Sakitnya Berbagi Cinta

Sakitnya Berbagi Cinta
Kedatangan Wanita


__ADS_3

"Bagaimana sayang kau merasakan sesuatu?"


Merasa penasaran sendiri ibunya yang melihat ekspresi anaknya yang terdiam.


Namun ia memilih untuk menggelengkan kepalanya karena hanya bayangan samar-samar yang melintas di pikirannya.


"Tapi aku hanya mengingat tentang air yang sangat luas.."


"Air yang sangat luas, kau sedikit mengingatnya sayang"


Mengingat akan kenangan indah bersama putrinya di pantai dulu.


"Ibu apabila aku dewasa nanti semua yang aku sukai hanyalah masakan ibu,dan hanya rasa masakan ibulah yang akan aku ingat selamanya walaupun aku sedang sakit nantinya


Begitulah yang di ingat oleh ibunya saat ini.


"Dan aku tidak tahu lagi, yang aku ingat hanyalah air yang sangat luas,aku benar-benar tidak tahu lagi.."


Ibunya terseyum, perkataan putrinya kali ini membuatnya percaya bahwa akan ada peluang besar untuk kesembuhan putrinya kali ini.


*****


Pagi ini suasana hari begitu cerah dan segar.


Embun pun masih terlihat rintik-rintik di atas daunan.


Luna sudah bangun,ia sedang berdiri di balkon sampai rumahnya yang tepat menghadap ke jalanan komplek.


Matahari mulai memancarkan cahaya hangatnya ke tubuhnya, hati ini terasa lebih nyaman dan tentram rasanya.


Apapun itu aku harus ingat,aku harus mengingat-ingat semuanya perlahan,


Melihat Luna yang sedang merenung di balkon depan membuatnya tertarik untuk mendekat menemaninya menikmati keindahan pagi hari.


"Apa yang sedang kau pikirkan Luna?"


"Eh..,aku... tidak memikirkan apapun,aku hanya ingin melihat-lihat jalanan"


"Kau mau jalan-jalan?,biar aku antar, mumpung matahari masih hangat..."


"Boleh,apa kau sendiri tidak sibuk?"


"Tidak,aku juga libur ke rumah sakit hari ini.."


"Iya sudah baiklah"


Keduanya langsung turun ke lantai bawah.

__ADS_1


Mereka berdua jalan-jalan santai menelusuri jalanan komplek.


"Wah.. ramai yah di sini,semua orang tampak damai dan bergerombol.."


"Hem, bararti kau suka jalanan komplek ini"


"Iya aku suka yang ramai daripada sapi.."


Ada banyak orang yang terlihat di jalanan komplek ini dari penampilan mereka yang berasal dari berbeda daerah bahkan berbeda negara juga ada, namun mereka semua tinggal dan menetap di daerah kota ini.


Mata Luna tertuju pada suatu arah yang tidak bergeming sejak tadi.


Ia sedang menatap pasangan suami istri yang sedang bergandengan tangan.


Apa yang dia lihat, kenapa ia diam saja sejak tadi,


Edward dengan diam menatap ke arah yang sama seperti Luna. Ia juga mendapati pasangan yang sedang berjalan santai sambil bergandengan tangan.


Melihat hal ini membuatnya ikut terdiam dan menatap Luna kembali,ia merasa gelisah sendiri melihat Luna yang sedang menatap orang hamil besar.


Apa yang ada di pikirannya sekarang,apa dia mengingat tentang kehamilannya,


Begitulah yang di pikiran Edward saat ini.


"Edward.."


"Kenapa sampai sekarang aku belum bertemu dengan suamiku,dia tidak ada niatan untuk menjengukku?,mereka sangat romantis bukan..,aku berjanji pada diriku hari ini,aku membenci suamiku,aku benci dengannya,aku sudah lama menunggunya tapi kenapa ia tidak datang juga?, kenapa menanyakan kabarku saja tidak, kemana dia sebenarnya?"


Maafkan aku Luna,aku menghalangi pertemuan kalian,aku hanya takut kau akan terluka lagi,aku merasa aku belum siap menyerahkan mu padanya,aku tidak ingin melihat kau kembali padanya saat ini,


aku pasti sangatlah egois,


"Hey.. kenapa kau terdiam?, dimana istrimu?,kau sudah memiliki istri?, kenapa aku tidak pernah melihatmu bersanding dengan wanita lain..?"


"Itu tidak penting Luna,aku juga tidak memiliki siapapun lagi sekarang."Menjawab lemas sambil menghela nafasnya panjang.


