Sakitnya Berbagi Cinta

Sakitnya Berbagi Cinta
Tragedi


__ADS_3

"Mama apaan si?,ini itu sudah malam,Luna tidak boleh pergi, bagaimana kalau ada orang jahat di luaran sana.."


Melepaskan tangan ibunya dari genggamannya yang berusaha menghalangi kepergiannya itu.


Ia tidak tega membiarkan Luna pergi dari rumah, apalagi waktu yang sudah semakin larut malam.


"Edward,kau mau pergi kemana?, Edward.."


Ibunya pun merasa kesal melihat Edward yang hendak mengejar kepergian Luna.


Edwin sedang terdiam sambil menyengkrut-kan dahinya di lantai atas.


Ia mencoba mendengarkan keributan yang ada di lantai bawah.


Hal ini membuatnya merasa penasaran dan segera turun ke lantai bawah.


"Edward,kau mau kemana?, Edward..ini sudah malam"Semakin berteriak ibunya karena merasa kesal dengan putranya yang terus meninggalkan lingkungan rumahnya.


"Mama ada apa si ?"mendengar teriakkan ibunya membuat Edwin semakin penasaran.


"Edwin, kau pasti tahu semuanya kan?, siapa sebenarnya perempuan itu?,kau ikut juga membantu kebohongan kakak mu itu kan?, katakan yang sejujurnya siapa dia?"


Eh,ada apa ini?, kenapa mama tiba-tiba tanya seperti ini,apa ia sudah tahu tentang yang sebenarnya.


"Apa yang mama katakan?,dia Luna kan ma, kekasih Kakak..."


"Tak usah berbohong!, jelaskan apa maksudnya ini?"


Menunjukan ponselnya dan menunjukan sebuah postingan laman berita yang beredar di dalam media sosialnya.


Terlihat foto wanita itu dengan jelas mirip sekali dengan Luna.


Di dalam postingan dan laman berita itu tertera jelas istri seorang CEO yang sedang menghilang dan di cari oleh suaminya.


Pengumuman itu juga sudah terkait dengan kepolisian tingkat daerah kota ini.


Ini yang membuat Ibunya Edward merasa takut dan cemas jika akan terbawa masalah dengan keluarganya.


Gawat berita ini benar-benar sudah tersebar luas.

__ADS_1


"Hey kenapa kau terdiam,dia benar-benar istri seorang CEO?, bagaimana bisa dia pergi meninggalkan suaminya?, bukankah suaminya kaya raya?"


"Kaya raya dari Hongkong .,jadi CEO saja baru,dan itu juga bukan perusahaan asli miliknya.."Menyangkut tentang lelaki itu benar-benar membuat Edwin merasa kesal sendiri.


"Intinya mama gak mau tahu, kakakmu tidak boleh menimbulkan kesalahan di keluarga ini, kembalikan ia pada suaminya"


"Ini bukanlah salah kakak ma..,ini semua salahku, Edwin sendiri yang beralasan ini dari awal kan, agar mama dapat menerima kehadiran Luna disini"


"Kalian ini lagi apa-apaan si, siapa wanita itu dan kenapa kalian bisa mengenalnya,dan kenapa ia itu istri orang dan sedang dicari sekarang?"


"Ceritanya panjang ma, akan aku ceritakan nanti,tapi Edwin mohon kepada mama kasihanilah Luna jika dia pergi,ini sudah malam,mamah tega apa ia sedang hamil?"


"Ah.. terserah kalian saja,mama pusing,dan intinya mama tidak ingin ada masalah yang timbul di keluarga kita, Jebrett.."Menutup pintu rumahnya dengan kasar.


"Ma.. mama tapi dia orang baik ma"


"Mama tahu dia itu orang baik"Mendengar teriakan putranya di depan pintu membuat Ibunya merasa geram dan membuka pintu kamarnya lagi


"Mama juga tahu dia orang baik, bukan itu yang membuat mama kesal sekarang, kalian semua telah membohongi mama, kalian berani memainkan perasaan mama,mama sungguh kecewa, anak-anak durhaka"Kesal meninggalkan Edwin yang masih terdiam mematung di teras rumahnya.


Sepertinya masih ada sedikit celah untuk masalah ini,tapi bagaimana jika mama cerita ke papa, pasti semuanya akan semakin ribet,


*****


"Luna tunggu!,tunggu Luna!.."Teriakan Edward yang sudah berlari menghampirinya.


Kenapa dia malah mengikutiku, seharusnya kau kembali ke rumah kan,


Pura-pura tidak mendengar Luna,ia sengaja menghindarinya dan terus berjalan dengan cepat.


