan meeting yang sangat penting ini?"
"Iya udah gak papa"
Setiap hari suamiku sibuk sekali dengan urusan kantornya, bahkan ia jarang sekali memiliki waktu untukku.
Makan bersama saja jarang, inilah kehidupan dunia?.
Yang penting berilah kesehatan untuknya ya tuhan dan permudahkan segala urusannya.
"Tapi katanya kamu gak enak badan kan?,apa mau cek ke rumah sakit dulu?"
"Enggak usah sayang aku tidak papa,aku hanya masuk angin mungkin"
Natria istri Edwin langsung mengantarnya ke teras rumah sebelum suaminya berangkat.
Edwin terlihat mencium kening istrinya sebelum berangkat. Ini termasuk rutinitasnya setiap pagi.
Hari ini kondisi tubuh Natria memang tidak fit seperti biasanya.
Rasa mual dan pusing juga ia rasakan di setiap pagi.
Menatap suasana luar rumah yang cerah pun terasa gelap seketika.
Ia berusaha untuk melambaikan tangan dengan penuh senyuman menatap kepergian suaminya itu.
"Hati-hati sayang..."
Edwin terlihat memberi kiss bye dari dalam mobil yang kacanya terbuka itu, lalu mobil segera pergi meninggalkan tempat.
BRUGGHH!
"Ya ampun Nona"
Tiba-tiba Natria tersungkur karena pandangannya gelap seketika.
"Ya ampun, kepalaku terasa berat sekali. Perutku"
Sebenarnya Natria sedang menahan sakit perut yang entah karena apa sejak tadi.
Untung saja supir pribadinya sedang berada di situ dan sedang sibuk mengelap mobil, jadi ia melihat kondisi nona mudanya yang jatuh sakit itu.
"Nona anda kenapa?"
"Kepalaku terasa pusing sekali, perutku juga sakit sekali, aduh..."
"Iya ampun Nona ayo kita ke rumah sakit,tapi saya telvon Tuan Muda dulu ya"
"Jangan-jangan!, tidak usah,dia ada meeting pagi hari ini. Aku tidak ingin merepotkan-nya"
"Iya sudah sebaiknya kita ke rumah sakit sekarang saja ya Nona"
Raut wajah Natria begitu pucat pasi.
Ia terlihat kesakitan sekali saat ini.
Keduanya langsung ke rumah sakit dengan terburu-buru.
Di dalam perjalanan pun Natria terlihat terdiam anteng dan terpejam.
Sepertinya Nona muda yang ia bawa itu sudah pingsan di mobil.
"Nona..?, nona?...,apa anda baik-baik saja?"
Tidak ada sahutan dari belakang, membuat supir pribadi Edwin tampak semakin panik dan gelisah.
__ADS_1
Mau tidak mau ia harus segera menelfon Tuan mudanya.
Sementara mobil Edwin yang baru masuk ke depan pintu masuk kantor tampak berhenti mendadak karena kaget dengan panggilan itu.
"Apa?, bukanya tadi dia baik-baik saja?"
Edwin terbelalak mendengar itu semua.
Bahkan ia langsung menyuruh supirnya untuk putar balik ke rumah sakit.
Urusan meeting-nya sudah tidak penting lagi,baginya istrinya adalah nomer 1 yang harus di utamakan.
-------------
HACCIH...HACCIH...
Luna terlihat sibuk menggosok-gosok hidungnya karena gatel habis bersin.
"Kamu kenapa sayang?, kamu tidak papa kan?"
"Aku hanya sedikit pusing, pinggangku juga terasa pegal sekali"
Tentunya dengan umur janin yang semakin bertambah dan semakin besar menumbuhkan efek samping yang seperti Luna rasakan saat ini.
Yaitu sakit pinggang dan pegal-pegal.
"Sini aku gosok pake minyak yah, biar rasa pegal mu mendingan"
"Jangan Sayang, nanti kamu terlambat,ini sudah sangat siang"
"Aku tidak pergi ke rumah sakit kok,aku ingin menghabiskan hari ini bersamamu"
**Apa karena semalam jadi Edward tidak ingin pergi ke rumah sakit.
"Kamu tidak papa kan?,kamu masih sedih?"
"Aku tidak papa sayang,hanya saja aku merasa tidak ingin menikmati suasana rumah sakit dulu, pasti aku akan kebayang-bayang dengan anak itu"
Edward terlihat mengambil minyak penghangat dan langsung menggosokkannya lembut ke pinggang istrinya.
