Sekretaris Nakal (Balas dendam)

Sekretaris Nakal (Balas dendam)
Makan malam.


__ADS_3

Belvan belum melihat Morgan, dia masih sibuk memilih. Sedangkan Morgan terlihat menatap Nayara terus menerus.


Nayara tersenyum ke arah Morgan dan Morgan membalasnya dengan sangat senang.


Belvan ikut memandang ke arah Morgan. "Oh, ada Bos kamu ya."


"Iya, kok bisa kebetulan gini," kata Nayara.


Belvan akhirnya memutuskan untuk membeli sepasang anting dan kalung yang lumayan mahal. bentuknya sangat cantik. Belvan memakaikan pada Nayara segera ketika masih di toko perhiasan.


Belvan juga meminta pendapat pada wanita penjaga toko perhiasan tersebut.


Tentu tak ada komentar buruk dari dia, justru dia sangat mengagumi Nayara yang terlihat begitu cantik.


Belvan dan Nayara kemudian bergabung dengan Morgan. Morgan sudah selesai membeli jam mahal, sedangkan Belvan baru memilih.


"Belvan, apakah aku boleh pinjam Nayara sebentar, ada yang ingin aku bicarakan, ini masalah pekerjaan."


Nayara terlihat tidak keberatan, hanya Belvan saja yang keberatan, akan tetapi lelaki itu akhirnya memberi izin. "Pergilah Nay."


"Nayara dan Morgan memilih duduk di sebuah tempat yang lumayan jauh tetapi masih bisa melihat Belvan.


Morgan tersenyum tanpa rasa bersalah membuat Nayara sangat kesal.


Apa yang anda lakukan semalam padaku? hingga meninggalkan bekas ini?" Nayara memperlihatkan lehernya, menunjuk pada tanda merah yang sudah ditutup dengan amanplas.


"Nay, kamu lupa? Bukankah semalam kau juga tahu?" Kata Morgan.


 Morgan sengaja membuat jejak merah ketika Nayara tidur, untuk membuat Belvan akan terus berfikir sejauh apa hubungan Nayara dengannya. Dan usaha Morgan berhasil. Nayara pagi ini bertanya dan Belvan menunjukkan reaksi yang berbeda.


"Nay, apakah kamu jadi ke rumah keluarga Belvan?" Morgan mengalihkan pembicaraan


"Kenapa anda bertanya masalah ini! Bukankah ini tidak ada hubungannya dengan pekerjaan."


"Aku tahu, tapi apa tidak sebaiknya kamu berpikir lagi sebelum melangkah, bagaimana perasaanmu ke dia, sudah yakinlah dengan hubungan yang kalian jalani?" Tanya Morgan.


"Anda berpikir terlalu jauh, sebenarnya nanti malam hanya makan malam biasa."


"Nay aku tahu tujuanmu kesana sekedar mau kenalan pada keluarga Belvan, tapi bagaimana kalau diam-diam Belvan memiliki rencana lain, kamu bisa apa?"


"Tidak tau Pak, yang jelas hari ini tidak ada yang spesial." Nayara hendak kembali pada Belvan ynag terlihat sudah selesai memilih Arloji.


"Nay, aku tadi juga belikan kamu sesuatu semoga kamu suka."


"Apa pak?" 


"Ini, cuma kotak musik murahan"


Morgan memberi kotak musik pada Nayara. Kotak musik berbentuk kotak berwarna kristal yang sangat cantik, di dalamnya ada patung gadis yang sedang menari balet. Jika diputar maka patung di dalamnya akan menari  dan ada salju buatan yang akan turun dari langit langit kotak musik itu. 


"Kotak musik ini indah sekali, benarkah anda akan memberikan padaku?"

__ADS_1


"Tentu, kamu suka?" tanya Morgan.


Nayara melihat dengan teliti lalu memainkan kotak musik itu. 


Nayara tidak tahu kenapa dia suka sekali dengan hadiah dari Morgan." Ya aku suka."


Sebenarnya Morgan dulu pernah membelikan pada Naya kecil, gadis kecilnya dulu sangat suka dengan kotak musik seperti yang ada di tangan Nayara saat ini. 


"Aku seperti tidak asing dengan kotak musik seperti ini?" kenang Nayara.


"Benarkah?" tanya Morgan.


"Iya, apa aku pernah memiliki ya, tapi entahlah aku lupa."


"Tapi apakah kamu suka."


"Iya aku sangat suka?"


"Nay, coba ingat-ingat lagi? Apa yang kamu sukai selain kotak musik?" Harapan morgan Nayara akan memiliki banyak kesukaan yang sama dengan gadis kecilnya.


"Hewan apa yang kamu sukai?"


"Kalau hewan aku nggak begitu suka, kecuali kucing dan beruang." 


Morgan juga ingat Naya juga suka kucing dan beruang. 