Tapi langkah dan larinya tentunya kalah jauh dari lelaki yang berkaki panjang dan tinggi ini.


"Luna, apa yang kau lakukan,kau mau kemana?"Menyaut tanganya untuk memberhentikan langkahnya yang terus berjalan itu.


"Edward, kenapa kau kemari?,aku mohon jangan mengikutiku, dan kembalilah ke rumahmu!, aku tidak ingin kau semakin terbebani dan mendapat masalah karena aku, kembalilah ke rumahmu aku mohon"Mencoba melepaskan tangannya yang begitu erat.


Ia tidak ingin selalu merepotkan Edward di setiap harinya,ia juga tidak ingin Edward akan jauh dari keluarganya nantinya hanya karena dirinya.


"Tidak Luna tidak,ini itu sudah malam, kau harus kembali ke rumah,kau mau pergi kemana?"

__ADS_1


"Jangan pikirkan aku,aku akan baik-baik saja, pikirkan dirimu, Tante juga sedang marah kan, bujuk dia, titipkan salam dan permintaan maaf ku untuknya, aku harus pergi Edward,aku tidak mungkin kembali ke rumahmu lagi,aku benar-benar tidak bisa, maafkan aku, pergilah, terimakasih atas kebaikanmu selama ini,aku pasti akan selalu mengingatmu Edward..!"Dengan senyuman manis Luna terseyum sambil melepaskan tangannya.


Melihat Ibunya Edward yang terlihat begitu marah membuatnya merasa takut dan merasa begitu bersalah.


Jangankan untuk kembali ke rumah itu, untuk bertemu dengannya saja ia sudah enggan, karena rasa bersalahnya benar-benar mengintari dirinya saat ini.


"Tidak-tidak, aku tidak bisa melihatmu pergi,kau harus tetap bersamaku!,ini sudah malam,kau mau pergi kemana?,kau harus tetap kembali ke rumah..."Menyaut tanganya kembali untuk mengajaknya kembali ke rumah.


"Edward,aku mohon jangan,aku akan pulang ke rumahku sendiri, dan kamu tidak perlu khawatir tentang diriku lagi.."


"Ke rumahmu?, rumah mana yang kau maksud?, rumah suamimu?, tidak, tidak boleh..."masih kekeh untuk membawanya pulang ke rumah.


"Tidak Edward,tenanglah.. bukan ke rumah lelaki itu,aku akan pulang ke kampung halamanku,jadi kau tidak perlu mengkhawatirkan ku sekarang.."


"Tidak bisa"Menatap tajam Luna.


"Kenapa?, kenapa kau malah menghalangiku, jika kau tetap membawaku pulang ke rumah kau akan mendapatkan masalah Edward,aku mohon lepaskan aku.."


"Aku tidak bisa membiarkanmu pergi Luna,kemana pun itu,ini sudah malam,kau mau naik apa?, setidaknya kembali ke rumah dulu sekarang, kita bicarakan semuanya kepada mama baik-baik"


Luna terseyum penuh dengan keharuan menahan air mata menatap Edward, matanya sudah menggenang menahan air mata yang akan mengalir itu.


"Seumur hidupku..."menatap Edward lekat."aku baru bertemu seseorang yang berhati berlian sepertimu, aku merasa sangat senang, terimakasih kau telah hadir, terimakasih atas semuanya,tapi aku mohon lepaskan aku Edward,aku harus pergi, jaga dirimu baik-baik.."


Mendengar tatapan dan bicara lembut Luna membuat Edward terhipnotis sendiri dan lengah dari genggamannya.


"Luna,kau mau kemana?, aku mohon jangan pergi.."Melihat Luna yang berlari membuat Edward berusaha mengejarnya.


"Aku mohon jangan mengikutiku Edward, kembali ke rumah, aku harus pergi..."Terus berlari menjauhkan dirinya dari Edward.


"Tin.. tin..tin.. "Jarak mobil yang sudah begitu dekat membuat keduanya panik"Brrughh... Jeddderrr..."


"Luna..."Edward berteriak karena tak sempat menyelamatkan Luna dari arah mobil itu yang sudah menabraknya.


Terlihat juga mobil itu yang sudah membanting setirnya menabrak pagar keliling sebuah rumah.


Namun yang lebih mencengangkan lagi di mata Edward adalah melihat Luna yang sudah terkapar di atas jalan karena tertebak mobil.


"Luna.. tidak.. tidak...Luna..."Berteriak begitu syok dan ini terasa seperti mimpi baginya.

__ADS_1


Perasaanya benar-benar tidak karuan, sambil gemataran menghampirinya Luna.


__ADS_2