Sakitnya Berbagi Cinta

Sakitnya Berbagi Cinta
Pelakor VS Istri Pertama


__ADS_3

Pagi yang cerah ini adalah pagi yang begitu indah bagi sepasang pengantin baru ini.


Terdapat guratan senyuman yang manis di wajah Swara.


Bahkan ia terlihat tertawa kecil dan senyum-senyum sendiri di dalam kamar mandi sambil membersihkan dirinya.


Aaaaaa.. apakah ini semua mimpi?, aku benar-benar memilikinya sekarang?'benar-benar kegirangan hati ini, rasanya ia sangat senang.


Terlebih, mengingat tentang semalam saat bercinta, benar-benar menyenangkan baginya hari ini.


"Pagi yang sangat indah..nanana..."Sampai-sampai ia bersenandung menghadap ke arah cermin.


Sekarang aku tinggal mikir, bagaimana caranya agar aku bisa menyingkirkan Luna secepatnya,


Terdiam lagi,ia masih mengingat-ingat tentang ucapan suaminya semalam."kenapa kau tidak pisah saja denganya?".


"Dia sedang mengandung anakku.. bagaimana bisa aku pisah denganya?, lagian aku belum puas bermain-main dengannya,aku masih punya tugas akan ini.."


Sebenarnya aku benar-benar tidak mengerti yah apa maksudnya?, maksudnya bagaimana si?,lalu Alfian menikahi Luna buat apa coba?,aku jadi makin penasaran kan..


"Aaa... terserah lah,ini membuatku pusing,aku harus mencari tahu sendiri"


Makanan sudah tertata penuh dengan rapi di atas meja makan.


Para pelayan senantiasa merapikan kursi-kursi yang ada di meja makan ini.


Kebetulan hari ini adalah hari pertama dimana Alfian akan kembali masuk ke kantor sebagai seorang CEO bukan manager kantor lagi. Sungguh mimpi si baginya, tapi memang menjadi pemimpin perusahaan adalah impiannya.


Dengan balutan kemeja putih dan jas hitam yang ia kenakan terlihat begitu memukau dan semakin tampan.


Bahkan Luna yang menjadi istrinya selama ini tidak pernah melihatnya berpenampilan begitu cold seperti itu.


Jangan melihatnya,dia yang sudah melukai hatimu untuk saat ini,


Ia berjalan menuju ke arah meja makan, sementara Swara lebih dulu menyiapkan kursi dan piring untuk suaminya itu.


Luna yang merasa asing dengan rumah ini hanya terdiam dan tak melakukan apa-apa karena bingung.


Tapi ia tetap berusaha untuk melayani suaminya dengan baik.


"Sini biar aku pakaian dasi mu..."Luna mendekat, melihatnya yang kesusahan memakai dasi, karena biasanya yang selalu memakaikan dasinya adalah Luna sendiri.


Cih sial, dia pasti ingin tetap mendapatkan perhatian dari Alfian kan, makanya dia ikut-ikutan perhatian..,


"Terimakasih Luna.."Terseyum kecil sambil menarik kursi makanannya untuk duduk.

__ADS_1


Lihat kan, katanya semalam dia tidak menyukainya, tetapi ia bersikap sangat lembut dan baik kepadanya, gimana si..,ini tidak boleh di biarin.


Sementara Luna yang sudah terbiasa melayani suaminya ini langsung mengambilkan porsi nasinya ke atas piring yang sudah di siapkan Swara tadi tepat di depan suaminya.


Ih.. itukah aku yang mengambilkan piringnya.


Siapapun itu tetaplah Luna yang lebih tahu akan aturan malam dan porsi suaminya Swara.


Kau hanyalah orang baru yang datang dan menjadi penghalang antara keduanya.


"Sayang, kamu mau makan apa biar aku ambilkan?"


mendahulukan Luna yang sedang mengambil nasi porsinya itu, sebenarnya Luna sendiri sudah menyiapkan menu pilihan untuk suaminya di dalam pikirkannya itu, namun keduluan oleh Swara.


Dia menawarkan suaminya itu telur ceplok balado kesukaannya.


"Kamu mau makan ini sayang...?"


"Suamiku tidak doyan pedas,Ia lebih suka ayam kecap.."Senyuman kecil kemenangan Luna saat ini.Tanpa menunggu respon dari Swara ia langsung mengambilkan menu ayam kecap untuk suaminya itu.


Ih..dia kan suamiku juga, lagian dia juga belum menolaknya kan,dan kenapa kau diam saja hah..


Sebenarnya di dalam hatinya benar-benar kesal mendapati tingkah Luna di pagi hari ini,ia terlihat tidak bisa melakukan apapun untuk suaminya.


