Sakitnya Berbagi Cinta

Sakitnya Berbagi Cinta
Perhatian Edward


__ADS_3

Malam ini terasa begitu senyap dan sunyi.


Keheningan malam dan semilir angin kecil memadai keindahan kota kecil yang ada di sekitarnya.


Luna terdiam menatap jalanan yang tampak sepi karena malam.


Jarang penghuni jalanan yang bolak-balik seperti biasanya di siang hari.


Luna sedang termenung, bayangan Edward sedang memenuhi pikiranya.


Segala ucapannya masih hangat terlintas di telinganya.


Aku benar-benar tidak tahu akan Edward,dia sangat baik,dia sangat tampan, dia juga sangat kaya raya, dia sangatlah sempurna, tapi bagiamana bisa dia menyukaiku,


Aku juga tidak menyangka dia seorang Duda, tapi pokoknya dia itu begitu sempurna kan.


Aku sangatlah tidak pantas untuknya.


"Thok.. thok.."Ibu sudah masuk ke dalam ruangan kamar putrinya ini.


"Bu..."Menatap kedatangan ibunya sambil tersenyum manis.


"Kau belum tidur sayang, pantas saja lampunya masih menyala.."Mendekati putrinya sambil tersenyum juga.


"Ee'... belum Bu"


"Apa kau di pecat?"Tanya ibu tanpa ragu.


Membuat putrinya terbelalak dan tidak bisa menjawabnya sekarang."Makanya kau belum tidur.."


Aku bahkan lupa akan masalah ini karena Edward Bu,


Tapi ibu sungguh mengingatkanku, darimana ia tahu.


Luna benar-benar tidak ingat akan masalah pekerjaannya karena pengakuan Cinta Edward, namun ibu justru mengingatkannya kembali.


"Dari mana ibu tahu?"Malah balik tanya dan hanya ini yang mampu ia katakan karena penasaran dengan ibunya yang bisa mengetahui hal ini tanpa ia beritahu.


"Ibu mengetahuinya dari ini..."Memberikan sebuah surat berwarna putih.


Terdapat logo perusahaan di situ."Katanya ini adalah surat pemanggilan mu kembali karena kesalahpahaman dari pemimpin perusahaan terhadapmu Luna.."


"Kesalahpahaman?,apa maksudnya ini?'


Mengerutkan dahinya sambil membuka surat yang sudah di terimanya itu.


Dia itu benar-benar CEO aneh yah,aku tidak salah di salahkan,dan sekarang aku keluar malah di panggil lagi, maunya apa si ini orang.


"Biarkan saja Bu,ini tidak penting, lagian Luna tidak betah ada di kantor itu.."


"Benarkah?, tadi siang Tuan muda sudah menjelaskan semuanya kepada ibu,ia minta maaf atas kesalahpahaman-nya kepada dirimu,ia juga sangat baik dan sopan, katanya performa kerjamu sangatlah bagus.."


"Maksudnya?.., dia kemari Bu?"

__ADS_1


Mendengar perkataan ibunya membuatnya merasa semakin tidak percaya akan ucapnya.Ia juga kaget dan terbelalak.


sempat-sempatnya memujiku,


"Iya dia sengaja mampir kemari sebentar dan memberikan surat ini. Dia juga bilang akan menunggu kedatangan mu ke kantor di hari esok. Ibu tidak tahu ada apa kau dengan orang tampan itu, setidaknya jika kau tidak ingin bekerja lagi di situ,selesaikan masalah kalian dengan baik-baik sayang.."


"Dia kemari Bu?,dia sungguh kemari menemui ibu?,dia masuk ke dalam rumah?"semakin melotot tajam berbicara menghadap ke arah ibunya.


"Iya sayang,dia sendiri yang mengantar suratnya, sudahlah ibu lagi masak air,kau Istirahatlah dulu yah!, ibu hanya bisa mendukungmu Luna, muach.."Membelai kepala putrinya dengan lembut.


"Iya mah.."


Maksudnya apa si ini orang,


Masih menggerutu di dalam hatinya karena kesal sekaligus merasa penasaran dan aneh dengan CEO itu.


Ibunya pergi meninggalkan ruangan kamarnya.


Sementara Luna langsung menelfon CEO aneh itu.


Demian sendiri sedang santai memainkan ponselnya sambil tersenyum.


Entah apa yang sedang ia lihat saat ini.


"Drettt... Drettt.."


Eh dia menelfon,


"Halo..."Dengan penuh senyuman Demian mengangkat panggilannya.


