Sakitnya Berbagi Cinta

Sakitnya Berbagi Cinta
Rumah Baru & Kabar Bahagia


__ADS_3

Kurang lebih Edward dan Luna berbulan madu dua Minggu lamanya.


Mereka rasa ini sudah cukup lama dan banyak memakan waktu luang.


Kini saatnya kembali ke kehidupan normal seperti biasanya.


Sepulang dari bulan madu mereka langsung menuju ke tempat asing dimana sudah Edward persiapkan sebelumnya tanpa sepengetahuan istrinya.


Mobil terasa berbalik arah dari jalannya pulang ke rumah Edward.


Membuat Luna bingung, namun enggan juga untuk bertanya.


Karena ia merasa letih setelah menempuh perjalanan jauh.


Hingga sampailah ia pada sebuah halaman rumah besar yang luas di kelilingi oleh pagar keliling yang menjulang tinggi.


Rumah besar tiga lantai tak kalah mewah dari rumah orang tua Edward.


Yang ada di pikiran Luna saat ini adalah,


Ini dimana?, Kenapa kesini?,ini rumah siapa?"


Penuh dengan tanda tanya yang memutari otaknya,ia terhanyut dalam pandangannya yang memandang rumah besar itu.


Satpam dengan cepat dan sigap membukakan pintu gerbang rumah itu setelah mendengar suara klakson mobil majikanya.


Mobil pun dengan cepat masuk ke halaman rumahnya dan segera terparkir di sebuah garasi yang luas dan di penuhi dengan beberapa mobil disitu.


"Sayang ini dimana?, kenapa kita kesini?,ini rumah siapa?"


Edward tersenyum menatap istrinya yang sedang tercengang sejak tadi karena bingung.


"Pulang ke rumah lah.."


"Rumah, rumah siapa ini?"Makin bingung tak terkira.


"Pulang ke rumah kita, ini adalah tempat tinggal baru kita,ini rumah kita, selamat datang di rumahku ini sayang,dan sekarang menjadi rumah kita.. "


Tampak bangunan ini masih terlihat baru dengan beberapa barang-barang bangunan seperti cat yang sedang di pindahkan oleh beberapa orang pekerja di halaman depan rumahnya itu.


"Rumah kita?..."Terbelalak tak percaya menatap ke seluruh ruangan di sekitarnya yang luas.


Rumahnya besar sekali...


"Sudah ayo masuk!,iya ini rumah kita, kita akan hidup bahagia disini sayang..."


"Aammiin sayang.."Berkata dengan raut wajah yang masih tercengang karena tidak percaya akan kemegahan rumah ini.


Mereka langsung masuk ke dalam rumah dan menuju ke lantai atas.


Sementara para asistennya sedang mengurus urusan barang-barang untuk segera di masukan ke dalam rumah.


Keduanya sudah berdiri tepat di ruangan paling indah dan bersih.


Ya.. tentu saja, apalagi kalau bukan ruangan kamar mereka yang akan mereka tempati setiap malam nantinya.


"Kau suka kamar ini?"


"Kamar ini?, kamar kita?"


"Iya kalau bukan kamar kita kamar siapa lagi?,Aku sudah menyiapkan kamar ini khusus untukmu sayang"


"Khusus untukku?"


"Iya lihat saja warna kamarnya, bukankah ini warna kesukaanmu..."


"Indah sekali,corak bunga-bunga ini juga karena mu..."


"Iya lah, masa Papa.."


"Makasih sayang,ini sangatlah indah..."Memeluk dengan hangat suaminya.


Ia merasa begitu cinta dan sayang kepada sang suami.


Terimakasih ya Tuhan, karena sekarang aku telah di pertemukan dengan lelaki sebaik dan sehebat dirinya.


Aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana berterimakasih kepada engkau.

__ADS_1


I love you suamiku,aku berjanji akan selalu berusaha menjadi istri yang terbaik untukmu dari sekarang.


******


Waktu cepat berlalu.


Tak terasa pernikahan mereka sudah hampir menginjak tiga bulan.