"Oh.. gitu yah, maaf sayang, aku tidak tahu"


Ih.. kenapa si dia malah berbicara seperti ini?, katanya dia tidak menyukai Luna.


Menatap sinis suaminya yang duduk terdiam di meja makan itu.


Aku harus bisa mengalahkan Pelakor ini, bagaimana pun caranya aku tidak boleh kalah,kau pikir aku akan diam saja hah, tidak akan...,aku mencintai suamiku, dia harus kembali kepadaku.


Apa yang merasuki mimpi Luna semalam sehingga ia menjadi lebih tangguh pagi ini untuk mengalahkan saingannya itu.


"Sayang...kau mau lauk yang lain?,apa kau mau gulai?"


"Suamiku lebih suka sop,ini lebih menyegarkan dan menghangatkan di pagi hari, lagian gulai tidak cocok dengan ayam kecap..."Sudah menyiapkan satu mangkok sop terlebih dahulu untuk suaminya.


Ih.. menyebalkan sekali dia,aku kan juga ingin melayaninya kali,


Sebaiknya sebelum kau jadi Pelakor belajarlah dulu Swara, karena Luna jauh lebih berpengalaman dari dirimu,dia juga bukan anak manja sepertimu, sejak kecil dia selalu sendiri dan belajar mandiri.


Oke baiklah,anggap saja ini karena aku belum tahu, kenapa si Alfian diam saja, kenapa ia tidak jujur saja dengan perasaannya yang sebenarnya...


Langsung duduk dengan menutup mulutnya rapat-rapat, sepertinya ia akan mengalah saja kali ini, namun pandangan tak terima begitu terlihat sambil menatap Luna yang sedang duduk itu.

__ADS_1


Lihat saja Luna, Alfian akan menjadi milikku sepenuhnya,ia pasti akan segera menendang mu dari sini..


Semua langsung memulai sarapan pagi bersama di meja makan.


Kau adalah penyemangat ku nak,aku merasa kuat karena kehadiranmu,aku tidak tahu apa yang meracuni Papahmu sehingga ia menikah lagi,


Bantulah Mamah untuk sanggup berdiri tegak dan menghadapi semuanya sendiri nak,


Berdo'a yang baik-baik sambil mengelus perutnya,ia memang tidak memiliki selera makan saat ini,jadi iya hanya mengambil satu buah apel yang ada di meja makan.


"Sayang pelan-pelan makanya, kenapa kau makanya belepotan.."Terseyum manis menatap suaminya,lalu mengusap tisu dengan lembut ke area bibirnya,Swara benar-benar ingin membuat istri pertamanya ini sakit hati.


Luna langsung berdiri dari duduknya setelah melihat pemandangan ini, sedangkan apel itu masih berada di genggamannya.


"Kau mau kemana?"Alfian yang sudah memegang tangannya melarangnya pergi.


"Aku hanya ingin ke kamar.."


"Kau tidak boleh kembali ke kamar sebelum kau sarapan pagi"


"Aku tidak ingin sarapan, jadi jangan memaksaku untuk sarapan.."


"Luna!"Teriaknya kesal.


"Duduk!"


Rasain,aku yakin Alfian akan sangat membenci mu ke depannya,


"Untuk apa?,jika sudah ada wanita lain yang mendampingi mu,aku sudah kenyang..."melepaskan tangan suaminya lalu pergi meninggalkan ruangan makan ini.


Kenyang dengan semua ini..


Iya ampun nak,aku benar-benar tidak sanggup melihat Papahmu bersanding bersama wanita lain,ini terasa begitu sakit,


Luna mencoba menenangkan dirinya di dalam kamar.


Entah kenapa Alfian merasa kesal sekali saat melihat Luna tidak mau makan, bahkan semalam ia muntah-muntah begitu banyak dan membuatnya begitu khawatir karena perutnya kosong.


Kenapa aku kesal sekali melihatnya tidak mau makan, bukankah seharusnya aku senang jika ia tersiksa,tapi ia sedang mengandung anakku,dia harus makan.


kenapa aku jadi khawatir begini jadinya,apa aku salah karena aku sudah mengambil keputusan ini untuk menikahinya dulu,


Kenapa perasaanku jadi begini sekarang.


Cinta karena terbiasa Tuan Muda, jadi keputusan yang kau ambil ini benar-benar salah jika kau menikahi Luna hanya untuk balas dendam saja.

__ADS_1


Lagian dirimu sudah terbiasa bersama Luna dan karena kebiasaan kau bersamanya,dan sekarang hatimu tidak bisa membohongi dirimu sendiri,kau menyukainya kan?,karena hatimu merasa nyaman.


__ADS_2