
Menjadi seorang Ayah adalah impian semua kaum Adam.
Khususnya lelaki yang sudah menikah dan berstatus memiliki istri, mereka pasti akan berharap agar segera di berikan keturunan.
Memiliki istri yang sedang mengandung adalah hal pertama yang baru di rasakan Edward.
Senangnya bukan main,ia merasa begitu semangat dan bahagia di setiap harinya dalam mencari nafkah.
Tentunya demi anak dan istri tercintanya Luna.
Bukan hanya keinginan-keinginan aneh saja yang harus ia turuti.
Tapi rasa kesabaran sebagai seorang suami lah yang harus ia jaga dan tanamkan sebagaimana ia mengahadapi orang yang sedang mengidam.
"Sayang...,Yang... Edward.."
Luna berusaha membangunkan suaminya yang sedang tertidur pulas di tengah malam.
"Emm,ada apa sayang?"Mata ini terasa enggan untuk membuka matanya.
"Aku lapar, pengin pisang goreng"
"Pisang goreng?,jam berapa ini Luna.."Edward berusaha menatap lekat layar ponselnya yang ada di atas meja samping ranjangnya.
Terlihat waktu yang sudah begitu malam bahkan terbilang larut malam.
"Jam segini mana ada yang jualan pisang goreng sayang, semua orang pasti sedang pada tidur dan istirahat"
"Iya aku tahu Yang,tapi aku lapar, pengin makan pisang goreng,dia yang mau..."Menunjuk perutnya yang tentunya sedang mengandung itu.
"Iya aku mengerti sayang,tapi besok ya sayang,jam segini mana ada pisang goreng. Kamu lapar banget yah?"
Edward tidak bisa membiarkan istrinya merasa kelaparan apalagi menginginkan sesuatu sampai tidak terpenuhi.
Namun apa dayanya mencari pisang goreng di malam hari adalah hal yang pastinya sulit untuk di penuhi apalagi menemukannya.
"Iya tapi maunya sekarang,aku laper, pengin makan pisang goreng..."Dengan mata yang berbinar penuh harap.
Mungkin Luna habis bermimpi pisang goreng kali ya, makanya bangun tidur di tengah malam ia meminta pisang goreng tiba-tiba.
"Oke-oke baiklah,aku coba cari makanan dulu yah!. Apa ada makanan lain yang kau inginkan selain pisang goreng?".
Walaupun Edward merasa begitu berat untuk membuka matanya ia tetap terlihat sabar sekali menghadapi istrinya yang sedang ngidam itu.
Ia mencoba bangun meninggalkan ranjang untuk mencari makanan buat istrinya yang sedang kelaparan itu.
Ia terlihat membuka kulkasnya
Malam-malam begini mana ada pisang goreng sayang, ada-ada saja kamu nih.
Yah..aku tahu itu anakku yang memintanya,
tapi setidaknya mengertilah nak-nak, tidak ada pisang goreng di tengah malam.
Edward hanya bisa menggaruk kepalanya menatap kulkas karena bingung.
Ia menemui istrinya kembali untuk berbicara.
__ADS_1
"Emm.. Sayang, minta yang lain aja yah jangan pisang goreng, kalau pisang goreng tidak ada,dan tidak mungkin juga ada yang jualan di tengah malam begini"
"Iya udah aku pengin Onde-onde yang isinya kacang ijo"
"Iya ampun malah lebih susah lagi. Buah mau Sayang?,anggur, semangka, melon juga ada,atau kiwi,apel atau yang lainnya?"
"Aku gak mau buah,aku lapar"
"Makan nasi aja mau?"
"Huekk....gak mau, nanti enek.."
"Makan pisang gorengnya besok aja yah,iya udah kamu mau apa?, tapi yang gampang di cari di rumah,akan aku buatin"
"Iya udah aku mau minum susu coklat aja sama es batu"
"Iya udah aku buatin yah"
Luna sedang tersenyum bahagia sekali, baik di raut wajahnya maupun di hatinya.
Rasa pusing yang sering datang karena hamil itupun tiba-tiba sirna begitu saja.
Lama Luna menunggu, namun akhirnya Edward segera muncul di balik pintu.
Ia terlihat membawakan bingkisan dan satu gelas susu coklat untuk istrinya.
"Apa itu?"