Kini mereka terlihat begitu bahagia dan harmonis di setiap harinya.


Perhatian Luna kepada Edward begitu membuat Edward salut dan semakin sayang.


Sementara kasih sayang Edward begitu membuat Luna bahagia dan merasa nyaman serta damai hatinya.


Kini keduanya sudah berada di ruang utama.


Edward sudah rapi dengan pakaian dokternya untuk dinas seperti biasa.


Luna masih memakai pakaian tidurnya.


Dress cantik berwarna coklat yang melekat di tubuhnya tampak begitu indah saat di pakai.


Ia belum sempat membersihkan diri di pagi hari karena sibuk menyiapkan segala keperluan dan makanan untuk suaminya sebelum ia berangkat kerja.


Hari ini juga ia merasa sedikit tidak enak badan.


Namun ia sengaja tidak memberitahukan hal ini kepada suaminya.


"Sayang aku berangkat dulu yah" Memeluk istrinya dengan hangat dan penuh kasih sayang."jaga diri baik-baik di rumah, Mama juga akan main ke sini hari ini.."


Semerbak aroma parfum dan tubuh suaminya yang begitu wangi membuatnya merasa enek tiba-tiba karena ingin muntah.


"Benarkah?,aku sangat senang jika Mama kesini..." Sambil menahan rasa mual yang tiba-tiba muncul.


"Kau minta di belikan apa saat aku pulang nanti sayang?, muach..."Menatap lekat,lalu mencium kening istrinya dengan hangat,ini adalah kebiasaannya di setiap harinya sekaligus rasa sayangnya kepada istri.


"Aku ingin makan dadar gulung yang berwarna hijau yang isinya ampas kelapa gula merah,aku ingin itu.."


"Hah...?"Sempat heran dengan permintaan istrinya.


Tidak seperti biasanya ia meminta makanan kue basah yang jarang ada sepertinya.


"Jika tidak ada, kue pancong juga boleh.., yang keju coklat yah,aku pengin banget..."


"Oke baiklah,aku berangkat yah..., muach"


"Huek..huek.."Akhirnya yang di tahan-tahan keluar juga dari mulutnya. Luna benar-benar tidak tahan dengan bau suaminya yang terlalu wangi menurutnya.


Ia sudah mencoba untuk menutupinya dan menahan rasa mual-nya,tapi tatap saja tidak bisa.


"Kau kenapa sayang?,kau sakit.."Melihat istrinya yang tiba-tiba terlihat sedikit pucat di bibirnya.


Ini membuatnya khawatir.


"Huek..,a.. aku.. tidak Papa,tapi... huek..."Merasa terus mual dan akhirnya ia memutuskan untuk berlari ke kamar mandi dengan segera.


Luna kenapa?,dia baik-baik saja kan,apa jangan-jangan..


Edward langsung bergegas mengikutinya menuju ke kamar mandi.


"Sayang kamu kenapa?,kau tidak papa kan?"


Dengan lembut ia memijat leher istrinya yang sedang mual mual itu.


"Aku tidak Papa sayang, tenanglah...,ini hanya karena.."


"Karena apa?"Pikiran Edward sudah kemana-mana.


Akhir-akhir ini sikap aneh istrinya membuatnya penasaran.


Terlebih ia pernah mendapati istrinya yang sedang mual-mual di pagi hari tanpa sengaja.


"Ini karena bau parfum mu yang terlalu wangi"Terseyum sambil menutup hidungnya.


"Tapikan bukannya sudah biasa aku seperti ini.."


"Iya si tapikan..."

__ADS_1


"Katakan kepadaku?,apa kau hamil?"Langsung ke poin intinya tanpa berbasa-basi lagi. Edward merasa begitu berharap akan hal ini di suatu hari nanti baik cepat maupun lambat.


"Hamil?"Luna terdiam. Ia bingung harus menjawab apa sekarang.