Sesekali ia juga memberikan pijatan lembut ke pinggang istrinya itu.
"Apa lehermu juga pegal?"
"Iya tentu saja sayang, semua badanku terasa pegal-pegal semua"
Panggilan tiba-tiba masuk.
Tertera nama Edwin di layar ponsel itu.
"Edwin, tumben sekali ia menelfon pagi-pagi begini"
"Angkat cepetan sayang...!, siapa tahu penting"
Edward pun segera mengangkatnya.
"Halo.."Edward terdiam mendengarkan adiknya yang berbicara itu.
"Tidak,aku tidak pergi ke rumah sakit. Kenapa?."
"Apa?...,oh iya sudah,aku dan Luna akan segera ke sana"
"Ada apa sayang?"Melihat raut wajah suaminya yang tampak mengerutkan kening setelah menerima panggilan itu membuat Luna penasaran.
"Ini Luna. Apa.!, Natria.. Natria masuk ke rumah sakit"
"Apa?, iya sudah ayo kita ke rumah sakit"
__ADS_1
"Bentar aku siap-siap dulu"
Mereka berdua bersiap-siap untuk pergi.
Kembali ke lingkungan rumah sakit.
Edwin sudah berada di rumah sakit milik keluarganya itu.
Ia segera menuju ke ruangan VVIP khusus miliknya yang bersebrangan dengan milik kakaknya Edward.
Natria sedang sibuk di periksa oleh dokter.
Entah apa yang terjadi padanya,ini membuat Edwin begitu gelisah walau sedang duduk di sofa lembut sekalipun.
Tak lama kemudian Edward datang berserta Luna.
Mereka juga tampak khawatir dan terburu-buru masuk ke dalam ruangan itu.
"Edwin, bagaimana Natria?"
"Ia masih dalam tahap pemeriksaan kak"
"Iya ampun semoga dia baik-baik saja" Do'a Luna untuk kebaikan adik ipar kesayangannya itu.
Tiba-tiba salah satu dokter teman Edward keluar dari balik pintu ruangan khusus pemeriksaan itu.
"Eh..Edward" Sebenarnya dokter itu merasa kaget dengan kehadiran Edward. Namun ini suatu hal yang kebetulan baginya.
"Iya bagaimana?"
"Ada hal yang aku inginkan bicarakan denganmu, kemari lah!"
Dokter itu malah memanggil Edward bukanya Edwin. Sepertinya ada sesuatu hal penting yang akan mereka bicarakan.
Hal ini membuat Luna dan Edwin semakin cemas dan semakin penasaran.
"Tunggu ya sayang,temani Edwin, jangan kemana-mana!
Mereka tampak menuju ke dalam ruangan itu kembali dan menutup pintu itu rapat-rapat.
"Apa yang ingin kau bicarakan?,apa ada sesuatu yang serius?" Edward sudah penasaran sekali dengan reaksi wajah lelaki itu. Terlebih menatap wajah temanya yang sedikit pias itu.
"Aku tidak mungkin mengatakan hal ini secara langsung kepada adikmu, terlebih dia adikmu Edward, tolong kau yang memeriksanya lagi,siapa tahu hasil pemeriksaan ku salah"
Dokter itu terlihat memberikan hasil diagnosis yang telah ia lakukan kepada istri Edwin.
"Apa maksudmu salah?,kau adalah dokter profesional di sini?,kau tidak mungkin salah"
Edward langsung menerima hasil pemeriksaan itu dengan begitu penasaran.
"Tapi kau yang lebih profesional dariku Edward,coba kau yang memeriksanya lagi...!"
"Ya ampun,apa ini?, yakinkah ini?"Edward terbelalak tidak percaya dengan hasil diagnosis adik iparnya.
"Aku sungguh tidak tahu, tapi begitulah hasilnya setelah aku mencoba memeriksanya dengan detail,coba kau saja yang memeriksanya lagi,aku tidak bisa mengatakan hal ini kepada adikmu.."
Edward langsung memakai peralatan dokter milik temannya itu untuk memeriksanya kembali.
Kurang lebih setelah setengah jam lamanya hasil pemeriksaan pun kembali keluar dari data dokter Edward.
Dan alhasil, hasilnya sama seperti pemerikasaan dokter temannya itu.
Ini sungguh membuat Edward terdiam dan sangat kecewa akan hasil pemeriksaan itu.
Ya ampun kasian Natria dan Edwin,
hal ini pasti akan sangat membuat mereka sedih.
__ADS_1