
Lama pelaksanaan pesta dan perayaan pernikahan besar-besaran ini.
Sampai waktu pun tak terasa sudah hampir gelap.
Acara resepsi pernikahan pun akan segera ditutup dan usai.
Badan dan tulang-tulang ini terasa letih dan pegal.
Teringin sekali ke-dua pasangan pengantin ini istirahat dan merebahkan tubuhnya di dalam kamar.
Dan pada akhirnya waktu pun sudah menentukan mereka untuk istirahat.
Tepat di depan mata Luna, dengan mata yang berbinar karena terbelalak begitu takjub dengan keindahan kamar ini.
Yah...kamar pengantin baru sekaligus malam pertama bagi mereka yang sudah menikah itu.
Langkah Luna terhenti sejenak karena terhipnotis dengan keindahan kamar ini.
Edward pun tersenyum di samping istrinya,ia mulai menyadarkannya dengan menggandeng tangan Luna dan berjalan menuju ke arah ranjang.
"Bagaimana kamarnya?,apa kau sudah dengan dekorasi ini?"
Mendudukkan Luna untuk duduk tenang di pinggiran ranjang tempat tidur mereka nantinya.
"Seberapa banyak kau menghabiskan uang untuk bunga-bunga ini?"
Melihat keindahan kamar yang begitu berlebihan baginya dengan banyaknya bunga-bunga indah di dalam kamar ini yang menghiasi ruangan membuatnya begitu heran.
Mungkin ini tampak berlebihan bagi Luna,tapi tidak untuk Edward, hal kecil ini tidak ada harganya bagi dia.
Karena yang terpenting sekarang adalah bagaimana caranya ia membuat nyaman istrinya dan membahagiakan Luna dengan caranya sendiri.
"Aku tidak tahu,aku juga tidak ingin menghitungnya, lagian ini tidak ada harganya Luna,ini hanyalah bunga-bunga kecil kan, tidak seberapa.."
ini memanglah bunga kecil Edward,tapi ini satu kamar bukan satu buket bunga,
"Bagimu mungkin ini biasa saja Edward,tapi bagiku ini sangat luar biasa dan menakjubkan,ini sangatlah indah.."Mata ini berkeliling kesetiap sudut ruangan menatap bunga-bunga itu. Terasa di surga bagi Luna, terlebih ia tidak pernah melihat hal seperti ini sebelumnya.
"Aku mendekorasinya khusus untukmu,aku ingin kau merasa nyaman saat tidur denganku nanti.."
"Dimana pun aku berada, dan asal aku bersamamu saja Edward, itu sudah membuatku sangat nyaman dan senang, tidak perlu berlebihan seperti ini..."belain lembut tangan Luna ke pipi Edward serasa selembut sutra.
"Benarkah..?"
__ADS_1
"Iya benar,aku mencintaimu,apa adanya.."Sedikit malu sebenarnya Luna mengatakan hal ini pada suaminya, namun suaminya malah terlihat tersenyum begitu bahagia menatap wajah istrinya yang merona karena malu.
"Muach..kau sangat cantik, sungguh sangat cantik lebih dari apa yang aku bayangkan Luna, aku juga sangat mencintaimu.."menatap lekat istrinya yang sedang merona itu.
"hehe.."Bingung Luna harus berkata apa,ia malah semakin merasa grogi sendiri saat bertatapan dekat dengan suaminya.
"Aku sangat ingin memelukmu..."Edward pun langsung memeluk istrinya dengan sangat lembut dan hangat di atas ranjang ini.
Pelukan hari ini adalah pelukan terhangat dan ternyaman yang di rasakan keduanya.
Sebelumnya mereka berdua sangatlah berjaga jarak, namun kali ini akhirnya takdir menyatukan mereka berdua.
"Kau sangat harum dan wangi Luna, muach.. muach..."Mencium kening istrinya dengan penuh rasa kasih sayang.
Kemudian keduanya bertatapan kembali dan saling menumbuhkan sinyal cinta mereka yang semakin dalam.
"Terimakasih atas kehadiranmu,aku bahagia Edward, sangat bahagia.."Sudah berkaca-kaca matanya,ini bukanlah air mata kesedihan tapi air mata bahagia Luna untuk posisinya yang sekarang.
