
Pagi ini Alfian sudah sampai di pintu gerbang rumahnya.
Ia tidak tahu atas alasan apa mertuanya menyuruhnya untuk segera pulang, yang jelas ia sudah pulang sekarang.
Salah satu pelayan rumahnya keluar untuk membawakan barang-barangnya.
Kemudian di susuli dengan Swara yang di penuhi amarah.
"Plakkk..."Sambutan Swara tiba-tiba kepada suaminya. Ini membuat Alfian kaget dan bingung akan tingkah istrinya yang tiba-tiba saja kurang ajar."Apa yang kau lakukan di luar sana?,kau berselingkuh?"Bertanya dengan nada marah dan kesalnya.
"Apa?,apa yang kau katakan?,kau gila..?, beraninya menamparku.."Alfian pun melotot tajam menatap istrinya dengan marah juga, karena ia sendiri tidak tahu atas apa yang ia lakukan.
"Kau bilang kau ada urusan di luar kota kan?, ternyata inilah yang kau lakukan di luaran sana hah?"
Swara tidak peduli dengan para pelayan yang berkeliaran membereskan halaman rumah mereka.Ia juga memberikan bukti atas foto-fotonya bersama sekertaris itu.
Apa-apaan ini, bagiamana bisa aku tidur dengannya?.
Alfian pun terbelalak melihat foto itu,ia merasa tidak melakukan itu dengan wanita itu.
"Itu bohong,aku tidak melakukannya..."
"Bohong kau bilang?, jelas-jelas ini nyata adanya.."
"Terserah,aku muak berdebat denganmu.."
Merasa sakit hati di tampar istrinya tadi, ini membuat Alfian pergi meninggalkan rumahnya dan masuk ke dalam mobil kembali.
"Alfian.. Alfian..., brengsek.."Swara sudah kehabisan kesabaran menghadapi sikap suaminya, sementara Alfian pergi begitu saja entah kemana dengan mobil.
"Alfian..."Bahkan teriakannya sekali lagi tidak di dengarkan oleh suaminya itu.
Entah bagaimana nasib rumah tangga Swara kedepannya, yang jelas seperti ini lah suasana yang sedang mereka rasakan sekarang.
*****
Sunday adalah hari yang paling di nantikan semua orang.
Selain untuk berjalan-jalan dan refreshing,hari ini adalah hari dimana semua orang beristirahat dan menyenangkan dirinya masing-masing.
Luna sudah membersihkan dirinya. Sekarang ia sedang menyapu halaman rumah, selain bingung tidak memiliki kegiatan ia melakukan ini untuk berjemur badan sekalian di bawah sinar matahari yang masih hangat di pagi hari.
Terlihat Ibunya Luna yang juga sedang menjemur pakaian di lantai atas.
Biasanya pembantu rumah yang melakukan pekerjaan ini,tapi berhubung ia pulang kampung karena urusan, membuat mereka melakukan pekerjaan ini sendiri.
Tapi ini adalah hal kecil dan ringan bagi mereka, karena aktifitas seperti ini sudah semestinya dan biasa mereka lakukan di waktu mereka sangat susah dulu.
__ADS_1
Untuk kondisi hidup mereka saat ini sudah bisa di bilang cukup dan tentram walupun tidak lebih seperti yang lain, cukup saja sudah membuat mereka sangat bersyukur atas segala nikmat yang di berikan-Nya.
Suasana komplek juga tampak sepi, semua orang tampak bersantai di dalam rumahnya masing-masing.
Hanya beberapa orang saja yang berkelana kesani kemari tak jelas mencari kesibukannya sendiri.
Sebuah mobil mewah terlihat melaju memasuki halaman rumahnya,ini membuat Luna bingung dan terbelalak menatap mobil itu.
Mobil yang belum pernah ia lihat sebelumnya, mobil yang sangat asing berwarna hitam mengkilap seperti baru.
Namun di sisi lain ada tiga mobil yang mengikuti langkah mobil ini dari belakang, mobil mewah yang berturut berwarna putih kinclong perlahan masuk ke halaman rumahnya juga.
Mata Luna tak berhenti menatap mobil itu yang berhenti tepat di depannya.
Akankah itu Edward, kenapa pagi sekali,tapi ini bukan mobil Edward kan,tapi mobil yang lain seperti..,
Salah satu mobil sudah terbuka terlebih dahulu, mobil berwarna hitam mengkilap ini, mobil ini benar-benar terlihat baru dan indah.
Ternyata benar lelaki itu adalah Edward,ia sudah terseyum dengan setelan kemeja putih yang begitu rapi menatap Luna yang sedang memegang sapu.
Sontak Luna langsung melepaskan sapu itu dari genggamannya karena tidak percaya.
