Sekretaris Nakal (Balas dendam)

Sekretaris Nakal (Balas dendam)
Kelakuan Briana


__ADS_3

Briana tinggal disebuah hotel bintang lima di negara Singapura. Disana dia tak sengaja bertemu seorang lelaki pemilik wajah tampan dan tubuh tidak kalah kekar dengan Morgan.


Lelaki itu tinggal di hotel yang sama dengan Briana.


Briana berulang kali bertemu pria itu, seolah sebuah kebetulan yang terus terulang.


Lelaki itu bernama Leon, dia adalah orang yang diperintahkan Nayara untuk menggoda Briana.


Leon adalah orang yang hidupnya pernah ditolong oleh Nayara. Berkat bantuan uang dari Nayara ibu Leon yang sakit bisa melakukan transparasi ginjal disaat semua harapan itu sepertinya mustahil.


Leon patuh dengan perintah Nayara bukan karena besarnya uang, tapi cenderung pada hutang budi dan rasa terima kasih ketika semua orang merendahkannya.


Leon berangkat ke Singapura begitu tahu Briana ada disana. Lelaki itu menjalankan misi sesuai yang diinginkan Nayara. Mendekati Briana dan menggodanya.


"Hai!" Leon menyapa Briana terlebih dahulu saat mereka tak sengaja bertemu kedua kalinya.


"Hai" Briana membalas sapa'an Leon. mereka ternyata tinggal bersebelahan


"Kita ketemu lagi." Leon tersenyum sangat manis untuk Briana.


Lelaki tanpa mengenakan baju atas dengan keringat bercucuran itu mendekati Briana. "Leon sengaja olahraga di alam terbuka berharap Briana akan melihatnya.


Briana melihat Leon dengan kagum. Wanita itu memang tak bisa mengabaikan pandangannya sedikitpun kalau ada lelaki berotot nan perkasa di depannya.


"Aku Leon, asal negara Indo, Kalau kamu"


"Aku Briana, kita sama."jawab Briana.


"Apakah single?" tanya Leon.


"Ya aku masih single," jawab Briana dusta.


"Lalu apa yang kamu lakukan disini, kerja, liburan atau ada hal lainnya?"


"Iya, aku menemani mama berobat, sambil liburan."


Leon terus menatap Briana sambil mengigit bibir bawahnya. Lelaki itu menunjukkan kekaguman sosok wanita penggemar baju seksi di depannya.


"Leon apakah ada yang aneh pada diriku? kenapa kamu menatapku seperti itu?"


"Tidak, melihat kamu sangat cantik, aku seperti melihat seorang bidadari."

__ADS_1


"Ah, Leon kamu pandai sekali ngegombal." Briana tersipu.


"Ngegombal? kalau aku pandai ngegombal pacar aku pasti sudah banyak, buktinya saat ini aku masih saja jomblo."


"Jomblo? kok aku tidak yakin ya. cowok tampan dan gagah sepertimu seorang jomblo. Pasti kamu terlalu pemilih."


"Bukankah itu harus, dan sepertinya aku sudah menemukan yang kucari. Gadis single yang sangat cantik itu sekarang ada di depanku." kata Leon penuh dengan rayuan maut.


"Leon, kamu benar-benar perayu ulung."


"Tidak, Nona cantik."


Tiba-tiba ponsel Leon berdering, setelah dilihat ternyata panggilan itu dari Nayara.


Leon menatap Briana yang juga menatapnya.


"Maaf, ibuku telepon, aku masuk dulu, jika kamu ada waktu nanti malam kita bertemu lagi di ballroom. Aku akan menunggu ...." Leon melambaikan tangannya.


Pipi Briana semakin merona, cowok setampan Leon mengajaknya datang ke pesta dansa. menaklukkan banyak laki-laki adalah sebuah kebanggaan bagi Briana.


Briana segera masuk setelah Leon meninggalkannya sendiri.


Malam sebentar lagi tiba. Briana tentu akan datang untuk memenuhi undangan Leon. wanita itu butuh teman sebagai pelipur hatinya yang tengah resah.


"Maksud mama apa? jangan bilang mama juga tertarik pada Leon! Mama bukannya sudah punya berondong sendiri."


"Anak bodoh! Orang tua bicara bukan didengarkan! Bisa saja Leon itu mendekati kamu karena dia seorang laki-laki penghibur, hanya ingin uangmu saja.