Tidak mungkin orang sebaik dan setampan dirinya tidak memiliki pasangan,aku tidak percaya, kenapa bukan kau suamiku, kenapa harus orang lain.., kenapa bukan kau saja?,


"Tin..tin.tin.."Suara klakson dari dekat mengangetkan keduanya yang sedang berjalan santai itu.


Mobil mendekat berwarna merah dan menghadang keduanya yang sedang melangkah itu.


Edward sudah menyengkrut-kan dahinya melihat mobil yang tidak asing lagi baginya.


Ada apa dia kemari,


"Edward aku ingin berbicara denganmu.."Menggandeng tangan Edward begitu saja dan sedikit menjauh dari hadapan Luna.

__ADS_1


Dia siapa, kenapa menggandeng tangan Edward,


"Lepas!, apaan si"Mengibaskan tangan perempuan itu dan mengalihkan pandangannya.


"Kau benar-benar melakukan hal ini kepadaku?, setidaknya berikan kesempatan untukku sekali saja, bukankah aku sudah ribuan kali meminta maaf kepadamu..."


"Cih, gampang sekali kau meminta maaf, entah kau meminta maaf kepadaku sejuta kali pun aku tidak akan memaafkanmu, pengkhianat tetaplah pengkhianat..."


"Oh..apa karena wanita itu, siapa dia?, katakan kepadaku, siapa dia?"


"Tak usah bawa-bawa dia, apaan sih, bukan urusanmu.."


"Edward, setidaknya beri aku kesempatan,iya aku tahu aku khilaf,tapi kenapa kau benar-benar memilih jalan ini kau benar-benar tidak memiliki perasaan lagi untukku?"


"Tidak,kau puas.."Menatap wanita itu sinis,ia terlihat sekali membencinya, namun tangan itu masih bergandengan tangan karena wanita itu tidak mau melepaskan tangan Edward,hal ini membuat Luna yang melihatnya tiba-tiba suasana hatinya sedikit aneh dan berubah menjadi kesal.


Dia siapa,tapi kenapa aku melihat mereka berdua rasanya aku kesal sekali,


"Aku tidak yakin,tatap aku Edward..!, katakan kalau kau benar-benar membenciku!"


"Apaan si,kau ini tidak waras hah,aku benar-benar membencimu,apa kau tidak dengar?"Mengibaskan tangan wanita itu kembali.


"Oke..oke..jika ini yang kau katakan,tapi kenapa kau tidak berani menatapku,kau benar-benar tidak mencintaiku lagi,ayo katakan!"


"Tidak Dinar, semua perasaanku sudah hilang"


Mencoba meninggalkan wanita itu dengan kesal.


"Tunggu Edward"Memeluk Edward begitu erat dari belakang, membuat Edward terdiam dan terhenti dari langkahnya.


Melihat pemandangan seperti ini membuat Luna mundur perlahan untuk kembali ke rumah,ia sendiri merasa tidak ingin melihat keduanya karena entah kenapa ia merasa kesal saat ini.


"Aku mohon jangan ceraikan aku,ayo kita rujuk kembali,bari aku kesempatan kedua,aku akan menjadi istri yang baik dan setia Edward, maafkan aku"


"Tidak bisa, lepaskan aku!,kau tidak waras,kau bukanlah istriku lagi, lepaskan!,gila yah.."


"Edward aku mencintaimu,aku mohon kita kembali dan kita rujuk lagi"


"Aku benar-benar menyesal karena telah bertemu dengan wanita tidak waras sepertimu di dunia ini,aku juga benar-benar menyesal dan seumur hidupku aku tidak akan pernah ada niatan untuk kembali bersamamu, camkan itu..!"Menyingkirkan wanita itu yang sedang memeluknya secara paksa


"Edward.. Edward..,beri aku kesempatan"


"Walaupun pertemuan lalu kau tidak datang ke pengadilan terakhir,aku tidak peduli, yang penting kita sudah resmi berpisah, jadi jangan pernah bertemu dengan ku lagi"


"Edward.."Masih merasa tidak terima Dinar,ia benar-benar jauh-jauh dari rumah hanya untuk bertemu dengannya hari ini dan berusaha membujuknya kembali.


Maaf Dinar,ini sudah terlalu sakit bagiku, selama hidupku aku belum pernah merasa sakit seperti ini, karena aku sangat mencintaimu dulu,tapi teganya kau menduakan aku dengan lelaki lain di saat aku sedang sibuk mencari nafkah..

__ADS_1


__ADS_2