"Aku yang lebih bahagia sayang, terimakasih telah membukakan pintu hati untukku, walaupun aku tahu kau pasti masih sangat trauma akan masa lalu. Aku berjanji akan selalu membuatmu bahagia nantinya,aku tidak akan mengecewakanmu Luna, tidak akan,jika itu terjadi itupun karena ketidaksengajaan...."
"Aku percaya kepadamu sayang.."
Senyuman manis Luna terpapar jelas saat ini,ia terlihat begitu bahagia walupun matanya memang terlihat menggenang air mata.
Hidup tidak selamanya di uji, kita akan mengambil buah dan hadiah dari apa yang kita tanamkan selama ini.
Kita juga akan mendapatkan hadiah dari apa yang kita lalui dengan penuh kesabaran dan kebaikan.
Teruslah berbuat baik kepada siapapun,karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat buat yang lainya, jangan menyakiti atupun membuat orang lain terluka karena hukuman itu pasti ada, dan kita juga akan mendapatkan balasannya atas semua itu
Jadi tetap semangat dalam menjalani hidup ini ya, tetap semangat kita semua pasti bisa.
Keheningan tercipta damai bercampur canggung di dalam kamar ini.
Keduanya masih bertatapan lekat tanpa berbicara, namun Edward terseyum kembali sambil mengelus-elus pipi istrinya yang mulus itu.
Sesekali ia memberikan kecupan hangat di bibirnya, membuat Luna terbelalak karena jantungnya berdetak begitu kencang tiba-tiba.
"Kau sangat cantik.."
"Kau juga sangat tampan, muach..."Luna pun ikut membalas memberinya kecupan hangat di pipi Edward.
"Lagi...!"Semakin terseyum Edward menatap istrinya.
__ADS_1
"Muach.."
"Lagi..."
Kali ini wajahnya terlihat begitu merona karena malu, sampai-sampai Luna pun menggelengkan kepalanya menatap suaminya yang terus menggodanya.
Sementara Edward ikut duduk di samping istrinya,lalu keduanya berhadapan dan bertatap semakin lekat.
Tiba-tiba Edward pun menempelkan bibirnya ke bibir Luna, semula Luna memang terbelalak karena berdebar, namun sentuhan lembut bibir Edward langsung menciptakan kenyamanan dan membuat Luna ikut membalas ciumannya.
Keduanya bercumbu lama dalam hal ini, suasana pun sangat bersahabat malam ini hingga membuat keduanya terhanyut dalam cinta dan kasih sayang satu sama lain.
Tangan itu mulai menyelinap masuk ke dalam pinggang istrinya yang seksi.
Ciuman itu mulai semakin memanas dan bergairah. Edward mulai menjalari lekuk leher Luna yang putih bersih itu.
Dengan baik dan senyuman Luna melayani Edward. Keduanya saling membalas satu sama lain.
Dengan lembut dan perlahan Edward menyingkirkan setiap helai benang yang menghalangi langkahnya sambil mencium bibir Luna kembali.
Tubuh yang mulus putih itu pun semakin terlihat indah dan bersinar, Edward belum melepaskan ciumannya.
Tak lama ia mulai meraba kesana kemari, mencari keindahan yang di inginkannya.
"Tubuhmu sangat harum dan wangi sayang, muach, muach...."sambil menelusuri setiap lekuk tubuh istrinya yang wangi itu.
"Tubuhmu juga sangat indah dan berbidang, muach.."
Entah apa yang terjadi di antara mereka berdua, sepertinya mereka sedang melakukan hal-hal indah di malam pengantin pertama mereka.
Hingga pada akhirnya keduanya benar-benar terhanyut dalam bercinta dan melewati malam ini dengan sangat indah dan penuh gairah yang sangat panjang.
*****
Tak terhitung sudah beberapa jam Alfian dan ayah mertuanya menunggu di depan ruangan ini.
Ya.. menunggu istrinya yang sedang bersalin di dalam ruangan operasi.
Terlihat juga Papa Swara yang sedang termenung menunggu kabar tentang putri semata wayangnya.
Sementara ibunya Swara baru datang dan menyusul ke rumah sakit ini.
Wajah kedua orang tua Swara tampak cemas dan pucat, tetapi berbeda dengan wajah Alfian yang biasa saja,ia tidak bisa merasakan rasa cemas untuk istrinya, karena apapun itu yang jelas ia tidak bisa cemas.
__ADS_1