Apa karena dia dokter, jadi aku tidak dapat menyembunyikannya sampai dia ulang tahun Minggu depan...,


Tapi baiklah jika ia harus mengetahuinya sekarang,


"Iya sayang,aku memang sedang hamil, semenjak pernikahan kita aku telat dua bulan, jadi aku mencoba untuk mengeceknya dan ternyata hasilnya ini..."Mengambil suatu benda yang ada di rak kecil miliknya di dalam kamar mandi itu.


Tentunya itu adalah alat tes kehamilan miliknya. Dan hasilnya adalah garis merah dua, walupun ia sudah mencoba beberapa tespek hasilnya sama-sama positif seperti itu.


Ini membuat Luna yakin dan merasa begitu bahagia.


Terlebih Edward,ia juga terbelalak dan bahagia tak terkira setelah mendengar kabar ini sambil menatap alat itu.


"Iya Tuhan aku senang sekali mendengarnya, Sayang..."Edward sudah berkaca-kaca menatap istrinya.


Hal yang paling di nantikan akhirnya segera terwujud dan ia dapatkan hari ini.


Keduanya saling berpelukan dan merasa bahagia satu sama lain.


"Terimakasih sayang, terimakasih atas kabar ini, aku sangat bahagia..., muach.."Bahkan Edward hampir meneteskan air matanya karena menahan haru yang sangat-sangat bahagia itu.


"Demi kamu dan anakku,aku akan belikan makanan yang kau inginkan itu sekarang,aku akan mencarinya sampai dapat..."


"Sekarang?, tapikan kau harus ke rumah sakit dulu kan?"


"Istri dan anakku lebih penting dari segalanya, apapun akan aku lakukan untukmu sayang.., muach"


Mereka begitu bahagia dan saling berpelukan lagi. Hari ini adalah hari terindah dan terhangat yang telah mereka rasakan.


*****


Sementara kondisi seorang wanita yang berada di rumah besar ini tampak begitu terpuruk.


Ia terus saja tak berhenti melamun sejak kepergian suaminya waktu itu sampai sekarang.


Hingga sampailah waktu menginjak tiga bulan ini ia masih saja memikirkan dan merindukan suaminya.


Ia benar-benar terlihat berlebihan sampai ia stress karena di tinggal suaminya.


Anaknya pun yang mengurusnya adalah neneknya,ibu dari Swara sendiri.


Ia terlihat tidak mengurus anaknya karena keterpurukan yang berkepanjangan.


Sementara keluarganya sudah berusaha keras untuk menghibur dan memberikan pengobatan terapi alternatif untuk Swara.


Namun apa daya, keadaan Swara terbilang buruk, ia benar-benar terkena gangguan Jiwa.


Sehingga dengan berat keluarganya menyewa dokter dan perawat khusus untuk gangguan kejiwaan di rumahnya.


Karena mereka gengsi jika Swara putrinya harus masuk ke rumah sakit jiwa.


"Alfian bentar lagi pulang yah?, Alfian bentar lagi pulang kan Ma?,Ia mencintaiku,ia tidak membenciku..."Sambil memeluk sebuah bantal yang selalu di pakai Alfian sewaktu ia hidup dulu.


Ia tidak berhenti memeluk bantal itu dan terus berbicara bahwa Alfian akan segera pulang menemuinya.


Bahwa Alfian masih hidup dan akan kembali.


Kini sebaliknya Hidup Luna dan Edward tampak bahagia di setiap harinya karena cinta dan kasih sayang mereka.


Sementara hidup Swara kini menjadi kehidupan yang buruk dan hancur bagi dirinya.


Ingatlah teruslah berbuat baik kepada seseorang dan janganlah kita mencoba untuk menyakiti hati seseorang,karena semuanya akan kembali kepada diri kita sendiri.


Tamat.


Thanks you very much atas kebersamaan semua.


Sehat-sehat ya para Readers.


Thanks you juga atas kebersamaannya selama ini.


Aku merindukan dan mencintai kalian.


β€οΈπŸ˜˜πŸ™

__ADS_1


Maaf jika author banyak kesalahan.


Aku rasa cukup sampai disini.πŸ€—πŸ˜˜


__ADS_2