
Waktu persalinan pun berakhir.
Kini tangisan bayi mulai terdengar di seluruh penjuru ruangan persalinan Luna.
Edward sebagai seorang ayah langsung tersenyum dan terpukau melihat serta mendengar suara anaknya yang baru lahir itu.
Tangisan bahagia kembali terlepas di matanya setelah melihat raut wajah anaknya yang menggemaskan itu.
Sesekali ia juga terlihat mengusap air matanya yang mengalir sejak tadi karena tak tega dengan perjuangan istrinya yang melahirkan anaknya.
Luna terlihat begitu sayu dan lemas di atas ranjang rumah sakit itu. Bahkan pucat pun juga terlihat menyelimuti wajahnya.
Namun senyuman juga menyelimuti Luna setelah mendengar suara tangisan anaknya yang di gendongan ayahnya itu.
"Sayang, lihat anak kita dia imut sekali"
Senyuman Luna beralih ke tangis bahagia yang begitu mendalam. Tak terasa setelah sekian lama beranda di dalam kandungan, saat ini juga ia bisa melihat anaknya secara langsung yang lahir ke dunia secara normal dan sehat.
Rasa sakitnya terlupakan begitu saja entah kemana saat melihat anaknya itu.
Para keluarga Edward dan Luna tampak sangat menanti dengan kabar kelahiran cucu mereka.
Terlebih identitas cucunya yang tidak di beri tahu baik terlahir laki-laki maupun itu perempuan.
Edward dan Luna memang sengaja menyembunyikan hal ini biar menjadi suprise nantinya untuk keluarganya.
Beberapa saat kemudian setelah semuanya rapi dan beres keluarga Edward di perbolehkan masuk ke dalam ruangan itu untuk menjenguk cucunya.
"Sayang, terimakasih banyak untuk hari ini,kau sungguh hebat, muach..."Edward mencium kening istrinya sangat lama.
Ia merasa sangat cinta sekali hari ini setelah melihat perjuangan istrinya.
Luna tersenyum begitu bahagia sambil menikmati ciuman Edward yang sangat hangat di kening.
"Kau tidak papa kan..."
"Tenanglah,aku sangat tidak papa.."
Tiba-tiba ada kedatangan beberapa orang setelah di perbolehkan masuk.
"Sayang dimana cucuku,dia laki-laki atau perempuan?,dia sehat dan baik-baik saja kan"
Terlihat bahagia sekali Mama Edward hari ini. Ia juga terlihat antusias untuk menatap cucunya.
"Masuklah ke ruangan sebelah Ma,anak kita sedang bersama dokter dan suster untuk di cek lagi kesehatannya"
"Ohh oke baiklah." Mama Edward juga terlihat mendekati menantunya yang masih terbaring lemas itu "Kau tidak papa kan sayang?, selamat atas keberhasilan mu hari ini, semoga akan selalu baik dan sehat kedepannya, antara kalian dan cucuku juga"
Sama halnya dengan ibu dan ayah Luna yang demikian pula, bahkan mereka membelai kepala Luna dengan lembut penuh kasih sayang yang mendalam.
Orang tua Luna sendiri merasa begitu bahagia melihat kehidupan putrinya yang berubah drastis dan di pertemukan dengan lelaki baik seperti Edward sekarang ini.
__ADS_1
"Aku sangat baik Ma, terimakasih banyak atas semua doanya"
"Selama ya Edward, Luna. Papa sangat bangga kepada kalian"
Papa mertua Luna pun terlihat sangat bahagia dan bangga sekali kepada keduanya.
Lalu tak lama kemudian disusul dengan langkah kedua adiknya yang masuk ke ruang itu juga.
"Selamat kak Luna,kak Edward"
"Terimakasih banyak Natria"
Keduanya memberikan selamat baik Edwin maupun Natria.
Mereka sangat penasaran juga tentang kelahiran ponakannya itu.
Yang di pertanyakan di kepala mereka ada perempuan atau laki-laki?.
Dan ternyata setelah mereka melihat anak Luna dan Edward bayi itu adalah perempuan.
"Wah,kamu sangat cantik sekali sayang"
Mereka tampak sangat bahagia sekali melihat kehadiran cucu pertama mereka. Entah perempuan atau laki-laki bagi mereka tetaplah sama.
"Lihatlah,jika di lihat-lihat ia mirip sekali dengan muka Edward waktu kecil,ia sangat cantik dan menggemaskan"
Begitulah candaan biasa yang selalu keluar dari mulut para keluarga.
