
Sepertinya mobil Tuan Besar sudah terparkir tepat di depan rumah megah milik anaknya ini.
Beberapa supir juga sudah berjejer di samping pintu mobil mereka masing-masing yang di kemudiannya.
Kemudian Tuan besar langsung memasuki ruangan rumah untuk memastikan menantunya agar segera berangkat ke kantor dan bersiap-siap.
"Eh... Papah udah datang sayang,kamu semangat ya kerjanya..!, jadilah pemimpin perusahaan yang baik,aku hanya bisa mengharapkan mu saat ini..."Mengelus-elus pundak suaminya lembut di ruangan meja makan ini.
Sementara Luna sedang melihat keduanya di balik tirai kamarnya.
"Iyah,aku berangkat, jaga dirimu baik-baik di rumah.. muach.."Mencium kening Lalu dengan teganya Alfian berangkat begitu saja tanpa berpamitan dengan istri pertamanya itu.
Apakah ia benar-benar lupa, atau sengaja?, ataukah karena ia sedang terburu-buru, sungguh tega sekali dia ini.
Memanglah dia terburu-buru sekali dan karena hari ini juga hari pertamanya untuk pengabdian sebagai pemimpin baru, jadilah pikiranya kemana-mana mungkin terlalu sibuk dengan profesinya yang baru.
"Hati-hati sayang..."Teriak Swara sambil melambaikan tangannya dan senyuman manisnya itu manatap langkah suaminya yang keluar dari ruangan ini.
Aku yakin ia pasti akan menjadi milikku sepuhnya, sekarang tinggal saatnya memikirkan bagaimana caranya menyingkirkan wanita ingusan itu dari sini,
Terlihat bahagia sekali Swara, seakan-akan ia sudah memiliki suaminya sepenuhnya saat ini.
Dengan teganya mas Alfian langsung berangkat tanpa berpamitan denganku, kenapa sikapnya tiba-tiba berubah drastis.
Apakah ini yang namanya keadilan, dia berpamitan dengan istri keduanya tapi ia tidak pernah memperdulikan ku sama sekali.
bukankah dia bilang dia akan bersikap adil kepadaku, kenapa ini tidak
"Aku pasti tidak akan kuat jika terus-terusan seperti ini,tapi apakah aku akan menyerah begitu saja sekarang, kenapa rasanya aku begitu mencintai suamiku,aku tidak bisa kehilangannya,aku tidak ingin berpisah darinya... kenapa?, kenapa aku sangat mencintainya...."
Kali ini ia berusaha menahan tangisnya, mungkin karena ia sudah terbiasa dan terlalu sering merasa sakit, jadi ia sudah bosan untuk menangis lagi. Hanya hatinya saja yang terasa begitu berat dan menusuk sedalam-dalamnya rasa sakit.
Swara langsung berjalan menuju ke kamar Luna, entah apa yang akan ia lakukan,ia hanya ingin bermain-main sebentar dengannya.
"Thok... thok...thok..."Ketukan seenaknya dari luar kamar dan membuat yang ada di dalam kamar itu merasa kaget.
"Iyah..."Luna sudah berdiri dari balik pintu dan segera membukanya.
"Kau sedang apa Luna?,apa kau sibuk?"Masih bertanya begitu lembut seperti biasanya sambil tersenyum di buat-buat karena tidak ikhlas.
__ADS_1
"Tidak, kenapa...?"menjawab cepat karena malas untuk meladeni perempuan ini.
"Aku mau creambath ke salon, sama mau rapiin kuku,kuku aku udah jelek nih...,kamu tolong bermesin meja makan yah, sekalian sama piring-piring makanya di cuci sekalian, soalnya para pelayan sedang sibuk membersihkan halaman depan, jadi aku minta bantuan mu, lagian kamu tidak sibuk kan Luna?...."
Sambil memamerkan jemari-jemari kukunya yang panjang dan berwarna itu.
Berani sekali dia menyuruhku seperti ini,tapi apa dayaku sekarang ini memanglah rumahnya..,
"Iyah.."
"Oh iya Luna, rambut aku jelek banget yah?, kusut juga kayaknya, semalam mas Alfian menyium-nyium rambutku, katanya rambut aku kurang wangi,ih.. kesel,aku kan jadi sedih mas Alfian bilang begitu....."Sengaja sekali Swara memanas-manasi Luna, padahal Alfian hanya menyenderkan kepalanya di bahunya saja, tidak lebih.
Menyium-nyium rambutnya, padahal mas Alfian tidak pernah menyium-nyium rambutku, kenapa ia melakukan ini,
Dan kenapa juga ia harus menceritakannya padaku..
