
Di seberang sana, Diana sangat panik melihat kabar putrinya sudah meninggal. Meski tak bisa dipungkiri kalau selama ini hanya memanfaatkan Briana untuk kepentingannya.
"Bisa bisanya aku tidak percaya pada ucapan Briana kalau Nayara masih hidup, Dan Briana kenapa bodoh sekali, bisa bisanya dia dikalahkan oleh Nayara. Padahal sejak kecil sudah aku ajarkan banyak kekejaman."
"Antarkan aku ke bandara, aku harus segera pergi dari apartement ini sebelum mereka mencariku," kata Diana berbicara dengan seseorang di telepon.
Diana segera berkemas dan membawa kopernya pergi dari apartement, kali ini dia menggunakan jasa driver online yang biasa menunggu pelanggan di parkiran. Karena mobilnya sudah terjual habis.
Ya, Diana jatuh miskin setelah uang dari Morgan tidak lagi turun ke tangan, karena ATM sudah dibekukan. Dan Briana juga tidak mendapat jatah bulanan lagi setelah morgan menceraikannya. Meski kata cerai itu baru secara lisan. Morgan juga tidak memenuhi kewajibannya sebagai suami baik memberi nafkah lahir dan batin lagi. Sedangkan urusan dengan hakim semua Morgan serahkan pada Tomi.
Diana benar-benar dalam ketakutan, dia akan bersembunyi di tempat bule berondong kesayangannya di luar negeri. Laki-laki yang lama dipacarinya itu pasti akan menerimanya dengan baik meski keadaan dirinya sedang tak punya apa-apa.
***
Diana sudah tiba di luar negeri
Tok! Tok!
"Siapa sih? ganggu aja."
"Sayang udah biarin aja, paling juga pelayan." Wanita yang bergelung di dadanya itu menahan lengan sang pria, mereka terlihat lelah usai bercinta semalaman. Hingga berjalan menuju pintu pun rasanya enggan.
"Kamu benar sayang, semalam kita bahkan lupa menghitung berapa kali bermain, dan kamu berkali kali menggapai puncak." jawab Sang Lelaki.
"Iya, kamu hebat banget, milikku sekarang rasanya sakit seperti habis diperawanin aja. "Wanita itu merasakan puas karena lelaki yang menjadi kekasihnya itu sangat perkasa. Kau hanya milikku sekarang, kau tak boleh menerima pekerjaan dari wanita manapun."
"Tapi aku masih terikat kontrak dengan Tante Diana."
"Diana, dia sudah jatuh miskin, kamu tidak akan mendapat apa-apa lagi darinya. Kabarnya menantunya yang kaya raya itu sudah menceraikan putrinya." kata Wanita yang menjadi sahabat Diana itu.
"Kamu rupanya lebih tahu segalanya, baiklah kau sekarang satu-satunya yang berhak memiliki diriku, Tante," ucap sang berondong. Mereka kembali berpelukan dan memadu kasih di pagi hari.
Diana yang merasa lama tidak dibukakan pintu, dia segera memencet kode pintu kamar yang sudah dia hafal di luar kepala itu.
__ADS_1
Pintu terbuka, Diana masuk dengan pelan setelah mengunci kembali, ruangan masih gelap meski hari sudah tak pagi lagi.
Diana mengira sang kekasih sedang memberinya kejutan. "Dia memilih terus berjalan masuk dengan hati-hati.
Diana mencari keberadaan kekasihnya di kamar, akan tetapi justru yang dia lihat adalah pemandangan menyakitkan. Dua orang tanpa mengenakan sehelai baju nampak sedang bergulat penuh keringat, dan yang lebih menyakitkan bagi Diana adalah wanita itu sahabatnya sendiri yang beberapa bulan dia kenalkan dengan kekasihnya itu.
"Ah, ah, ah. Yes." Rancau wanita itu merasakan batang besar lelaki bayaran terus menghujamnya.
"Kamu nikmat sayang." Lelaki itu terus merancau sambil bergerak dengan brutal diatas tubuh wanita.
"Tidaaaaak!" Diana berteriak keras mendapati kekasihnya selingkuh dengan sahabatnya.
Bukan segera menghentikan aktifitasnya, tapi lelaki yang benar-benar dicintai Diana dari hati itu justru segera menuntaskan permainannya yang belum selasai.
"Sayang apa yang kamu lakukan?" Diana menangis histeris melihat kekasihnya mengacuhkan kedatangannya.