Sahut Papa Edward sambil tertawa.
"Ya tidaklah mirip Edward, masa mirip kamu!"
"Tapikan Edward mirip Papa kan Ma?"
"Tidak, Edward mirip Mama.."
Haha.. mereka saling bercanda kecil satu sama lain.
"Iya sudah, semoga saja cucu laki-laki pertama kita,kita dapatkan dari Edwin dan Natria"
DEG!.
Suasana terasa hening seketika.
Raut wajah ke empat orang yang mengetahui hal itu tampak menciut dingin.
Mama Edward tiba-tiba berbicara begitu saja tentang hal itu. Ini berarti bagian dari doanya,tapi ia juga sungguh tidak tahu kalau menantunya mengalami kemandulan.
"Iya kan sayang,segera kasih kabar tentang kehamilan mu juga Natria, jangan terus menunda,kita juga ingin memiliki cucu dari kalian"
"Ahh...iya tentu saja Mama,kita pasti akan memberikan cucu juga untuk Mama dan Papa"Edwin berbicara dengan senyuman percaya dirinya, seolah-olah mereka tidak memiliki masalah apapun tentang ini dan hanya tinggal buat saja.
__ADS_1
Entah bagaimana ekspresi wajah Natria saat ini. Ia mencoba tersenyum semanis mungkin di mata kedua mertuanya itu. padahal ia sendiri sedang menahan rasa sedihnya yang amat sangat terluka dan ingin sekali menangis.
Ya ampun kasihan Natria,dia pasti sangat sedih dan terluka.
"Ah... iya sudah sebaiknya kita pikirkan apa nama yang terbaik untuk anakku"Pekik Edward semangat untuk menghilangkan suara tak enak itu.
Mereka semua tampak berdiskusi untuk memberikan nama yang terbaik untuk bayi itu.
Tak lama kemudian nama yang sangat indah pun muncul di bibir Edward.
"Aku akan berikan nama putriku Teresa Ayunda Putri Edward, sama halnya dengan ibunya hehe..."
Luna langsung tersenyum ceria mendengar itu, apapun yang di putuskan suaminya akan membuatnya merasa senang juga.
Karena belakang nama putrinya tertera nama dirinya dan suaminya Edward.
------------
Suasana rumah sakit itu memang sangatlah membahagiakan dan menghangatkan.
Para rekan-rekan dokter Edward juga berdatangan memberikan selamat kepada buah hatinya.
Senyuman mulai tersebar di mana-mana.
Tapi hari karena sudah menjelang malam membuat pasangan Edwin dan Natria tentunya pulang kembali ke rumah.
Sepanjang perjalananpun tak ada sepatah katapun yang di ucapkan istri Edwin.
Ia terlihat terus terdiam dan melamun.
Membuat Edwin kembali merasa sedih dengan keadaan istrinya.
"Apa yang kau pikirkan sayang..?"
"Mau sampai kapan Edwin?,mau sampai kapan kita menutupi tentang kekurangan diriku?. Mama pastinya sangat mengharapkan cucu dari kita kan. Lalu bagaimana jika mereka tahu keadaan ku yang sesungguhnya?. Ini pasti akan sangat melukai harapan mereka"
"Kau ngomong apa si?,kita tidak boleh putus asa atas apapun itu. Percayalah akan ada keajaiban di suatu saat nanti"
"Tapi detik ini Edwin, sampai detik ini aku belum juga hamil kan?"
"Jika Tuhan belum menakdirkannya maka tidak akan terjadi kan sayang,aku mohon kau jangan sedih. Semangat!, keajaiban pasti akan datang Natria"
"Setiap kali kau bahkan berbicara tentang keajaiban,tapi diriku.. kenapa diriku tidak yakin Edwin, kenapa?.." Natria kembali meneteskan air mata untuk yang kesekian kalinya. Perasaan seorang wanita memang cenderung lebih sensitif dan selalu memikirkannya.
Edwin bahkan langsung memberhentikan mobilnya di pinggir jalan. Lalu ia memeluk istrinya dengan erat.
"Natria, fokuslah dulu dengan kesembuhan mu,baru memikirkan hal lain!"sambil mengusap lembut punggung istrinya.
"Menikahlah lagi!, agar kau bisa memiliki keturunan"
Edwin terbelalak akan perkataan istrinya itu. Bahkan ia langsung melepaskan pelukan istrinya begitu saja.
__ADS_1