
Setelah sekian lama hidup bersama orang lain,kini saatnya Luna dan kedua orang tuanya pamit dari keluarga ini.
Orang tua Luna sangat berterimakasih kepada keluarga Edward yang telah menolong dan merawat putrinya dengan baik.
Semua permasalah telah berlalu.
Kini saatnya Luna move on dan menenangkan dirinya untuk mencari kehidupan baru.
Dua Minggu berlalu begitu cepat.
Ia sudah memikirkan baik-baik dengan matang.
Kali ini ia mengambil langkah ke jalan yang ia pilih sendiri dengan amplop putih ini.
Ia akan siap menerima kehidupannya yang akan menyandang status janda.
Kesedihannya karena keguguran perlahan hanyut dan menghilang,ia juga mencoba mengikhlaskannya seiring berjalannya waktu yang bergulir tiada henti.
Aku rasa sudah cukup sampai disini, Alfian juga tetap hidup bersama wanita itu,
Aku hanya ingin hidup bahagia walaupun sendirian nantinya.
Luna sudah berpakaian rapi di depan rumahnya.Ia mengenakan celana Levis dan baju kemejanya yang ia kenakan se-siku.
Tak lupa dengan sepatu hitam putih yang ia kenakan menyempurnakan penampilannya yang seperti seorang gadis remaja saja.
Menghela nafas sambil menunggu taksi online yang belum juga datang.
Ia juga tampak membawa bekal yang ia tenteng dengan tas makanan miliknya.
Entah buat siapa makanan itu yang jelas ia terlihat membawa makanan banyak.
Beberapa menit kemudian taksi pun sudah terparkir tepat di depan rumahnya.
Luna pun bergegas masuk ke dalam mobil dan segera berangkat ke tempat tujuan yang akan ia tuju setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya.
Sepanjang perjalanan ia menghabiskan waktunya untuk melamun dan berpikir.
Mungkin semua masalah memang sudah sirna saat ini,tapi tatap saja belum terbuang dari pikiran dan hatinya.
Lama perjalanan yang ia tempuh, hingga terparkir lah di sebuah parkiran rumah sakit.
Rumah sakit yang tidak asing lagi baginya.
Dan rumah sakit ini lah yang menjadi kenangan di sepanjang hidupnya dan menyimpan banyak kenangan indah di dalam hidupnya selama ini.
Setelah turun dari taksi Luna bergegas masuk ke dalam gedung rumah sakit.
__ADS_1
Ia berjalan menuju ke ruangan resepsionis untuk menanyakan tentang keberadaan seseorang sebelum ia ingin bertemu dengannya.
Telfon ruangan tiba-tiba berdering.
Edward yang sedang sibuk menulis beberapa resep obat di sofa bergegas mengangkatnya.
Kebetulan jam segini waktunya ia Istirahat dan jadwal makan siang.
Namun ia merasa malas karena sendirian.
Biasanya Edwin selalu datang ke rumah sakit saat siang,namun sepertinya ia sedang sibuk mengurusi urusan kantor yang terlalu padat.
Jadi Edward tidak terlalu sibuk hari ini jika ada orang yang ingin bertemu dengannya.
"Siang Tuan Muda,ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda, katanya sangat penting.."
Sangat penting, perasaan aku tidak memiliki janji dengan siapapun hari ini,
"Siapa dia?"Merasa penasaran terlebih dahulu untuk mengetahui ciri-cirinya.
"Tidak tahu Tuan muda,ia bilang hanya ingin bertemu dengan anda sebentar saja, bahkan ia memohon kepada kami tadi.."
"Iya sudah baiklah,5 menit lagi aku akan kesana"
"Baik Tuan muda,akan saya sampaikan"
Ia merasa tidak sabar sebenarnya, namun ia sendiri juga merasa deg-degan yang hendak bertemu dengannya.
Langkah Edward tampak santai,ia tidak terlalu terburu-buru untuk menemui tamunya itu, karena ia sendiri tidak mengenal dan tidak tahu siapa yang akan menemuinya.
