Sekretaris Nakal (Balas dendam)

Sekretaris Nakal (Balas dendam)
Satu bunga dan dua singa.


__ADS_3

"Nayara!" Morgan terkejut melihat belas luka di tubuh Nayara yang belum sembuh. Lelaki itu segera berjalan menghampiri Nayara.


Morgan menyentuh wajah Nayara yang penuh luka. Sudut bibirnya juga terluka.


Nayara memasang wajah sedih. "Pak, saya akan mengundurkan diri dari perusahaan. Karena hubungan diantara kira hanya sebatas Sekretaris dan Direktur, saya rasa mulai saat ini kita sudah tak ada hubungan lagi."


"Nay, aku mohon jangan bicara seperti itu, pikirkan lagi sebelum mengambil keputusan."


"Aku sudah mempertimbangkan semuanya." Kata Nayara mulai menitikkan air mata.


Morgan menggeleng pelan, hati kecilnya benar-benar tak mau jauh dari Nayara. dipeluknya tubuh Nayara yang tengah duduk diatas kursi roda. "Aku tahu kamu berkata seperti ini karena semua lukamu masih sakit, aku yakin kamu akan berkata lain setelah sembuh nanti, kamu akan butuh pekerjaan itu, begitu juga aku membutuhkanmu." Morgan berusaha menghibur supaya Nayara menarik kata-katanya. di genggamnya tangan Nayara erat setelah Morgan melepas pelukannya .


"Apakah anda bisa menjamin keselamatan saya? termasuk dari kekejaman orang-orang terdekat anda? Jika anda berjanji, aku akan kembali menjadi sekretaris anda."


Morgan terdiam, seperti sedang dalam pilihan yang berat, kenapa tiba-tiba dia sangat berat melepas Nayara. Bukankah sebelumnya dia tetap baik saja tanpa ada Nayara.


" Ya, aku berjanji." Morgan menatap manik mata hitam didepannya.


Nayara tersenyum bahagia dalam hati, melihat Morgan menyanggupi keinginannya, langkah pertama sudah berhasil, mulai hari ini Morgan akan menjadi perisainya yang sangat kuat.


Morgan kemalu meraba pipi Nayara dan menggerakkan ibu jarinya lembut. "Nay, ini pasti sangat sakit. Kamu pasti sangat ketakutan saat mereka menyakitimu."


Nayara melepaskan tangan Morgan dari wajahnya. "Sakit sekali. Tapi aku sudah terbiasa sakit. Setiap sakit yang aku rasa justru membuat aku semakin kuat." Nayara tersenyum.


"Hebat sekali," puji Morgan yang bingung harus berkata apa.


Nayara menatap jauh kedepan, dia kembali ingat bagaimana tangan seseorang dari belakang mendorong tubuhnya ke jalanan. "Anda tahu aku bahkan nyaris mati muda, kalau bukan keajaiban aku pasti sudah tidak di dunia ini lagi. Dokter bilang aku hidup karena sebuah keajaiban."


"Nay, kamu beruntung. Andaikan dia seberuntung kamu."


"Dia siapa, Pak Morgan?" Nayara penasaran.


"Ah tidak. Ini kisah masa kecilku, gadis yang dulu aku sukai sakit, dan nyawanya tak tertolong."


"Pak Morgan punya gadis masa kecil?"


"Iya, setelah papa pindah kerja aku berpisah dengannya setahun, tapi saat aku kembali dia sudah pergi dan hanya sepucuk surat yang dia tinggalkan. Aku tidak sempat melihat saat terakhir dia menghembuskan nyawa. Aku datang setelah sebulan dia pergi"


"Jadi Briana bukan cinta pertama anda?"


"Tidak."


"Gadis itu cinta pertama anda?"

__ADS_1


"Iya, aku dan dia saling mencintai, karena saat itu usia kami masih terlalu dini untuk mengenal cinta, jadi hubungan kami berkedok sahabat. Dia juga suka sekali mawar merah seperti kamu."


" Entahlah, aku tidak ingat apa yang aku sukai dan tidak, yang jelas aku kehilangan ingatanku dimasa kecil karena kecelakaan itu."


Nayara ingin tahu lebih banyak, tapi sayangnya Belvan datang dan membuat obrolan mereka harus terhenti.


"Nayara, ternyata kamu disini, pantas aku lihat di kamar tidak ada."


Belvan dan Morgan saling bersitatap. Morgan tersenyum pada Belvan dan lelaki itu tetap membalasnya meski senyumnya terkesan kaku.


"Apa kabar, Sobat?" Tanya Morgan pada Belvan.


"Sangat baik." Belvan melirik pada pergelangan tangan Belvan, Belvan tahu kalau Morgan sakit juga.


Belvan tersenyum." Aku kira orang seperti anda tidak akan pernah sakit."


"Tuan saya sakit karena asam lambungnya naik, saat dia mencari Nona Nayara dia tidak meluangkan waktunya untuk diri sendiri," jawab Tomi ikut bicara, lelaki yang tadi seperti patung monumen akhirnya membuka mulutnya.


Belvan dan Morgan menatap Tomi bersamaan.


Nayara memasang wajah penuh tanya. "Maksud anda?"


