
Waktu benar-benar hampir subuh.
Alfian tidak ada pilihan lain selain kembali ke rumah mewah itu.
Tangannya begitu geram mencengkram erat kemudi mobilnya. Ia masih merasa begitu kesal dan marah akan kenyataan ini.
Mobil sudah terparkir di parkiran rumahnya.
Dengan diam dan raut wajah yang kusut Alfian turun dari mobil.
"Jebrett..."Bahkan ia tampak membanting pintu mobilnya lalu masuk ke dalam rumah begitu saja.
Swara masih terdiam di atas ranjangnya, ia juga tidak bisa tidur sampai waktu se-larut ini.
"Clekk"Melihat kedatangan suaminya yang tiba-tiba itu membuatnya merasa gembira dan langsung beranjak dari tempat tidurnya.
"Sayang, kau sudah pulang?"Rasa senang tak terkira,ia bahkan berlari kecil menghampiri suaminya."Aku sangat mengkhawatirkan mu,aku senang akhirnya kau pulang juga..."Memeluk erat suaminya dengan tiba-tiba.
"Lepaskan, jauhkan dirimu dari hadapanku!, dan ingat, jangan menyentuhku tanpa seizin dariku!"
Menyingkirkan kedua bahu istrinya dengan kedua tangannya itu, kondisi hatinya begitu buruk,ini yang membuatnya merasa semakin kesal saat Swara menyentuhnya.
"Sayang maafkan aku,aku tahu kau sangat marah saat ini, maafkan aku,ini semua sudah terjadi,aku harus bagaimana agar kamu mau memaafkanmu,aku mohon maafkan aku..."Terlihat begitu memohon dengan rasa bersalahnya yang terus menyelimutinya itu.
"Pikirkan kesalahanmu baik-baik, seharusnya kau menikah dengan orang yang telah menghamili mu,bukan diriku.."
"Oke..oke aku memang yang salah, maafkan aku,aku juga tak sengaja melakukan ini Alfian, maafkan aku Alfian,aku mohon maafkan aku.."
__ADS_1
"Alasan, minggir!"Menyuruh istrinya untuk menyingkir dari hadapannya,ia ingin membersihkan dirinya di kamar mandi.
"Oh jadi sekarang kau bersikap seenaknya kepadaku, setelah aku memberikan semuanya kepada mu tapi kau bersikap seperti ini sekarang?"Merasa tidak terima Swara.
Segalanya ia sudah berikan kepada suaminya, melihat suaminya yang bersikap seperti ini membuatnya merasa tidak terima dan ikut merasa kesal.
"Apa kau bilang?,oh... jadi maksudmu kau ini bisa melakukan apapun semaumu karena kau memiliki segalanya begitu.Jadi kau pikir setelah semua hak alih perusahaan yang kau berikan kepadaku aku akan bersikap bertekuk lutut kepadamu begitu?"
"Aku melakukan ini karena aku mencintaimu Alfian, makanya aku berikan segalanya kepadamu, aku hanya ingin mendapatkan cinta mu, udah itu saja..."
"Kau memang memberikan semuanya kepadaku,tapi sayang aku tidak bodoh,aku hanya seorang pemimpin dan penanggung jawab saja, selebihnya segalanya sesuatu uang maupun hasilnya keluarga mu yang menerima bukan, bukan aku?"Merasa semakin kesal Alfian mendengar perkataan istrinya yang terdengar semena-mena.
"Apa sih kurangnya aku Alfian?,aku sudah memberikan segalanya untukmu hanya demi kau bersanding dengan ku,tapi dengan satu kesalahan saja kau bersikap seperti ini kepadaku"
"Satu kesalahan kau bilang?,kau telah mempermainkan ku,dan kau juga telah bersikap seenaknya kepadaku, seharusnya dari awal kau mengatakan hal ini kepadaku, bukan seperti ini"
Mereka tidak perduli jam berapa ini, yang jelas mereka hanya ingin berdebat satu sama lain.
"Oh.. sekarang aku curiga, saat malam pertama kita berdua kau memberi minuman keras untukku bukan?,supaya kau bisa menutupi dirimu itu yang sudah tidak perawan,kau bahkan memberikanku obat perangsang ya kan?"
"Apa yang kau katakan Alfian"
"Jangan berbohong, saat aku bangun dari tidurku aku melihat sebuah bungkus obat yang kau gunakan untukku semalam,aku pikir kau melakukan ini karena perayaan,tapi ternyata ini alasannya,kau mau menutupi dirimu yang busuk itu kan?.."
