
(Bab 99 dan 100 sudah diperbarui)
Belvan menggendong Amora ke kamar yang sudah dihias sedemikian rupa hingga keindahannya tak bisa dibayangkan.
Belvan menidurkan Amora di ranjang. Amora menurut dengan perlakuan Belvan. Meski saat ini dia hanya pengantin palsu, tapi entah kenapa Amora nyaman dengan perlakuan Belvan.
Sepertinya kebencian Amora pada Belvan yang begitu besar mulai berangsur hilang karena lelaki itu ternyata tidak seburuk yang dibayangkan.
Usai menidurkan Amora Belvan lalu bangkit dari ranjang, tenggorokannya tiba-tiba kering Belvan segera minum air yang disediakan oleh pelayan di nakas. Usai meminum Belvan berniat mengambilkan Nayara minum juga. Belvan yakin Nayara juga haus.
"Nay, minuman ini sangat segar. Cobalah!" Belvan menyodorkan air putih pada wanita yang masih dikira Nayara itu.
Amora segera meraih minuman pemberian Belvan dan minum satu gelas penuh karena rasa haus. Amora tahu minuman itu sudah diberi obat. Tapi bisa-bisanya dia lupa dan ikut meminum.
Belvan mulai kepanasan, dia melepas pakaian yang menempel ditubuhnya hingga menyisakan celana pendek saja.
__ADS_1
Sedangkan Amora juga sama, tubuhnya mulai panas, keduanya kini sama-sama terbakar api gairah yang membara karena efek obat yang disiapkan oleh Amora sendiri.
"Nay." Belvan terus merancau memanggil nama Nayara. Kini matanya mulai berkabut putih hingga pandangannya mulai meredup.
"Nay, aku mencintaimu." Belvan tersenyum penuh kemenangan. Akhirnya dia akan memiliki Nayara seutuhnya. Belvan mulai menciumi wajah Amora dan membuka cadar yang dipakai Amora sepanjang prosesi pernikahan tadi.
Dengan cepat Amora segera memeluk tubuh Belvan dan menarik ke ceruk lehernya, agar dia tidak fokus pada wajahnya. Meski Belvan tidak mungkin mengenali lagi karena pengaruh obat yang diminum tadi.
Honey, izinkan aku melakukan sekarang, aku sudah tidak bisa menahan lagi." Belvan berbicara dengan nafasnya yang mulai pendek-pendek.
Amora mengangguk tanpa memikirkan resiko yang akan di dapat esok. Amora yakin jika niatnya tikus maka akan ada kebaikan yang menyertainya.
"Nay, Aku merasa parfum mu berbeda, apa kau tidak memakai yang biasanya.
Amora menggeleng. "Ini baru, dan lebih mahal, apa kau tidak suka," jawab Amora.
__ADS_1
"Suka. Aku suka apapun yang kau sukai." jawab Belvan dengan nafas memburu.
Gerakan bibir Belvan semskin liar, sudah cukup di sekitar wajah kini mulai berpindah ke leher Amorwa. dengan penuh semangat Belvan meninggalkan bekas merah sebanyak mungkin, Belvan ingin menunjukkan pada dunia kalau malam pertama bersama wanita yang dicintai sudah terlewati.
Amora merasa geli, gairahnya semakin memuncak hingga ubun-ubun, setelah tubuhnya terus mendapat sentuhan lembut dari pria setampan Belvan.
"umpphhh." Amora melenguh ketika Belvan menggigit telinganya manja.
"Aku suka suaramu Honey, bersabarlah sebentar aku akan membuatmu semakin melayang seperti di angkasa," rancau Belvan
Belvan dan Amora mulai menikmati malam pertama menjadi pasangan pengantin. mereka begitu berga*rah hingga lupa daratan.
Belvan mulai menanggalkan satu persatu baju yang melekat di tubuh Amora.
Amora ingin menolak di sisa-sisa kesadarannya, akan tetapi tubuhnya begitu menikmati sentuhan Belvan. Amora jadi lupa kalau apa yang dilakukan hanyalah sebuah rencana. Kini dia benar benar menikmati menjadi sosok pengantin pengganti Nayara.
__ADS_1
Karena pengaruh obat tadi Belvan tak memedulikan apapun lagi, yang lebih unggul saat ini adalah hasrat untuk segera melakukan ritual pertama, yang menjanjikan ribuan kenikmatan itu.
.