"Bilang saja Mama takut kalau tidak aku kasih uang lagi. Ma, Morgan sekarang mulai curiga dengan uang perusahaan yang telah kita ambil besar-besaran. Jika kita terus melakukan itu, bisa-bisa dia akan menghentikan semuanya."


Diana tak kalah emosi menanggapi ucapan Briana, wanita itu makin salah paham. "Bilang saja kamu sekarang tidak peduli lagi sama mama. Kamu sudah nggak sayang lagi sama mama. Dan kamu ingin menikmati harta suami kamu sendirian. Padahal mama selama ini yang membantu kamu supaya bisa bersatu dengan Morgan." Emosi Diana meluap.


"Ma! Tapi Morgan sekarang mulai perhitungan."


"Itu karena kamu terlalu bodoh," ujar Diana lalu pergi meninggalkan Briana sendiri.


***


Malam telah tiba. Briana duduk di sofa sambil mencoba menghubungi Morgan. Tapi sayangnya suaminya itu mengabaikan panggilannya.


"Kemana dia!!"

__ADS_1


"Tidak mungkin dia sekarang bersama sekretaris sial itu kan?! Morgan, aku tidak akan biarkan Nayara mendekatimu!" Briana kesal sendiri. Briana berusaha menenangkan diri, menaruh prasangka baik kepada Morgan. Mungkin suaminya sedang mandi atau olahraga, mengingat Morgan suka sekali olahraga di jam sore.


Briana urung menelepon Morgan, dia ingat kalau malam ini Leon menunggunya di ruang dansa. Briana segera mandi dan memakai baju hitam yang dipenuhi bling-bling.


Baju hitam tersebut memiliki belahan yang sangat rendah, hingga memperlihatkan kedua buah d*d* yang mont*k. belum lagi bagian bawahnya jauh diatas lutut.


Briana mengamati penampilannya, berputar berulang kali di depan cermin, merasa sudah sempurna dia segera keluar menuju ballroom.


Briana tidak melihat Leon diruang dansa. Wanita itu terpaksa duduk sendiri sambil mengamati sekitar.


'Leon ternyata tidak datang, Bodoh sekali aku percaya begitu saja dengan ajakannya." Briana kesal dia mulai gelisah sudah lima belas menit menunggu lelaki itu tak kunjung terlihat batang hidungnya.


Leon yang sengaja tak menampakkan diri terlebih dahulu, tersenyum melihat Briana berulang kali mendesah kesal sambil celingukan, wanita itu juga melihat waktu yang terus bergulir di pergelangan tangannya.


Bartender datang menghampiri Briana, dia terlihat menawarkan minuman. Briana mengambil satu gelas minuman beralkohol lalu meminumnya, dengan satu kali teguk.


Merasa sudah cukup membuat Briana kesal Leon akhirnya keluar dari persembunyian dan menampakkan diri.


"Cantik maaf aku baru datang, apa kau sudah lama?"


"Ya lumayan, kenapa kau terlambat?"


"Maaf, untuk bertemu dengan wanita secantik kamu, aku butuh persiapan." jawab Leon penuh tipu daya.


Briana menatap Leon yang malam ini tampak begitu tampan. Nayara tidak salah memilih Leon untuk menggoda Briana.


Leon juga memakai jas rompi dan kemeja yang harganya tidak murah. Semua itu dari Nayara.


Melihat baju yang dipakai Leon yang serba mahal, membuat Briana yakin kalau Leon adalah salah satu laki laki yang memiliki karier cemerlang diusia muda.


"Kau juga sangat tampan malam ini." Briana membalas memuji penampilan Leon.


Leon memanggil bartender, dia meminta minuman yang rasanya manis dan memabukkan. Bartender segera mengantar dua botol pesanan Leon.


"Malam ini kita bersenang-senang, Sayang," kata Leon sambil menuang minuman yang baru datang, ke dalam gelas


Cheers!


Mereka berdua bersulang, menyentuhkan gelas hingga menimbulkan denting yang begitu shahdu.


"Leon, minuman ini rasanya sangat nikmat sekali." Briana menggoyangkan gelasnya lalu meneguk sisa digelasnya.

__ADS_1


"Ayo tambah lagi," kata Leon sambil membantu Briana menuang minuman botol ke dalam gelas.


__ADS_2