
"Hai Al, kita ketemu lagi disini."
"Rama, please jangan putusin aku." Alina senang bertemu Rama, tapi dia hanya berani bicara dalam hati. "Kita lihat saja, siapa yang akan bertahan dalam keadaan seperti ini. Aku yakin kamu akan kembali padaku dan aku yakin kamu akan minta balikan lagi. Aku akan jual mahal supaya kamu mengejar ku, enak saja mutusin aku. Aku kasih kamu pelajaran, akan ku cuekin kamu."
"Oh iya Nek, pasti mobilnya tiba-tiba mogok mendadak, ya?" tanya Rama terlihat biasa saja di dekat Alina. Namun hatinya tidak bisa bohong kalau dia masih menyukai Alina, tapi Rama bersikap seperti itu untuk melupakan Alina dan menata masa depan yang belum jelas di bawa kemana. Namun yang pasti pernikahan yang ia jalani bukan main-main.
"Iya, padahal bensin full."
"Ini penyakitnya ada di aki, Nek. Akinya udah lama dan harus ganti sama aki yang baru. Akinya bermasalah sehingga menyebabkan mobil Nenek mogok mendadak. Pasti Nenek jarang periksa ke bengkel, ya?" Rama menjelaskan permasalahan yang ia temukan dalam mobilnya. Dia cukup tahu karena dia seorang pembalap yang memang salah satu keahliannya bisa mengetahui masalah dalam motor maupun mobil.
Penyebab mobil mogok biasanya disebabkan oleh aki mobil bermasalah. Aki merupakan komponen yang berfungsi menyuplai listrik sehingga mesin dapat dihidupkan. Jika aki mobil Anda bermasalah, maka mesin akan sulit menyala. Aki yang rusak akan membuat mobil Anda sering mogok dan sulit dijalankan.
"Loh, kamu tahu? Emang bener kalau Nenek jarang bawa mobil ini ke bengkel. Terus sekarang Nenek harus apa?" Mama Erna mengakui bahwa dia jarang banget membawa mobilnya ke bengkel.
"Kalau Nenek mau, bisa beli aki mobil di sekitar sini. Nanti Rama bantu memasangkannya. Itu pun jika Nenek percaya pada Rama."
"Aduh, gimana ya. Masalahnya Tidak ada kendaraan lewat sini." Mama Erna nampak kebingungan mencari kendaraan lewat. Kalau tempat jual beli aneka macam barang-barang buat mobil ia tahu, tapi kendaraan tidak ada.
"Pakaian saja mobil pickup Rama. Rama tunggu di sini jagain mobil Rama." Rama pun memberikan saran sekaligus menawarkan jasa agar Nenek Erna dan Alina bersedia membeli aki mobil.
"Ini tidak merepotkan? Nanti aki kamu marah mobilnya Nenek pake." Mama Erna merasa tidak enak hati sebab dia harus kembali merepotkan Rama, pemuda baik yang sering menolong keluarganya.
"Tidak akan. Rama jamin itu, lagian Aki Rama pasti mengerti dan pastinya memahami keadaan sekarang. Ini kuncinya kalau Nenek mau. Atau Rama saja yang belikan? Nenek sama Alina tunggu di sini." Rama memberikan kunci mobil ke hadapan Mama Erna.
__ADS_1
"Biar gue saja dan nenek yang pergi. Gue pinjam dulu mobilnya. Ayo Nek antar Alina. Alina malas lihat wajah Rama." Dan Alina pun mengambil kunci mobil itu.
"Alina." Mama Erna menegur cucunya, tapi ia menurut saja sebab ia mengerti perasaan Alina yang sedang marah dan patah hati. Lalu keduanya meninggalkan Rama sendirian.
Rama pun dengan senang hati menunggu mereka sambil menyenderkan tubuhnya ke mobil.
"Maafin gue Al, gue harus bersikap seperti ini. Ada ikatan yang harus gue pertahankan." Lalu ia mengambil ponselnya di saku celananya dan membuka sosmed.
"Banyak banget permintaan pertemanan." Rama memperhatikan siapa saja yang meminta pertemanan karena dia mengganti foto profil nya dengan foto dirinya yang sedang berdiri di dekat mobil balap.
Foto profil Rama di aplikasi pesbuk.
Tangan Rama pun gatal dan memberikan sebuah komentar.
( Alangkah baiknya jika lo menggunakan pakaian yang lebih sopan. Ini sosial media, tempat dimana semua orang bisa melihat setiap aktivitas lo. Jika lo memakai pakaian ini, takutnya akan menjadi dosa jariah untuk diri lo sendiri. Sorry, lo lebih cantik pakai pakaian tertutup. Lo muslim 'kan? Dan ini perintah dari suami, hapus fotonya! )
"Naina ada-ada saja." Lalu Rama kembali mematikan ponselnya dan ia menunggu Alina dan Nek Erna di sana.
*****
Naina yang sedang online di salah satu aplikasi fesbuk terbelalak ada pria yang memberikan komentar. Pas dia membuka siapa orang itu, dirinya semakin terkejut. "Rama! Dia? Aduh, kapan gue berteman dengan cowok rese ini?" Naina di buat kaget dan juga malu setelah Rama menegur dirinya memposting salah satu foto yang ia ambil saat sedang santai.
__ADS_1
"Gila, gue malu banget di tegur cowok rese itu." Naina pun segera menghapus fotonya. Dia juga menyadari kalau apa yang ia lakukan memang salah. Memakai tangtop dengan lekukan tubuh yang terlihat, rambut di cepol asal memperlihatkan lehernya.
Seorang perempuan tidak dianjurkan untuk memposting foto yang mempertontonkan bagian tubuhnya. Suatu hari, ketika orang itu meninggal maka akan di pertanggung jawabkan. Kelak, foto yang tidak di hapus permanen akan menjadi dosa jariah karena mungkin saja bisa mengundang syahwat laki-laki. Dan dosa jariah akan terus mengalir selama foto itu masih ada.
Naina menutup wajahnya menggunakan telapak tangan. Dia menggelengkan kepalanya tidak menyangka ada pria yang menegurnya. Biasanya tidak ada siapapun yang menegur apa yang ia pakai dan malah selalu bilang cantik ataupun bagus. Tapi kali ini apa yang Rama lakukan membuatnya merasa tertampar sekaligus terharu.
"Segitu perhatiannya dia sama gue? Tadi dia bilang apa? Perintah suami?" Naina menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan tindakan Rama. Bisa-bisa komentarnya di serbu yang lain.
"Daripada begini, mending aku main keliling kebun." Naina pun keluar rumah dan ia meminta izin dulu.
*****
Dengan santainya, Naina menjalankan motornya. Namun, ia merasa heran melihat mobil yang ia kenal terparkir di pinggir jalan.
"Loh, itukan mobilnya Nenek! Siapa orang itu? Kenapa ada di dekat mobil Nenek? Apa jangan-jangan itu maling?" Naina mengira mobil Nenek sedang berusaha di curi. Dia mengenali plat nomornya, dan mengenali model mobilnya. Dia segera memarkirkan motornya agak jauh dan langkahnya mengendap-endap. Matanya mencari kayu, setelah dapat kemudian memukul tengkuk orang itu.
"Aduh!!" pekik Rama terkejut.
"Maling! Ada maling disini!" pekik Naina.
"Hei!!!" Rama segera menoleh dan ia terkejut melihat Naina. Pun dengan Naina yang juga sama-sama terkejut. Ia segera membuang kayunya.
"Lo!" pekik Keduanya.
__ADS_1