"Alfian,aku tahu kau marah,aku tahu aku salah, maafkan aku,aku mohon jangan membenciku seperti ini,aku tahu ini semua salahku, bukankah dari awal kau sudah menandatangani perjanjian dengan Papah, bahkan kau tidak akan menyesali apapun yang akan terjadi kedepannya, bahkan kau sudah berjanji akan menerimaku sepuhnya dan bersikap baik kepadaku.."
Mendekat ke arah suaminya lalu memang tanganya sambil memohon penuh harap.
__ADS_1
"Aku tidak perduli,kau juga telah menutupi hal yang begitu besar ini kepadaku sampai saat ini.Setelah anak ini lahir aku akan menceraikan mu,dan jangan harap aku akan menerima pemberianmu lagi,aku akan pergi!, urus perusahaan kalian sendiri,dan cari lelaki yang lebih baik dan benar untuk memimpin perusahaan dan menerimamu dengan tulus"Perkataan Alfian terlihat lebih serius dan menyudutkannya,ini membuat wajah Swara semakin pias karena merasa takut kehilangannya.
"Tidak-tidak,aku tidak mau Alfian,kau jangan pergi, kau mau kemana?"
Mencegat tangan suaminya yang hendak pergi itu.
"Lepaskan!,aku tidak bisa Swara, mungkin karena aku juga tidak mencintaimu,aku tidak bisa memaksakan diri ku sendiri untuk terus bersamamu, lepaskan aku!"
"Kau mau kemana?,kau mau mencari Luna?,Luna sudah tidak ada, percuma saja kau mencarinya, mungkin dia sudah tidak ada sekarang.."
"Plakk"Jaga ucapanmu, beraninya kau berbicara seperti ini,apa maksudmu?"
Baru kali ini juga ia mendapatkan tamparan dari seseorang.
Terlebih dari Seseorang yang ia cintai, ini terasa begitu sakit dan menusuk sampai ke dalam hatinya.
"Kau menamparku?.., hiks.. hiks.."Sudah berderai air matanya"Selama aku hidup bersamamu,aku belum pernah melihat kau berbuat kasar kepada Luna sedikitpun, tapi ini apa?,kau berani menamparku.."Merasa begitu sedih dan sakit.
"Aku tidak perduli apa yang kau katakan Swara,jaga ucapanmu itu!,apa lagi tentang Luna yang tidak-tidak,aku tidak segan-segan menampar mu lagi!"
Akan tetap pergi meninggalkan Swara yang terlihat bersedih itu.
"Kau pikir aku berbohong,Luna istrimu mungkin sedang sekarat sekarang,dia tertabrak mobil,dan aku juga tidak tahu dia masih hidup atau tidak, mungkin ia benar-benar telah tiada"
"Swara,apa yang kau katakan?"Mengangkat tangannya begitu tinggi Alfian,ia benar-benar ingin menampar mulut istrinya.
"Apa?,kau mau menamparku?"Menahan tangan suaminya Swara,ia tidak rela jika harus kehilangan Alfian untuk saat ini."Jika kau berani meninggalkan ku aku tidak segan-segan membuatnya sengsara, akan aku pastikan Luna tidak akan pernah bahagia, jika aku juga tidak bahagia karena kehilanganmu.."
__ADS_1
"Cih,kau berani mengancam ku?,aku tidak takut dengan ancaman mu Swara, katakan apa yang kau lakukan pada Luna?,apa yang telah kau lakukan kepadanya?"Semakin berteriak karena sudah semakin gelisah mendengar perkataan istrinya ini.
"Aku tidak melakukan apapun padanya, seharusnya kau menyesal dan menjauh darinya, kemana kau selama ini Alfian?, setelah kau menyingkirkannya dari kehidupan mu kau berharap dia akan kembali, itu tidak mungkin Alfian,aku dengar Luna kecelakaan di tabrak mobil dari rekan temanku, tapi aku tidak tahu dimana ia sekarang,entah dia hidup atau tidak aku juga tidak tahu, aku hanya ingin mengingatkan mu saja, kesempatan tidak datang dua kali Alfian,dan jika kau benar-benar ingin meninggalkan ku maka aku tidak akan pernah bermain-main dengan perkataanku, aku pastikan aku akan membuat hidupnya tidak bahagia, ingat itu!"