"Sepertinya kau belum makan apapun sejak tadi. Aku bawakan bakpao coklat untukmu, kebetulan ada bakpao di meja makan"
"Bakpao,wah..enak sekali"
"Aku yang meminta maaf sayang,aku begitu merepotkan mu malam ini, maaf..."Mengganggu tidur suaminya adalah hal yang tidak di inginkan Luna, namun apa dayanya jika ia sedang mengandung dan mengidam begitu.
"Ini bukan salahmu sayang, hanya saja anak kita ingin meminta perhatian lebih dari Papanya"
"Cihh,bisa aja.."Luna tampak bahagia sekali mendengar perkataan Edward yang manis.
Ia juga tersenyum manis sambil menggigit bakpao yang di bawakan suaminya itu.
"Kamu pasti sangat ngantuk yah, maaf..., tidurlah sayang"
"Tidak terlalu sayang, makanlah!. Aku akan menemanimu makan, tapi jangan lupa minum air putih setelah minum susu ya, baru kau bisa tidur, setidaknya sedikit saja jika kamu merasa enek"
"Iya sayang..."
Edward berbaring di samping istrinya.
Matanya terlihat begitu sayu karena ia merasa begitu ngantuk sebenarnya.
Namun melihat istrinya yang sibuk makan membuatnya ingin menemaninya.
"Aku tahu kamu ngantuk Edward. Tidurlah!,aku hanya akan menghabiskan makanan dan susu ini lalu tidur lagi"
"Jika kamu tidak bisa tidur bangunkan aku ya!"
"Iya sayang, tenanglah!"
__ADS_1
Ya Tuhan aku benar-benar merasa wanita paling beruntung yang mendapatkan lelaki sepertinya.
Tidurlah yang nyenyak sayang, kamu pasti kecapean kerja seharian kan.
Luna memang begitu menikmati makanannya. Sepertinya Bakpao itu cocok di mulutnya dan tidak menimbulkan efek enek di mulut.
Satu tangan penuh kasih sayang dan kelembutan juga sedang membeli rambut suaminya agar ia bisa tertidur kembali.
Hari sudah pagi.
Edward sudah bangun lebih dulu dari tidurnya.
Bahkan ia juga tidak berada di ruangan kamar ini.
"Dimana Edward?"
Luna segera beranjak dari ranjang untuk mencari suaminya.
Sementara sayup-sayup suara orang terdengar sibuk di dapur belakang.
"Ini minyaknya udah panas belum?,udah lah yah.."Edward sibuk sendiri dengan beberapa pelayan yang ada di dapur itu juga.
Ia juga terlihat memegang beberapa peralatan dapur untuk memasak.
"Aduh minyaknya muncrat"
"Hati-hati Tuan muda,naro pisangnya pelan-pelan,jika anda grogi dan sedikit melemparnya malah akan membuat minyak muncrat kemana-mana,kita harus slow saat menggoreng.."Salah satu pelayan itu mengajari cara memasak yang benar kepada majikannya itu.
Mendengar kata pisang dari kejauhan membuat Luna mengerutkan dahinya karena penasaran.
"Apa yang kau lakukan di sini Edward?"
"Ehh Luna,aku hanya sedang menggoreng pisang. Semalam kau meminta ini bukan,aku akan buatkan khusus untukmu dan anak kita"
"Iya ampun tapi kau tak seharusnya.."
"Hust!,aku jamin pisang goreng buatan ku enak"
"Tapi tanganmu?"
"Haha..ini tidak kenapa-kenapa Luna, hanya terkena minyak sedikit, nanti aku langsung pakai salep"
Ya Tuhan apa yang aku lakukan semalam hingga membuat suamiku repot seperti ini.
"Aku obati sekarang"
"Tapi pisang gorengnya belum matang sayang"
"Biarkan Lasmi yang menggoreng"
"Siap Nona"
Yang di maksud Lasmi adalah salah satu pelayan mereka.
Edward benar-benar lelaki super baik dan perhatian yang selama ini Luna temui.
__ADS_1
"Maafkan aku, gara-gara aku tanganmu jadi seperti ini"Luna mengoleskan salep ke tangan suaminya dengan penuh kelembutan
"Kenapa kau meminta maaf?,aku yang membuatmu seperti ini,jadi aku yang harus bertanggung jawab atas semuanya"Mengelus perut istrinya dengan lembut yang sedang mengandung anak pertamanya itu.