"Nona Nayara anda harus tahu, setelah kami kembali ke kantor, tuan Morgan menghubungi anda. Setelah anda tidak bisa dihubungi dia sangat panik. Lalu kami kembali di apartement. Mendengar penjelasan dari bibi kalau kalian diculik, Tuan Morgan panik, hingga dia melupakan makan dan minum, bahkan dia berjanji tidak akan melakukannya sebelum Nona Nayara ditemukan."


"Maaf Tuan, Nona Nayara harus tahu kalau anda juga sangat panik atas kepergiannya tanpa kabar."


Belvan dan Nayara hanya diam terpaku, jika kalimat itu bukan dari bibir Tomi mungkin tak akan percaya. Morgan lelaki yang dingin mengkhawatirkan sekretarisnya, sampai dia harus rela di opname.


"Tomi, kau membuat aku malu di depan mereka semua, bawa aku kembali ke bangsal, aku ingin kita segera pergi dari sini."


Nayara menatap kepergian Morgan tanpa bisa mencegahnya. Belvan di belakang tubuhnya juga ikut menatap kepergian Morgan. hati kecilnya tertawa lucu, dirinya dan Morgan seolah sedang bersaing mendapatkan simpati Nayara.


"Belvan jangan melamun, sayang sama makanannya, dingin."


"Oh iya Nayara, aku bawakan makanan kesukaanmu, kita masuk aja dulu ya, kita makan di dalam. Perawat tolong bantu bawa Nona masuk."


"Baik Tuan."


Belvan di kedua tangannya penuh dengan kantong kresek berisi makanan, terpaksa dia minta tolong pada Perawat untuk membawa Nayara masuk, kulit Nayara juga masih sangat sensitif jika terkena udara luar terlalu lama.


Di ruang rawat, Nayara berbaring dengan posisi terlentang setengah duduk, dia akan makan bersama Belvan dengan menu favorit mereka berdua.


"Nayara, sangat menikmati makan siangnya bersama Belvan, lelaki itu lebih banyak memperhatikan Nayara dan menyuapinya daripada mengisi mulutnya sendiri.

__ADS_1


"Nayara, makan yang banyak biar cepet gedhe." Belvan membukavsatu hamburger berukuran besar.


" Aku harus segedhe apa? kalau aku makan disuapi sama kamu, pasti nggak sampe seminggu tubuhku akan membengkak segedhe gajah."


"Kamu kalau gendut pasti makin cantik."


"No no Belvan, aku tidak mau gendut."


" Percayalah, Kalau kamu gendut akan makin cantik sekali."


"Bisakah jangan bahas gendut, aku ngeri membayangkannya, aku harus bertahan di bobot 50 ini, aku merasa bobot ku yang sekarang sudah pas. Aku akan jelek jika aku gemuk."


"Biar aku tidak ada saingan berat lagi," canda Belvan.


"Oh jadi itu alasannya. Dasar CEO licik" Nayara memukul dada Belvan yang duduk didekatnya, Keduanya bisa tertawa melupakan masalahnya sesaat.


_


"Tomi, kenapa kau ceritakan didepan Belvan dan Nayara." Morgan terlihat masih memarahi Tomi yang sedikit lancang.


"Maaf Tuan, saya rasa mereka juga harus tahu kalau anda juga khawatir saat Nona Nayara disandera oleh para preman."


"Tapi itu sama saja kau menurunkan derajat dan martabatku sebagai seorang Direktur. Nayara pasti akan mengira aku .... Ah kacau semuanya"


" Berhenti terus membohongi diri sendiri Tuan," jawab Tomi.


Morgan yang berdiri di belakang jendela kaca terus menatap pada kamar yang dihuni oleh Nayara. Hati kecil Morgan sebenarnya juga sibuk menerka apa yang telah dilakukan oleh Nayara di kamar itu. Entah kenapa melihat kedekatan Nayara dan Belvan, Morgan tidak suka dan hati tak mengizinkan mereka berdua saja.


Morgan tahu ada dua perawat khusus yang selalu ada di dekat Nayara, tapi apa yang bisa dia lakukan. Dia hanya akan menjadi obat nyamuk tanpa bisa mencegah jika Belvan dan Nayara sedang bercumbu.


"Ah, kenapa aku seperti ini," desah Morgan.


"Kenapa, Tuan?" Tomi tahu tuannya sedang gelisah.


"Tomi apakah kamu tahu apa yang terjadi denganku."


"Tentu saya tahu Tuan. Anda sebenarnya ingin memetik bunga yang baru mekar, bunga itu sangat memesona dan harum. Namun, anda kesulitan karena bunga tersebut dijaga oleh singa yang lain. Ada dua singa yang sama sama kuat dan buas ingin mendapatkan sekuntum bunga itu Tuan."


" Apakah satu singa itu Belvan?"


'Tuan setelah sakit kenapa anda jadi lemot sih,' batin Tomi.


" Iya, Tuan. Singa itu adalah anda dan Tuan Belvan, sedangkan Bunga itu adalah Nona Nayara."

__ADS_1


* Jangan lupa Favoritkan biar ada notif kalau update bab terbaru.


__ADS_2