Sakitnya Berbagi Cinta

Sakitnya Berbagi Cinta
Suasana Rumah Sakit


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan hampir sepertiga malam.


Mereka bertiga masih menantikan kabar dari dalam ruangan operasi itu.


Tak lama dokter keluar dari ruangan mencengangkan itu.


Mereka semua tampak berdiri penasaran dengan apa yang akan di katakan dokter.


"Bagaimana kondisi persalinan putri saya Dok?,dia selamat kan?,dia baik-baik saja kan Dok, bayinya juga baik-baik saja kan dok?"


"Putri anda baik-baik saja Pak,hanya saja kondisi bayinya melemas,kami harus memberinya penanganan khusus untuknya secara langsung.."


"Apa..?"Kedua orang tua Swara kaget dan merasakan rasa khawatir yang semakin menjadi saat ini.


Mereka hanya bisa terdiam dan berdo'a untuk anak semata wayang dan cucunya yang baru lahir itu.


"Saya permisi.."Dokter itu langsung berjalan ke arah lorong dengan terburu-buru, sepertinya ia sedang membutuhkan sesuatu yang penting


dan darurat.


"Suamiku, semoga putri kita baik-baik saja yah..."


"Iya sayang tenanglah..".


Keduanya masih tampak begitu khawatir,tapi Alfian malah terdiam anteng di atas tempat duduknya sambil melipat tangan. Seolah-olah dia tidak memikirkan apapun tentang istri yang sedang melahirkan itu,ia tampak memikirkan hal lain dan terdiam begitu lama di tempat duduknya.


*****


Tak terasa pagi sudah tiba begitu saja.


Tirai-Tirai kamar ini pun tampak bersinar memantulkan cahaya matahari yang begitu hangat dan cerah.


Kedua pengantin baru ini masih bersembunyi di balik selimutnya.


Edward sudah tersadar dari tidurnya, namun berbeda dengan perempuan cantik yang masih pulas terpejam di sampingnya itu.


Senyuman Edward langsung muncul manis di bibirnya. Menatap istrinya yang terpejam dan sesekali ia mengelus pipinya yang lembut itu.


"Kau kecapean yah.., muach..."Masih memainkan jemarinya di pipi istrinya yang mulus itu.


Mengingat semalam membuatnya merasa bahagia dan terseyum lebar.


Sepertinya malam panjang yang begitu indah telah ia rasakan dan lewati sepenuhnya, hingga membuatnya terlihat begitu bahagia pagi ini.


Tetaplah bersamaku sayang,


mari kita hidup bersama-sama Luna,mari kita hidup bahagia di setiap harinya,aku mencintaimu,aku sangat mencintaimu Luna..,


Aku berjanji akan selalu membuatmu tersenyum dan tertawa,

__ADS_1


jika pun aku membuatmu kecewa, itu pasti karena aku tidak sengaja,tapi intinya aku akan selalu berusaha untuk selalu membuatmu bahagia Luna,aku janji..


"Muuachh.."Lagi-lagi kecupan hangat mendarat di pipinya.


Sementara raut wajah Luna tampak mengerut karena terganggu dengan tingkah suaminya yang sedang menggodanya itu.


Tidurnya pun terusik dan terganggu dengan pergerakannya, membuatnya mencoba membuka matanya perlahan dan menatap suaminya.


"Kau sudah bangun..?"Dengan mata sayu karena merasa begitu mengantuk dan ingin tidur kembali, tapi ia tetap berusaha menatap suaminya yang sedang tersenyum menatapnya kembali.


"Selamat pagi Nona,apa tidurmu nyenyak malam ini, muach..."Jemari Edward sambil mengelus pipi istrinya kembali dengan lembut.


"Sangat nyenyak sayang,aku tidak bisa tidur kemarin-kemarin karena kepikiran dengan semuanya, entah kenapa aku tidak tenang beberapa hari ini..."


"Tapi sekarang kamu sudah tenang kan?, tenanglah aku bersamamu sayang..."Langsung memeluk istrinya erat.


Dada bidang Edward pun menyatu dengan istrinya di bawah selimut hangatnya itu.


Sepertinya mereka masih sama-sama polos dan tidak berbusana.


"Mandi sana!,jorok..."Sambil terseyum menatap suaminya kembali setelah bersimpuh di bekapan dada suaminya.


