Sekretaris Nakal (Balas dendam)

Sekretaris Nakal (Balas dendam)
Belvan semakin gila.


__ADS_3

Nayara menggeliat seperti cacing kepanasan. Dia mencoba menuntaskan gejolak yang dia rasakan seorang diri dalam kamar yang sepi.


"Sekarang aku tidak percaya lagi dengan Belvan, pasti Belvan yang menyuruh pelayan itu."


Nayara merasakan titik-titik sensitifnya menegang, dua bukitnya semakin menjulang, inti bawahnya berkedut kedut. Nayara meremas tubuhnya dan mencoba memasukkan jarinya ke inti dengan hati-hati. Berlahan tangannya bergerak maju mundur, Nayara takut selaput dara yang dia jaga selama ini akan hilang.


"Ahhh .... Nayara lega setelah miliknya mengeluarkan sesuatu yang hangat. Akan tetapi rasa panas itu belum juga hilang. Nayara mengutuk Belvan yang membuatnya sangat menderita.


Nayara dengan sekuat tenaga melawan segala penderitaannya. Panas yang dia rasakan sedikit berkurang setelah berjam-jam berada di bawah guyuran air shower. Meski belum sepenuhnya hilang, tapi sedikit terbantu oleh dinginnya air.


Nayara menangis karena sahabatnya berubah, Belvan yang dia kenal tak seperti Belvan yang dulu lagi. Nayara tidak mengerti kenapa Belvan jadi buta.


Mata Nayara memerah dan bibirnya bergetar dia mengutuk hari ini. Nayara meraih handuk kimono dan keluar kamar mandi dengan langkah sempoyongan, berulang kali dia terjatuh, lalu bangkit lagi.


Belvan kesal terlalu lama menunggu Nayara tak jua kunjung datang, setelah beberapa kali mengetuk pintu, wanita itu tak kunjung membuka pintu. Belvan berusaha bersabar untuk sebuah kemenangan, lelaki itu meneguk wine yang ada di mini bar di salah satu ruangan, berharap malam yang akan dilaluinya bersama Nayara nanti semakin panas.


Sedangkan Nayara susah payah melepaskan diri dari Belvan dan orang-orangnya. Nayara memakai baju yang ada lalu berlari mengendap-endap lewat pintu dapur.


Saat ingin keluar melewati pintu dapur Nayara sangat hati-hati. Dia juga harus menghindari bibi.


"Nona anda mau kemana?" Tanya Bibi.


Bibi aku sedang merasakan panas di kamar. Aku ingin keluar cari angin segar," dusta Nayara.

__ADS_1


"Tapi Nona, tuan Belvan tidak ingin anda pergi."


"Hanya keliling taman villa ini saja Bi."


"Baiklah jangan jauh-jauh, aku akan menyusul." Nayara melihat Bibi yang sedang membuat makan siang.


Nayara mengangguk, dengan gegas dia berlari ke pantai, Nayara berharap akan menemukan kapal para nelayan, satu satunya harapan yang akan menolongnya.


Tapi tidak semudah itu. Rupanya penjaga melihat Nayara yang akan kabur.


"Kekasih Tuan Belvan, akan kabur!" Salah seorang menunjuk Nayara.


"Cepat! kita tangkap, jangan biarkan dia kabur. Empat orang mengejar Nayara. melihat posisinya tidak aman Nayara mempercepat langkahnya. Nayara mencoba untuk bergerak secepat mungkin tapi tidak berhasil karena membawa tubuhnya rasanya sangat berat.


"Nona, aku mohon jangan kabur, Tuan Belvan pasti akan menghukum kami semua."


Keempat orang kembali meringkus Nayara. Dengan segenap kekuatan yang tersisa Nayara berusaha melawan.


Nayara melihat sebuah kapal kecil yang datang mendekat, dia yakin itu adalah malaikat penyelamatnya.


Setidaknya orang asing saat ini tidak akan menyakitinya.


Nayara menendang, menggigit dan memukul sebisanya. Ilmu beladiri yang dimiliki ternyata tidak mampu untuk melawan keempat lelaki yang tentunya juga memiliki ilmu beladiri.

__ADS_1


"Nona, anda menyerah saja, anda tidak akan mampu melawan kami semua.


Mereka semua berhasil meringkus Nayara, Nayara dibawa kepada Belvan dengan baju yang koyak dimana mana memamerkan tubuh indahnya.


"Apa yang telah kalian lakukan pada Nayara?" Belvan tidak terima melihat Nayara memakai baju koyak.


"Tuan, Nona ingin kabur."


"Kabur? Bagaimana bisa kabur?! tidak mungkin bisa, tak akan ada yang berani mendekat , karena pulau ini hanya milikku."


"Belvan, kamu keterlaluan, seperti inikah yang kau sebut cinta? Sikapmu bahkan menyakitiku dengan sangat dalam. Kau bukan mencerminkan seorang sahabat lagi, apalagi kekasih." Nayara meronta, pengawal melepaskan Nayara karena tak mungkin ada celah untuk kabur.


"Aku tidak sudi menikah denganmu!!"


"Apa yang kamu katakan, Honey. Tidak mau menikah denganku?" Belvan mendekati Nayara, menyibak rambut yang basah dan bibir yang pucat. Sorot mata Nayara sangat tajam.


"Nay, jadilah Nayara yang penurut, aku akan sangat mencintamu, melebihi laki-laki manapun. Tidak akan ada lelaki lain yang lebih besar cintanya padamu selain aku."


Nayara memalingkan wajahnya. Ini pertama kalinya dia jijik dengan Belvan.


"Lepaskan aku, aku ingin pergi dari sini, aku muak dan benci dengan kamu Belvan."


"Jangan membenciku sayang, aku tidak sanggup." Belvan menempelkan hidung runcingnya di pipi Nayara lelaki itu memejamkan mata merasakan aroma wangi di tubuh wanita.

__ADS_1


"Honey, udara semakin panas, sebaiknya kita masuk saja."


Nayara menjauhkan wajahnya. Belvan tersenyum dan memberi kode pada para anak buahnya untuk membawa Nayara masuk.


__ADS_2