Sekretaris Nakal (Balas dendam)

Sekretaris Nakal (Balas dendam)
Mata-mata.


__ADS_3

"Aku pergi karena kepentingan kerja. Kak Flora kenalkan dia Morgan. Maksud aku Pak Morgan."


Duh Nayara pake lupa hanya sebut nama saja saat di depan Flora.


"Anda atasan yang baik, sampai membiarkan sekretaris memanggil hanya dengan nama saja." Flora tersenyum sinis.


"Maaf, anda sejak tadi sepertinya terlalu ikut campur urusan kami, kalau boleh tau, ada hubungan apa dengan Nayara?"


"Saya tidak ada hubungan apa-apa, kami hanya pernah ketemu sekali saya," kata Flora.


Deg, Nayara merasa Flora benar-benar tidak menyukainya. Sejak awal pertama hanya berfikir negatif terus. Apalagi hari ini dia tidak mengatakan kalau dirinya teman spesial Belvan.


"Kak Flora, jika saya pernah menyakiti hati Kakak, saya minta maaf, tapi apa yang anda lihat belum tentu benar."


"Apa yang kamu katakan belum tentu benar juga, bisa jadi kamu telah berbohong."


Nayara menggelengkan kepala, dia tidak percaya Flora bisa selalu berprasangka buruk dengannya.


Morgan yang mendengar semuanya, dia tidak suka Nayara di salahkan, karena semua ini adalah rencananya. Nayara ada disini semua juga keinginannya.


"Nay, kita pergi sekarang. Aku ada urusan mendadak yang lebih penting." Morgan meraih jemari Nayara, meladeni wanita seperti Flora hanya buang energi saja.


Melihat Morgan menggandeng Nayara Flora semakin yakin kalau wanita itu ada hubungan spesial dengan atasannya di kantor. Flora menatap kepergian Nayara dengan senyum sinis.


Tiba di mobil, Morgan segera membukakan pintu untuk Nayara, Morgan menoleh sekilas pada Flora yang terlihat belum puas merendahkan Nayara.


"Nay, siapa dia? Jangan terlalu dekat dengan wanita itu," jiwa posesif Morgan mulai bangkit.


"Kak Flora, kakaknya Belvan."


"Nay, dia terlihat suka menilai, pandangannya padamu sangat buruk. Aku tidak rela dia melakukan semua itu."


"Biarlah, yang penting aku disini untuk kepentingan kerja, aku tidak mengkhianati Belvan."


Ketika Nayara berkata demikian, entah kenapa Morgan merasa cemburu."


Sedekat apa hubungan Nayara dan Belvan.


Morgan dan Nayara meninggalkan Flora, dia biarkan wanita itu terus memandangi kepergiannya dengan semua prasangkanya.


Krucuk! perut Nayara berdendang. Morgan terkekeh.


"Lapar ya? Hari ini mau makan apa?"


"Entahlah, tapi kayaknya aku pengen memasak biar nggak boring."

__ADS_1


"Oke, kita belanja di pasar. Aku akan belajar memasak pada chef Naya."


"Chef Nayara yang paling cantik he-he-he." imbuh Morgan.


"Gombal banget." Nayara mencebikkan bibirnya.


Morgan merasa kalau Nayara bete setelah ketemu Flora. Dia butuh waktu untuk menghibur diri. Morgan ingin membuatnya selalu tersenyum.


Nayara belanja aneka sayuran dan ikan segar bersama Morgan. mereka berencana ingin memasak di Villa untuk mengisi hari-hari luang.


Nayara beli banyak sayuran hijau. penjual sayur terlihat senang melihat mereka belanja banyak. "Terimakasih, sudah belanja banyak, semoga kalian dan suami selalu bahagia," kata penjual sayur.


"Terimakasih." Morgan senang dan langsung menangkupkan kedua tangannya.


"Maaf kami bukan suami istri." Nayara tidak mau mereka salah menduga.


"Tapi anda sangat serasi, kenapa tidak menikah saja."


"Kami pasti akan segera menikah." Morgan merangkul pundak Nayara.


"Semoga dikabulkan," penjual sayur ikut mendoakan.


Setelah mereka selesai berbelanja sayur, Morgan dan Nayara pergi ke penjual daging.


"Pak daging sapi satu kilo." Nayara meminta daging satu kilo yang bagus.


"Pak jangan dengarkan dia, satu kilo saja." Nayara meminta pedagang daging mendengarkan dirinya saja bukan Morgan.


"Nay, satu kilo terlalu sedikit, kamu tahu kalau aku suka dengan masakan kamu."


"Tidak, satu kilo sudah cukup untuk kita bertiga, terlalu banyak daging tidak baik untuk kesehatan, kita masih harus beli kentang dan wortel."


Morgan hanya bisa setuju dengan Nayara, bagi Morgan apa yang dilakukan Nayara selalu benar. Tapi entah kenapa mengganggu wanita itu kini menjadi hobi barunya.


