Sekretaris Nakal (Balas dendam)

Sekretaris Nakal (Balas dendam)
Belvan makin menjadi


__ADS_3

Nayara turun dari lantai dua, dia memakai pakaian yang disiapkan Belvan di lemari, memang tak bisa dipungkiri, bajunya semua mahal dan pas saat dikenakan di tubuhnya.


Nona anda sangat cantik puji pelayan wanita yang kebetulan lewat disebelahnya. Nayara hanya tersenyum tipis.


Ruang dinner hanya dilengkapi dengan cahaya lilin. sehingga hanya menerangi sekeliling meja saja. Musik romantis mengalun merdu seiring langkah kaki Nayara.


Belvan sudah duduk disana lebih dahulu, dia bisa melihat wajah samar Nayara turun dari tangga.


"Selamat malam Belvan." ujar Nayara saat posisinya sudah di dekat Belvan.


"Selamat malam." Belvan tersenyum sambil menatap takjub wanita didepannya.


"Kamu sangat cantik, Nay," puji Belvan


"Ya, kamu sudah sering mengatakan kalimat itu," kata Nayara acuh.


"Hahaha, kamu benar, pasti itu kedengarannya sangat membosankan. Aku ingin membuatmu merasa begitu istimewa di malam ini."


"Do tempat sepi seperti ini." Nayara menoleh ke luar kaca yang terlihat sangat menakutkan.


Belvan berdiri, mengecup rambut Nayara sekilas, lalu menarik sebuah kursi, Nayara duduk dengan perasaan tidak menentu.


"Belvan, sepertinya kita tidak perlu tinggal di pulau asing ini, aku takut."


"Kenapa takut? ada aku yang akan menemani, banyak orang yang berjaga di luar sana."


"Belvan, dengan seperti ini kamu seperti mengurungku di penjara. tidakkah kau tahu aku tidak suka!" Nayara melotot menatap ke arah Belvan. terlihat sekali dia sedang protes dengan kelakuan Belvan.

__ADS_1


"Tidak suka? bagaimana kau tidak suka?" Belvan menyusupkan tangannya di tengkuk Nayara, menatap wajah cantiknya dengan jarak dekat.


Nayara mendongak, sambil menatap manik hitam Belvan. "Kau berubah, kau bukan Belvan yang aku kenal dulu."


"Kucing yang manis akan menggigit jika dia terinjak." Belvan keceplosan bicara.


"Siapa kucing? Dan siapa yang menginjaknya?" Nayara bertanya maksud dari perkataan Morgan.


"Jika Morgan terus ingin bersamamu. maka aku berhak untuk menjauhkan kalian berdua."


"Belvan kamu ...." Nayara menggelengkan kepala. Nayara semakin tak percaya Belvan yang dia kenal sangat menyenangkan sekarang berubah menjadi lelaki egois.


"Jangan tegang Nay, aku bercanda." Belvan menarik lengan Nayara dan memintanya duduk setelah tangan kirinya menarik kursi.


Nayara duduk mengikuti alur yang dimainkan Belvan, lalu dia membuka serbet dan menaruhnya di pangkuan. Nayara melihat Belvan menuang anggur merah untuknya.


"Honey, disini kalau malam udara akan berubah sangat dingin, kau bisa meminumnya sedikit untuk menghangatkan tubuh."


Nayara mencoba mengikuti alur permainan Belvan, jujur dia sangat tidak nyaman di dekat lelaki itu. Semakin lama Belvan malah membuatnya ilfell.


Nayara tersenyum kepada Belvan, berusaha terlihat menikmati makan malam berdua ini, menunya sangat mewah, Nayara tidak tahu darimana Belvan mendapatkan semuanya. Mungkin ada kapal yang datang mengangkut bahan makanan yang tidak Naya ketahui.


"Belvan, Aku ingin malam ini kamu makan sangat banyak, biar aku yang menyuapi."


" Benarkah kau mau menyuapi?" Nayara yalimkika Belvan makan banyak dia akan mengantuk.


"Iya benar. Izinkan aku menyuapi mu khusus malam ini."

__ADS_1


"Ini sangat tidak adil, Jika kamu menyuapi ku, aku juga harus menyuapi mu, biar kita terlihat semakin romantis"


"Oh begitu ya, baiklah." Nayara mulai mengambil garpu dan menusuk daging lobster yang sudah bersoh dari cangkangnya.


Nayara sengaja membuat semua seolah berjalan sesuai rencana Belvan, setelah Belvan lengah, Nayara akan menyusun rencana baru dan pergi dimana dia tidak bertemu dengan Belvan atau Morgan lagi. Dua pria itu membuat hidupnya sangat rumit.


***


Morgan sedang makan malam bersama keluarganya. Akan tetapi pikirannya berkelana kemana-mana.


"Kakak, apakah kau sangat merindukannya?"


"Nayara sejak tadi tidak bisa dihubungi, Aku khawatir dia akan melakukan kesalahan lagi." Morgan hanya menusuk nusuk daging yang empal yang tidak bersalah itu.


"Kalau begitu kenapa tidak kakak susul dia." Amora memberi solusi.


"Kamu benar, aku seharusnya menemani dia."


"Morgan, jika kamu ingin mengejar cinta masa kecilmu itu, kamu harus tunjukkan rasa sayangmu yang tulus, meski dia tidak ingat semuanya, buat dia tahu kamu mencintainya. Buat dia senyaman mungkin yang tidak bisa diberikan oleh pria lain."


"Entahlah, kakak sangat payah," cibir Amora.


"Kamu benar Amora, kakakmu sangat payah, dia bahkan menyerah sebelum pertandingan dimulai," ledek papa.


"Kalian stop meledek putraku, bagaimanapun dia adalah putraku yang paling tampan. Jika dia tidak bisa mendapatkan wanita yang dia cintai, bagaimana kalau namanya kita ganti saja menjadi Moreno, atau Marlina." kata Mama Morgan yang ikut meledek. Morgan tadinya berfikir kalau mama bakal memberi dukungan yang menyenangkan hatinya, justru kalimat mamanya membuat harga diri Morgan semakin jatuh.


"Kalian bertiga telah menghancurkan harga diriku." Morgan menyelesaikan makannya dengan cepat lalu dia segera pergi meninggalkan ruang makan lebih dahulu.

__ADS_1


"Mam, dia marah." Amora menertawakan Morgan yang putus asa.


"Jangan pedulikan dia, biarkan dia menyadari kesalahannya dan segera mengejar cintanya.


__ADS_2