"Ah, lagi sayang." Sang wanita menekan nekan kepala sang lelaki supaya tidak melepaskan pagu*tan di d*danya.
"Lepass! sakit tahu," eluh sang wanita lalu menutupi tubuhnya dengan selimut. Sang pria hanya tersenyum tanpa dosa.
"Sakit mana dengan kau yang telah merebut kekasihku," balas Diana dengan amarah yang berapi-api.
"Siapa ymag merebut? kita melakukannya karena saling mencintai." jawabnya dengan wajah acuh.
"Sayang, katakan padaku kalau wanita ini yang menggodamu? kamu hanya milikku." Diana bertanya pada kekasihnya yang sejak tadi diam saja.
"Aku sudah bosan dengan kamu Tante, kita putus," jawab Sang Pria.
"Apa!!" Diana melongo, mulutnya terbuka lebar membentuk huruf O besar. persendiannya mendadak ngilu hingga dia tak bisa berdiri lagi.
"Sayang kenapa kamu tega melakukan semua ini padaku? Aku sudah memberikan semuanya padamu, mobil, uang bahkan semua perhiasan sudah aku berikan padamu untuk membuatmu senang, tapi kamu malah melakukan semua ini, mana janjimu yang akan menikahiku?"
"Menikah? Lihat dirimu nenek tua? Apakah kamu pantas menikah denganku? kamu sekarang miskin dan tidak punya apa-apa lagi. Aku yang akan aku dapatkan?" Kata Lelaki yang kini sibuk memakai celana dan mengambil bajunya yang berserakan.
__ADS_1
Sahabat wanita hanya menjadi pendengar diatas ranjang sambil menikmati sisa-sisa kelelahannya.
Diana merasa dunianya hancur, lelaki yang dia kira sangat mencintainya, dengan janji-janji manisnya itu berkhianat disaat dia butuh seseorang untuk melindunginya.
"Sayang kita usir saja nenek tua ini. Mereka hanya akan mengganggu bulan madu kita sayang," ucap sahabat Diana yang usianya memang lebih muda darinya itu.
"Kamu benar, dia tidak berguna lagi. Apakah kita harus panggilkan security. Karena dia ternyata lebih tidak tahu diri dari seekor kambing."
"Kalian berdua sungguh menjijikkan." Diana murka disebut kambing.
"Siapa yang lebih menjijikkan? wanita yang membunuh keluarga yang tidak bersalah dan menguasai hartanya, atau cinta kami? Asal kamu tahu kita sudah lama saling mencintai." kata sahabat Diana.
"Hahahaha," Diana tertawa seperti orang gila, sepertinya akalnya sudah tidak waras lagi karena kejadian mengerikan yang dialaminya akhir-akhir ini, membuatnya mengalami tekanan mental yang sangat besar.
Dua orang yang kini menjadi sepasang kekasih itu segera meminta security untuk menyeret Diana pergi dari apartement.
Diana sudah gila, Diana kadang menangis, kadang senyum-senyum sendiri sambil menyeret kopernya.
_
Dua hari telah berlalu.
Diana berubah menjadi wanita dekil dan rambutnya ynag semula sangat indah oleh sentuhan salon kini berubah menjadi berantakan.
Diana merasa sangat kelaparan, dia terus memegangi perutnya yang terasa melilit, sakit.
Diana mendekati anak-anak yang sedang bermain di taman sambil sibuk menjilati ice cream dengan nikmat. Dia hendak meminta, tapi anak-anak itu justru mengoloknya dan melempari dengan batu kerikil.
Diana kesakitan, pelipisnya berdarah karena batu yang dilempar dengan bertubi ke arahnya. Diana akhirnya duduk di bawah pohon yang ada di taman kota sambil merintih kelaparan.
Ingatan Diana kadang-kadang pulih, dia ingat betul dengan perselingkuhan kekasih dan sahabatnya, maka dia akan menangis dengan tiba-tiba. Akan tetapi saat dia ingat menjadi orang kaya bergelimang harta dia akan tersenyum bahagia.
Diana mencium aroma makanan di dekatnya, setelah mengendus-endus, aromanya berasal dari tempat sampah, Diana segera mendekati tempat sampah dan mengoreknya. Diana menemukan nasi bungkus yang tidak dihabiskan oleh pemiliknya. Dia segera memakan dengan lahap. Setelah kenyang, Diana masih sibuk bermain main di tempat sampah. memunguti gelang karet untuk dipakai, wanita itu mengira gelang karet yang ada ditangannya adalah perhiasan mahal yang biasa dia pakai.
__ADS_1