
Luna melangkahkan kakinya dengan terburu-buru untuk meninggalkan tempat ini.
Tempat yang begitu suram baginya, tempat yang tidak pernah ia inginkan untuk menginjakan kakinya di sini suatu saat nanti.
Ia pergi menuju ke sebuah tempat yang bisa membuatnya merasa senang dan tenang.
Ia pergi menuju ke sebuah tempat wisata kecil yang ada di kota ini.
Luna sudah berdiri tepat di Batavia yang baru saja di resmikan beberapa Minggu yang lalu.
Hawa disini juga sangat tenang, walaupun tampak ramai tak terkira ini membuatnya terhibur sambil menikmati pemandangan indah yang menghadap ke arah lautan.
Lautan yang tenang dan biru bagai indahnya alam semesta ini, tapi tak seindah dan tak setenang keadaan hatinya yang sekarang.
"Aaa...a.., Kenapa aku harus sedih..dan kenapa juga aku bertemu dengannya di dunia ini,aku benci...aku sangat mencintaimu Alfian, kenapa aku harus hidup bersanding denganmu selama ini..."
Tanpa sadar Luna berteriak untuk mencaci maki lelaki bajingan itu, membuat semua orang yang ada di sini memperhatikannya yang sedang berteriak-teriak.
"Kenapa kau berteriak seperti itu,apa ini akan menyelesaikan masalah mu?"
Sahut seorang lelaki yang berdiri tenang di sampingnya sejak tadi.
Mungkin Luna tidak sadar akan kehadiran lelaki itu.
Lelaki itu tampak sedikit terganggu dengan teriakannya yang tak jelas saat di dengar.
"Apa yang kau lakukan disini?, bagaimana bisa kau ada disini..?"Terbelalak Luna melihat kehadiran-nya yang tak terduga.
Ia juga merasa tidak percaya akan pertemuannya hari ini.
"Aku mengikuti mu sejak tadi, karena aku juga penasaran kau itu ada urusan kemana,dan ternyata kau pergi ke kantor Alfian,dan ini sudah membuatku senang karena kau aman..."Terlihat bersikap lain Edward, sepertinya ia sedikit cemburu akan Luna yang datang ke kantor Alfian untuk menemuinya.
Ia juga menampakkan wajahnya yang kusut tak terkira tidak seperti biasanya di mata Luna.
"Kenapa kau mengikutiku..?"
"Karena aku mengkhawatirkan mu,tapi ternyata semuanya baik-baik saja,aku kira kau pergi kemana, tapi ternyata kau menemui Alfian dengan terburu-buru dan meninggalkan ku.."
Sepertinya Edward merasa begitu cemburu dengan kepergian Luna yang meninggalkannya hanya untuk bertemu dengan Alfian.
__ADS_1
Kenapa dia terlihat lesu, apa yang ada di pikirannya,
kenapa dia bersikap seperti itu.
Melihat raut wajah Edward yang begitu masam membuatnya terdiam dan memperhatikannya.
"Kenapa kau terlihat kesal kepadaku,apa aku melakukan kesalahan?"
"Tidak, Susana hatiku memang sedang buruk,aku harap setelah kau kembali bersamanya lagi kau akan selalu bahagia dan selalu merasa senang Luna.."
"Apa maksud perkataanmu?,apa yang kau katakan?,aku merasa kecewa Edward, seharusnya kau mendukung atas posisiku saat ini,tapi kenapa kau malah menyuruh ku untuk kembali dengannya.."
"Bukankah kau menemuinya tadi,aku yakin kau akan hidup dan kembali bersamanya,aku hanya berharap kau akan selalu bahagia Luna..."
Benar-benar terlihat kesal Edward,ini membuat Luna sedikit tersenyum melihat tingkah lakunya.
Kenapa dia kesal sekali,aku tidak pernah melihatnya kesal begini
"Aku sangat menginginkan kau mendukungku dalam perceraian ini, tapi kenapa kau sendiri malah berharap aku kembali bersamanya Edward...?"
"Perceraian?,kau akan bercerai denganya?"
"Bukan hanya akan,tapi sudah menunju ke prosesnya,aku hanya tinggal menunggu beberapa lama lagi untuk menyandang status ku menjadi janda, oh sungguh rumit ya hidup ini,aku benar-benar hanya bisa mengikuti alurnya saja...."