"Edward..."
Luna tercengang melihat kehadiran-nya yang membawa seluruh keluarganya ke mari.
Ini terlihat sangat ramai tentunya,tak pernah terbayangkan jika hari ini akan ada banyak tamu yang datang ke rumah.
"Pagi Nona..."Edward sudah terseyum bahagia melihat Luna yang masih terbelalak menatapnya.
"Ka.. kalian semua datang kemari?"
"Kamu kaget ya.."Edward masih dengan santainya bersikap menatap Luna.
"Pagi Sayang,pagi Luna..."Sapa ibunya Edward dan Papa-nya yang sudah berdiri tepat di samping suaminya di dekat mobil.
"Pagi Ma,Pa.."Terasa kaku lidah ini untuk berbicara menatap mereka semua.
Kemudian di susuli dengan Edwin yang datang bersama kekasihnya dan yang lainnya juga termasuk Oma juga ikut datang.
"Pagi calon kakak ipar,pagi kak.."Sapa Edwin dan kekasihnya.
Ada apa ini...
Luna masih bingung dengan kehadiran semuanya.
Edward tidak memberi kabar apapun sebelumnya tentang kehadiran mereka untuk hari ini.
__ADS_1
Hingga ia tidak memiliki persiapan untuk per-suguhan tamu hari ini.
Ada beberapa pelayan yang ikut serta dengan membawakan banyak buket bunga warna-warni dan mawar berwarna merah.
Ini membuat Luna semakin kaku dan terdiam,ia tidak tahu apa yang harus ia katakan sekarang.
"Maafkan aku,kau pasti bingung dengan semua ini kan..."
"Kalian semua benar-benar kemari,Oma ikut..."Luna tidak percaya menatap lekat Edward.
Sementara ibunya Luna yang melihat kehadiran mereka dari lantai atas langsung turun kebawah dan berdiri di belakang anaknya yang masih tercengang itu.
"Bu..."Papa Edward yang sudah menganggukkan kepalanya sopan menatap kehadiran Ibunya Luna, sementara ibunya Luna dengan kaku menundukkan kepalanya juga untuk menghormati mereka.
Ia juga merasa bingung dengan kejutan pagi-pagi ini.
Terlebih penampilan mereka masih seadanya dan hanya berpakaian rumahan yang di gunakan sehari-hari,ini membuat mereka merasa begitu canggung dan tidak nyaman.
"Mari semuanya masuklah..."
"Terimakasih banyak.."
Apa yang kau lakukan Edward?, bagaimana bisa kau hadir tiba-tiba seperti ini,kau bawa semua keluarga mu kemari tanpa sepengetahuanku?,
kenapa kau tidak mengabariku terlebih dahulu, lihat penampilan ku sekarang,apa yang kau lakukan?
Luna hanya bisa mengerutkan dahinya menatap Edward lekat sambil berjalan masuk ke teras rumahnya.
Ia hanya bisa menggerutu sendiri di dalam hatinya sambil membukakan pintu masuk rumah.
Rasanya kakinya gemetaran sendiri untuk melangkah ke dalam rumah karena kehadiran mereka yang tiba-tiba ini.
Namun ia mencoba untuk tetap tenang dan menarik nafas panjang untuk tetap tenang,walaupun jantung ini terasa berdetak kencang sekalipun.
"Silahkan masuk semuanya, mohon maaf dengan keadaan rumah kami yang sederhana ini.."
"Rumah kalian sangatlah bagus dan rapi, sudah terasa hangat sebelum kami masuk ke dalam rumah sekalipun.."
Ibunya Edward yang begitu hebat dan mampu menciptakan suasana kedamaian yang di penuhi dengan suasana tegang saat ini.
"Oh.. terimakasih banyak.."Ibunya Luna terseyum lebar sambil mempersilahkan mereka semua untuk masuk ke dalam rumahnya.
Kemudian di susuli dengan ayahnya Luna yang sedang sibuk berkebun di belakang rumah,ia juga tampak kaget dan tidak percaya dengan kehadiran mereka semua.
"Bu.. Pak, mohon maaf atas kehadiran kami yang tiba-tiba ini, ini pasti membuat kalian bingung dan kaget..."Edward sudah menundukkan kepalanya meminta maaf kepada keluarga Luna yang tampak tercengang dan bingung dengan semua ini.
Lamaran Edward yang beberapa hari yang lalu di rumah sakit belum Luna beritahu kepada keluarganya ia masih membutuhkan waktu yang tepat untuk memberitahu hal ini.
__ADS_1
Kemudian para pelayan dan beberapa pengawal mereka bolak-balik menurunkan barang-barang yang mereka bawa termasuk banyaknya parsel buah-buahan.