"Eh...aku pergi ke salon dulu yah, supirku sudah menunggu di depan,malah berbicara mulu sejak tadi.."Melihat Luna yang terdiam berdiri membuat wanita ini menyerkit merasa senang saat meninggalkannya.
Lihat saja Luna,aku pasti akan membuatmu merasa tidak nyaman dan tidak betah disini..
Luna langsung berjalan ke arah meja makan,ia langsung membereskan piring-piring kotor yang bertumpukan di atasnya.
Menyium-nyium rambutnya, padahal ia saja jarang membelai kepalaku..,
menjijikan sekali mendengar perkataan ini. *******-***** spons cucian yang ada di tangannya itu
Luna jadi terngiang-ngiang dengan perkataannya itu,ia menjadi melamun tak sadar diri sambil mencuci piring.
Ia pasti merasa begitu sedih dan terluka sekarang ini.
Sampai-sampai ia tidak sadar ada gelas beling di samping kiri tangannya, hingga membuatnya menyenggol dan tak sengaja menjatuhkannya ke lantai.
"Brakkk Cettarrr..."
"Hah..?"sepontan ia kaget dan mundur dari tempat berdirinya itu."Ah...Aww...."namun justru ia malah menginjak pecahan beling yang tajam itu dan dalam menusuk telapak kakinya.
"Ada apa Nona..."Dua Pelayan langsung bergegas datang setelah mendengar suara barang jatuh itu, mereka tampak tergesa-gesa dan terbelalak melihat kaki Nona mudanya yang sudah berlumuran darah.
"Iya ampun Nona?,apa yang Nona lakukan?, kenapa Nona mencuci piring?,ini bukan pekerjaan anda Nona, kenapa Anda tidak memanggil kita saja tadi...."
__ADS_1
"Bukankah kalian sedang membersihkan halaman tadi.."
"Tidak,kami sedang duduk di ruangan istirahat Nona untuk menunggu cucian piring, tapi malah mendengar suara pecahan gelas tadi"
salah satu pelayan itu mengambil sapu untuk membersikan lantai, sementara yang satunya lagi langsung mengambil kursi agar nona mudanya segera duduk
Apa maksud perkataan Swara tadi, kenapa dia bilang para pelayan sedang sibuk..
"Aduh.."Sesekali mengaduh karena kakinya terasa begitu sakit dan cenat cenut.
Ia merasa benar-benar ada beling yang masuk menusuk ke dalam telapak kakinya yang sudah terluka itu.
"Sakit banget ya Nona?, maafkan kami atas kejadian ini yah..."
Merasa bersalah sendiri para pelayan, karena seharusnya ini menjadi tanggung jawabnya dalam bekerja.
"Kenapa kalian meminta maaf?,ini semua atas kecerobohan ku sendiri..,aku juga tidak papa,ini bukanlah kesalahan kalian,jadi jangan meminta maaf..!"
Ya ampun Nona,anda ini biak sekali, tidak seperti Nona Swara yang hanya bisa menyuruh dan marah-marah setiap harinya.
"Sebaiknya Nona ke rumah sakit saja yah.., takutnya lukanya dalam Nona, darahnya juga terlihat sangat banyak..."Kedua pelayan ini tak tega melihat Nona muda yang kesakitan.
"Tak usah....,aku juga tidak tahu dimana rumah sakit disini, lagian ini pasti akan baik-baik saja kok, hanya luka kecil..."
Sebenarnya rasa sakit yang di rasakan Luna sekarang ini terasa begitu menusuk dan mendalam, namun apa dayanya,ia hanya bisa menahan rasa sakitnya sekarang.
"Akan aku antar Nona, kita naik taksi online saja..."
Waw ternyata para pelayan disini baik-baik juga yah
"Tapi kan?.."
"Tak apa Nona, mari saya antar.., karena para supir sedang pergi semua, jadi sebaiknya kita naik taksi online saja yah.."
Salah satu pelayan dengan sigap langsung memesan taksi online dengan cepat tanpa menunggu persetujuannya terlebih dahulu.
Sementara yang satunya lagi membantu Nona Mudanya untuk berdiri dan berjalan ke luar dari rumah ini untuk menunggu taksi yang akan datang itu.
Selang beberapa menit taksi kemudian datang tepat waktu dan tepat terparkir di depan gerbang pintu masuk rumah.
__ADS_1
Keduanya langsung terburu-buru ke rumah sakit untuk memeriksa kaki Nona muda barunya ini.