'Nay, apakah kamu memang Naya kecilku, Kalian memiliki banyak sekali kemiripan.' batin Morgan.


"Nay, apakah kita pulang sekarang?"


"Iya, apa kamu sudah selesai belanjanya, Van?"


"Sudah." Nayara mendekati Belvan dan lelaki itu menggandeng tubuh mungil Nayara. 


Nayara dan Belvan turun ke parkiran, sedangkan Morgan menatap kepergian Nayara dari lantai atas.


Setelah bayangan mereka menghilang Morgan juga bergegas pulang. 


"Dari siapa?" Belvan bertanya tentang kotak musik yang dimainkan Nayara saat di dalam mobil.


"Dari Pak Morgan." Kata Nayara sambil terus memainkan kotak musik di pangkuannya.


Lelaki itu pernah meminta untuk bersaing dengan sehat untuk mendapatkan hati Nayara. Entah kenapa makin hari merasa Morgan seperti membuktikan kata-katanya.


***


Nayara malam ini memakai gaun yang dibelikan Belvan beserta perhiasannya. Selain itu Belvan juga mengantarkan Nayara ke salon kecantikan. 


Belvan ingin keluarganya langsung suka dan mendukung hubungan mereka nanti. 


Tepat pukul delapan malam, Belvan meminta keluarganya untuk berkumpul di dekat kolam renang, Belvan ingin makan malam hari ini diadakan di dekat kolam yang sudah diberi hiasan banyak lilin diatasnya. 

__ADS_1


Malam ini kedatangan Nayara memang membuat keluarga Belvan sangat terkesan. Nayara datang seperti seorang Dewi ynag menghipnotis seluruh keluarga Belvan. Kakak perempuan Belvan dan juga ibunya tak bosan menatap Nayara dari atas hingga bawah. 


"Flo, lihatlah kekasih Belvan, cantik sekali ya." komentar mama Belvan pada Nayara 


"Iya, Ma," jawab Flora 


 Mama Belvan tersenyum manis dan langsung memeluk Nayara, begitu juga dengan Flora. Sedangkan dengan Papa Belvan Nayara cukup bersalaman saja. 


"Ma, Kak Flo, ini Nayara."


"Iya, pacar kamu cantik banget Van." kata Mama.


Nayara memilih tersenyum dan membiarkan Mama belvan mengatakan kalau dirinya adalah pacar anaknya.


"Gimana nggak cantik Ma, Belvan loyal banget sama pacarnya. Pasti apa-apa tinggal mibta"


"Maksud kakak apa?" tanya Nayara.


"Kak!" Belvan melotot ke arah kakaknya.


"E, enggak aku cuma salah ngomong." Flora lalu pergi untuk mengambil minum.


"Nay, yuk." Belvan mengajak Nayara duduk, lelaki itu begitu perhatian, memperlakukan Nayara seperti seorang ratu. Menatakan kursi untuk duduk dan mengambilkan celemek yang di taruh di pangkuan Nayara.


Keluarga yang lain juga ikut bergabung, mereka duduk memutari meja, semua keluarga nampak ramah, hanya Flora yang sedikit pendiam dari biasanya.


Nay, aku ambilin makanan kesukaanmu ya, Belvan memutar meja dan hendak mengambil sup kerang.


"Biar dia ambil sendiri, jangan terlalu dimanja, entar kalau jadi istri malah kebiasaan lagi," kata Flora.


"Wajarlah Flo, Belvan manjain Nayara, namanya juga masih pacaran," kata Mama.


"Em, Belvan biar aku ambil sendiri aja ya." Nayara akhirnya mengambil makanan yang paling dekat dengannya, kentang rebus dan bistik daging.


"Na, maafin kakak aku ya," kata Belvan.


"Nggak ada yang salah, jangan minta maaf," jawab Nayara pelan.


Malam ini usai makan Nayara dan Belvan berdansa sebentar, mereka terlihat serasi, mama dan papa juga ikut berdansa. Sedangkan Flora sudah pergi lebih dahulu.


"Nay, mama aku kayaknya suka banget sama kamu," kata Belvan sambil terus menggerakkan tubuhnya pelan mengikuti irama musik romantis.


"Aku juga suka sama mama kamu, baik dan penyayang," jawab Nayara.


"Nay, misalnya dia meminta aku untuk melamar kamu, aku nggak akan bisa nolak, kira-kira kamu gimana?"


"Belvan aku belum siap, aku masih nyaman kita berteman seperti ini."


"Kapan kamu siap, Nay?"


"Aku juga belum tahu, aku belum kepikiran ke arah situ. Belvan jika kamu ingin segera berumah tangga sebaiknya kamu ...."

__ADS_1


"Mencari gadis lain itu kan yang ingin kamu katakan?" Sergah Belvan. Belvan kecewa dengan permintaan Nayara.


__ADS_2