"Hey somplak"


Somplak,


Mata Demian sudah terbelalak dengan raut wajah kusamnya mendengarkan panggilan dari Luna itu.


"Apa maksudnya ini hah?,aku tidak akan kembali ke perusahaan mu, jangan berharap aku akan kembali,aku benar-benar keluar dari perusahaan mu, walaupun kau memberikan gajih sebesar ini kepadaku aku tidak peduli,aku lebih baik menjadi pengangguran dari pada bekerja di kantormu apalagi bertemu dengan mu, titik,aku keluar dari perusahaan.."


Somplak?, dia mengataiku Somplak?, berani sekali dia, ternyata dia galak juga ya, sial..


Seorang CEO sepertiku di tolak mentah-mentah oleh wanita sepertinya dasar sialan...


"Halo..halo.."Panggilan sudah berakhir begitu saja.


Sepertinya sikap Demian kepada Luna saat di kantor benar-benar membuatnya kesal dan begitu benci.


Terlebih ia sendiri sudah terlalu kurang ajar padanya,ini membuat rasa hormat Luna hilang dan tidak menghargainya lagi sebagai seorang CEO ataupun atasannya.


Dia berani mematikan telfonnya terlebih dahulu, dasar kurang ajar.


Demian merasa begitu kesal saat ini hanya karena wanita itu yang tak mampu ia taklukkan.


Baru kali ini aku mendapati wanita kurang ajar sepertinya..

__ADS_1


Terus menggerutu di dalam kamar dan bernapas panjang, wanita itu sangatlah membuatnya tertarik karena sikap dan keberaniannya terhadap Demian sendiri


CEO mesum,kau pikir aku ini wanita apaan hah,


"Brakkk.."melempar ponselnya ke atas ranjang dengan kesal.


****


"Luna,kau tak usah berkerja lagi!, mulai besok aku yang akan mengurus perceraianmu secepatnya,kau tak usah memikirkan apapun,kau hanya perlu istirahat dan tunggu surat dari pengadilan,mulai sekarang kau adalah tanggung jawabku sampai kita bersama nantinya.."


Pesan Edward yang baru saja ia baca dan masuk ke dalam ponselnya.


Ya ampun Edward, kau benar-benar membuatku tidak bisa tidur, kenapa kau begini si...


Jantung hati Luna begitu berdebar-debar.


Ia merasa ingin sekali menangis bahagia karena kebaikan Edward padanya.


"Mau berapa kali aku merepotkan mu Edward?,ini adalah urusan pribadiku,aku yang akan mengurus perceraian ku sendiri, aku tidak ingin merepotkan mu terus Edward"


"Bukankah aku sudah bilang, ini adalah tanggung jawabku, karena aku menyukaimu Luna, aku ingin secepatnya kau hidup bersamaku nantinya.."


"Kau yakin kau mencintaiku?"


"Jangan tanyakan lagi,ini akan membuatku marah Luna!, tidurlah ini sudah malam..!"Balas Edward serius.


"Kau benar-benar membuatku tidak bisa tidur Edward"


Tak tahu lagi apa yang harus Luna katakan kepada Edward, segala pikiranya sedang kacau dan campur aduk sekarang.


"Maafkan aku Luna,ayo kita Video Call,aku akan menemanimu sampai tidur,kau harus istirahat,ini sudah malam"


Langsung saja panggilan masuk video call dari Edward.


Segala pengertian dan perhatian Edward benar-benar meluluhkan hati Luna.


Sampai membuat Luna terdiam dan hanya bisa menatap wajah tampan lelaki itu di layar ponselnya.


Ya Tuhan apakah dia benar-benar lelaki yang seharusnya di ciptakan untukku,


Aku merasa sangat bahagia dan nyaman saat bersamanya,


terimakasih telah menghadirkan dia di sisiku,aku benar-benar merasa tidak pantas akan ini, terlebih Edward sangatlah baik padaku,


"Kenapa kau terus menatapku begitu?,ayo pejamkan matamu kau harus tidur dan istirahat,aku akan menemanimu sampai kau tertidur Luna"


"Kau tidak tidur juga..?"


"Aku akan tidur juga sampai kau benar-benar tertidur nantinya, sudahlah tidurlah dengan nyenyak dan mimpi indah Luna.."Terseyum begitu tulus menatap Luna, Luna pun tersenyum sambil berdo'a dan berusaha memejamkan matanya langsung.


Ia sampai tertidur dengan pulas dan nyaman karena Edward menemaninya malam ini walaupun lewat dunia maya.


Semoga saja kehadiran Edward adalah yang terbaik untuk Luna.

__ADS_1


__ADS_2