"Aku wangi kok,ya kan?,apa mandi bareng..?"


"iiihhh...gak usah nyebelin deh,udah sana mandi"


"Iya iya baiklah, muach.. muach..muach.."Entah berapa kali kecupan hangat yang di berikan Edward saat ini,ia terlihat begitu ceria di pagi hari bersama istrinya.


Melewati berbagai masalah dan kehidupan rumit dalam rumah tangga.


Ini lah buih yang harus ia dapatkan dan miliki, menemukan lelaki yang sangat baik dan setulus Edward.


Ia merasa begitu bersyukur sekarang.


Semoga saja ini adalah awal dari kebahagiaannya yang baru saja di mulai dan sampai seterusnya selama hidup mereka.


Semoga keduanya selalu hidup bahagia dan sejahtera bersama-sama sepanjang masa.


*****


Kembali ke rumah sakit,


Kini Swara sudah berada di dalam ruangan pasien VVIP biasa setelah kelar dengan urusan operasi persalinan.


Anak yang sudah ia lahir kan pun sudah berada di dalam ruangan bayi khusus.


Bayi itu sedang mendapati penanganan di dalam tabung Karena adanya masalah kesehatan dengannya.


Tak terasa waktu sudah sore.

__ADS_1


Matahari pun semakin terlihat condong ke arah barat.


Ayah dari swara sendiri sendang pergi meninggalkan mereka karena ada urusan kantor yang sangat penting.


Sementara ibu swara sedang mengurus urusan administrasi rumah sakit di mana swara bersalin itu.


Kini tinggal mereka berdua yang sedang berada di dalam ruangan pasien.


Wajah swara masih terlihat pucat pasi setelah melakukan persalinan.


"Minumlah!,kau belum minum sejak tadi.."Dengan wajah datar seperti biasanya, tatapannya pun hanya sekilas menatap swara yang sedang terbaring.


Senyuman kecil mulai terlihat muncul di raut wajah Swara.


Ini juga baru pertama kalinya Alfian bersuara datar dan lembut kepadanya.


Hal ini benar-benar membuatnya tidak menduga dan merasakan sedikit sentuhan di dalamnya.


"Jangan menatapku seperti itu!, tidak ada perubahan pada diriku untukmu,aku masih seperti yang dulu, minumlah,kau harus minum!..."


Melihat Swara yang terus terdiam menatapnya membuatnya merasa risih dan langsung menyadarkannya.


"Iyah..."Sambil menerima gelas itu dari tangan suaminya.


Walaupun nada bicara Alfian masih terdengar jutek seperti biasanya,kali ini sikap kecil dan perhatian Alfian yang memberinya minum membuat hati Swara terseyum dan senang.


Hening beberapa saat di dalam ruangan ini setelah Swara selesai minum air putih.


"Makanlah..."Lagi-lagi Alfian menyodorkan piring berisi makanan yang di sediakan untuk Swara dari rumah sakit.


Mata Swara pun berbinar kembali merasakan perhatian dari Alfian yang tidak pernah ia duga sebelumnya.


Dengan keadaan Swara yang masih terbaring dengan peralatan medis, membuat Alfian sedikit menghembuskan nafasnya untuk menyuapinya karena Swara masih terdiam.


Hal ini membuat Swara semakin merasa senang walaupun mimik wajah Alfian tak bergeming sedikitpun dari datarnya seperti trotoar.


"Ayo makan!,ada yang ingin aku bicarakan nanti.."


"Apa itu?"


"Nanti, makanlah dulu!, bukankah aku sudah bilang nanti..."


"Iya baiklah..."Terpapar jelas senyuman di wajah Swara menerima suapan demi suapan yang di berikan Alfian kepadanya.


Apa dia mulai sadar,sikap apa ini?,


aku senang sekali dia bersikap seperti ini kepadaku, semoga saja dia akan lebih baik lagi kedepannya kepadaku,


Aku ingin sekali hidup bahagia bersamanya.

__ADS_1


Terasa semakin enak makanan yang ia santap ke dalam mulutnya.


Di dalam hatinya mendapatkan suapan dari suaminya adalah hal yang paling indah dan hal yang paling di nantikan-nya setelah sekian lama.


__ADS_2