Aku merasa senang Luna,aku merasa sangat senang saat ini, tapi pantaskah aku senang di saat keadaanmu yang sedih ini karena perceraian.
Aku tahu,kau masih memiliki persiapan untuk Alfian,dan aku juga tahu kau pasti sangat sedih dan terpuruk..
"Luna,aku tidak tahu aku harus berkata apa kepadamu,aku hanya ingin bilang aku merasa senang, maafkan aku, mungkin aku sangat tidak memiliki hati karena merasa senang dengan perceraianmu ini..."
Menundukkan kepalanya Edward, disaat wanita yang ia cintai sedang merasa sedih dan terluka,namun hatinya justru malah merasa senang,ini yang membuatnya tidak enak sendiri.
"Kenapa kau harus meminta maaf?,Aku senang jika kau juga senang,itu artinya kau juga mendukungku sepenuhnya kan?"
Aku bukan hanya akan mendukungmu sepenuhnya Luna,tapi karena aku sendiri mencintaimu,aku sangat mencintaimu Luna, dan apapun yang kau ambil akan aku dukungan jika inilah memang kebahagiaan mu yang sesungguhnya.
Sementara di satu sisi ada seseorang yang sedang memperhatikan keduanya sejak tadi,ia tampak begitu dekat dan akrab dari kejauhan.
Inilah yang membuatnya termenung dan merasa kesal.
__ADS_1
Luna terlihat dekat sekali dengannya, apakah ini alasannya ia menceraikan ku, apakah karena sudah ada orang lain di hatinya..,
Sekarang saatnya kau yang merasakan sakitnya berbagi cinta Alfian, mungkin kau tidak pernah berpikir dan membayangkan betapa sakitnya Luna waktu itu.
Waktu kau menduakannya dengan penuh senyuman dan bersanding di pelaminan bersama orang lain.
Kau tidak memperhatikannya sama sekali, bahkan kau sendiri tidak memperdulikan istrimu yang berlinangan air mata karena sedang mengandung anakmu di saat kau menduakannya ..
Seharusnya kau tahu itu,tapi perlahan semua pasti akan terbayarkan dimana kau harus merasakan bagaimana rasanya jika seseorang yang kau cintai dekat dan bersama orang lain.
"Iya,aku akan selalu mendukungmu Luna, sangat mendukung mu.."
"Aku tahu..kau yang terbaik untukku.."Tak sadar dengan perkataan yang tiba-tiba keluar dari mulutnya.
keduanya tampak berpandangan mata.
"Ee'... maksudku,kau adalah yang terbaik untukmu,kau adalah teman yang paling baik dan mengerti akan kehidupanku, terimakasih banyak Edward,kau yang terbaik."
Apa kau hanya ingin menganggapku sebagai seorang teman Luna,aku ingin sekali kau menganggapku lebih.
Sebenarnya di dalam hati Edward ia ingin sekali mengatakan perasaannya kepada Luna,tapi ia sendiri tahu dan mengerti akan apa yang di rasakan Luna sekarang, terlebih ia sendiri pernah merasakan bagaimana rasanya di khianati oleh pasangan sendiri yang sangat ia cintai waktu itu.
"Kenapa kau malah mengikutiku?, bukankah urusan rumah sakit mu belum kelar?"
"Aku hanya mengkhawatirkan mu Luna, udah itu saja..."
"Sudahlah, berhenti bersikap lesu,aku akan mengajakmu pergi ke suatu tempat"
Menggandeng tangan Edward dan memasuki sebuah toko yang berjualan minum segar di sana sambil tersenyum.
Ini membuat perasaan Alfian semakin kacau dan tidak berani untuk mendekati Luna.
Apa sudah tidak ada harapan untukku sedikit saja, apakah Luna benar-benar akan menggugat cerai diriku,
Apa yang telah aku lakukan,
kenapa aku baru menyadari setelah aku melakukan semua kejahatan ini kepada Luna,
aku mencintainya,aku tidak bisa kehilangannya, apa yang telah aku lakukan,
__ADS_1
bagaimana ini bisa terjadi, ini semua salahku..
Baru sadar Alfian, mungkin sekarang waktunya ia berjuang dan berpikir untuk mendapatkan Luna kembali.