Tapi ia masih mempunyai hati untuk melayani dan bertemu dengan tamunya walaupun tidak mengenalnya, karena sebagian hatinya juga merasa penasaran tentang tamunya itu.
Rasa lelahnya hari ini terasa begitu melelahkan baginya,karena begitu banyaknya pasien yang benar-benar datang ke dalam rumah sakit ini dari berbagai kalangan, hingga membuatnya tidak bersemangat saat berjalan karena merasa kelelahan.
Terlebih di dalam hatinya itu sedang di tambah rasa kerinduannya kepada seseorang yang sedang di nanti-nantikan nya di setiap harinya.
Edward terdiam dari langkahnya yang akan melangkah kembali itu.
Ia melihat kehadiran perempuan yang tidak di duganya saat ini.
Ya.. perempuan yang sedang ia rindukan saat ini,ia yang terlihat duduk di sofa menunggu kehadirannya.
Ia terus mengamatinya karena tidak percaya, selain Luna tidak mengabarinya terlebih dahulu,ia bahkan tidak mengirim pesan sedikitpun jika ia akan datang dan menemuinya.
Sudah beberapa Minggu memang mereka tidak bertemu ataupun saling memandang.
Mereka hanya saling memberi kabar lewat dunia maya.
__ADS_1
Posisinya sekarang juga jauh dari kota, rumahnya memang berada di ujung dan sudut perbatasan kota ini.
Ini yang membuat jarak mereka jauh dan harus menempuh beberapa kilo meter jika ingin bertemu.
"Luna.."Panggilan dengan penuh kebahagiaan yang terpancar di wajah Edward.
Sepertinya rasa lelahnya hari ini pun menghilang begitu saja tanpa sadar.
"Edward.."Panggilan balik Luna yang tampak membalas senyumannya dengan sangat manis di mata seseorang yang sedang mencintainya itu.
Luna juga langsung berdiri dari duduknya dan menatap Edward lekat,ia berharap kehadiran-nya kali ini tidak menggangu aktifitasnya dalam berkerja di rumah sakit.
Kemudian Edward pun langsung mendekat ke arah Luna dengan rasa senang tak terkira.
Sampai rasanya ia ingin sekali memeluknya untuk pertemuan bahagianya kali ini.
Namun apa dayanya,ia bukanlah siapa-siapanya.
Ia hanyalah merasa seperti seorang teman biasanya saja bagi Luna, namun ia sendiri juga tidak tahu akan isi hati Luna yang sebenarnya saat ini.
"Apa aku boleh kemari?,apa aku juga menggangu mu..?"Tanya Luna lembut sembari tersenyum sejak tadi.
"Apa yang kau katakan, justru kau membuat ku merasa senang Luna, kenapa kau tidak mengabariku terlebih dahulu jika kau ingin datang kemari?,aku juga akan menerimamu kapanpun jika kau datang kemari.."
"Terimakasih Edward.., tapi aku hanya sebentar saja,aku juga ada urusan lain,aku kemari hanya ingin mengantarkan makan siang untukmu,ini makanlah,aku harap kau belum makan dan menyukai masakan ku nantinya"
"Ku yang memasaknya, untukku?"
"Iya tentu saja, khusus untukmu.."
Senyuman bahagia langsung terpancar di bibir Edward,ia merasa semakin senang dengan sikap Luna saat ini.
Sepertinya rasa lelahnya benar-benar terlupakan dan menghilang begitu saja setelah menatap Luna setelah sekian kalinya.
"Tapi aku harus pergi Edward,aku ada urusan dan terburu-buru, karena ada urusan yang harus aku selesaikan hari ini juga.."
"Lu.. Luna.."Merasa tidak rela melihatnya pergi setelah sekian lama baru bertemu kembali.
"Iyah..ada sesuatu yang ingin kau katakan?"Luna berhenti sejenak,ia memang terlihat terburu-buru sekali.
Sepertinya ia memang terburu-buru,
baiklah, yang penting aku sudah bertemu dengannya hari ini.
"Tidak,mau aku antar..?"
"Tidak usah Edward,kau pasti sangat sibuk kan hari ini,dah sampai jumpa.."
__ADS_1