Nayara dan Morgan segera pulang setelah mendapatkan banyak bahan makanan untuk mereka masak selama dua hari.


Banyak mereka yang mengira mereka berdua adalah pasangan suami istri yang baru menikah, perhatian Morgan pada Nayara bisa disaksikan oleh semua orang.


Tiba di Villa...


Nayara buru-buru turun, inginnya tidak merepotkan sang Direktur membuka pintu. Nayara tidak mau terjebak dia cinta, dengan memberi harapan pada Morgan.


"Aaa."Nayara malah terjatuh, karena highhell yang dipakai menginjak batu.


"Nay!" Morgan sigap menarik tubuh Nayara ke dalam dekapannya. Tubuh Nayara menempel erat dalam pelukan Morgan. Kejadian ini membuat orang akan salah mengira.

__ADS_1


Tomi yang melihat Morgan berpelukan dia segera bersembunyi dan mengintip pada pos jaga. "Tuan dan Nona Nayara sudah sepantasnya bersama."


Tomi ikut senang Bos Morgan nampak lebih bahagia dan tidak dingin lagi. Dia menjadi hangat pada semua orang.


Nayara menatap Morgan dalam ketika jarak wajah mereka begitu dekat. Nayara memejamkan mata karena ada yang mengusik pikirannya.


Nay, aku mencintaimu! kamu hanya boleh menikah denganku. kita akan jadi keluarga.


Ingatan Nayara berlahan pulih, dia mendengar suara lelaki yang saat itu memberinya bunga di taman ini, tepat di depan Villa.


"Apakah itu kamu?" Nayara bertanya pada Morgan tentang lelaki yang tiba-tiba muncul di ingatannya.


"Nay? kenapa wajahmu pucat?" Morgan tidak mengerti


"Aku mengingat sesuatu. Tapi aku tidak ingat dia siapa, apakah lelaki muda itu anda. dia membawa bunga untukku"


"Ya itu aku, bagus Nay, kamu berlahan mulai ingat," Jawab Morgan sambil tersenyum. Nayara berkeringat dingin membuat Morgan mengusap dengan sapu tangannya, dan saking girangnya Morgan memeluk Nayara lebih erat dan mengecup kening. "Akhirnya sedikit demi sedikit kamu ingat dengan masalalu kita."


Seseorang di balik pohon Pinus besar matanya nyaris melompat melihat kemesraan Nayara dan Morgan.


"Belvan harus tahu kalau wanitanya telah selingkuh di belakangnya. Aku tidak ingin Belvan mengalami apa yang kurasakan. Wanita itu sungguh buruk, dia memanfaatkan uang adikku dan bersenang-senang dengan pria lain."


Flora mengambil foto Nayara dan Morgan saat berpelukan, setelah mendapat hasil yang bagus dan terlihat meyakinkan, Flora segera mengirim pada Belvan.


Belvan yang sedang memesan cincin tunangan untuk kejutan di ulang tahun Nayara nanti, Nampak sibuk memilih bahan yang paling bagus.


Tring!! ponsel Belvan berbunyi, dia segera membuka foto kiriman kakaknya.


Lihatlah, disaat kau sibuk memikirkan kekasihmu yang bekerja, dia tengah merasakan hangatnya dekapan laki-laki lain. Wanita yang kau cintai tak lebih dari gadis murahan.


Nasibmu sungguh memilukan, aku tidak ingin apa yang terjadi denganku, terulang lagi pada kamu, aku melakukan ini semua karena aku sayang dan perhatian, pada adikku satu satunya.


Belvan tidak membalas. dia memilih untuk menutup aplikasi hijau yang baru dia buka dan mengantongi kembali ponselnya.


Belvan percaya ini pasti salah paham. Nayara yang dia kenal wanita yang bisa menjaga dirinya.


Flora kesal pesannya diacuhkan oleh Belvan. Flora akan berusaha memata-matai mereka terus menerus. Flora tidak rela kalau Belvan jatuh dalam pelukan Nayara.


***


Pak aku masak dulu, kita semua belum makan siang.


Nayara melepaskan diri dari jeratan kedua tangan Morgan di pinggangnya.


Nayara segera ke dapur kecil yang ada di Villa. dia berharap pagi ini masakannya akan enak sesuai harapan.

__ADS_1


Morgan yang tak punya kerjaan memilih mengekor Nayara ke dapur. mereka memasak bersama seperti yang pernah dilakukan sebelumnya.


Nayara memotong wortel dan Morgan membantunya memotong tomat, laki-laki itu pura-pura jarinya teriris pisau. Nayara panik lalu mengambil obat anti biotik saat dilihat lukanya tidak ada membuat Nayara kesal, lagi lagi Morgan mengambil kesempatan memeluk Nayara.


__ADS_2