
Amora masuk kamar mandi, setelah menjatuhkan selimut di lantai, Sebelum menutup kamar mandi dia menoleh pada Belvan dan tersenyum.
Belvan yang menatap Amora dengan tajam merasa diremehkan olej wanita yang mwndadak menjadi istrinya itu.
"Suamiku, apakah kau ingin mandi dan mengulangi malam panas kita semalam."Amora mengedipkan mata.
'Siapa wanita itu, beraninya dia mempermainkan aku," batin Belvan.
"Argggg." Belvan memukul ranjang yang semalam menjadi tempat memadu kasih, dan disaat itu matanya melihat bercak darah yang ditinggalkan oleh sang gadis di ranjang.
"Dia masih perawan, tapi kenapa dia mau melakukan semua ini." Belvan makin pusing wanita yang ditiduri bukan seorang ******, melainkan seorang gadis. Andaikan dia ******, akan sangat mudah untuk menendang wanita itu dan mencari Nayara kembali meski ke ujung dunia.
----
Belvan mengamuk pada penjaga, dia memukul beberapa dari mereka karena dinilai tidak becus bekerja, dan disaat yang sama Nayara datang bersama Morgan untuk melindungi mereka.
"Hentikan kekejaman ini Belvan." Morgan mendekati Belvan dan meraih kerah kaosnya. Morgan merasa kini kekuatan dan semangatnya begitu menggebu karena ada Nayara bersamanya.
__ADS_1
"Aku tidak menyangka kau akan melakukan semua ini dengan curang!" Belvan membalas tatapan morgan dan menghempaskan tangan Morgan dari lehernya.
"Kau yang mulai, kau yang membuat Nayara dalam tekanan. Kau memaksa dia untuk bersedia menikah denganmu."Morgan dan Belvan saling memandang dengan tatapan tajam.
"Aku tahu Belvan aku yang salah dalam semua ini, aku terus merasa tidak enak untuk mengatakan yang sesungguhnya karena berhutang budi padamu, kau telah menyelamatkanku waktu itu. Sekarang aku sadar kalau cinta dan persahabatan itu berbeda. Kamu tetap sahabat terbaikku, dan Cintaku adalah Morgan."
Nay! Kamu sengaja meninggalkan pernikahan kita dan meminta wanita itu menggantikanmu, kenapa kau melakukan hal rendah ini untuk menjebak ku?" Belvan memperlihatkan kecewanya pada Nayara.
"Aku yang mengatur semuanya, Nayara berada dalam permainanku. Jika ada yang ingin kamu salahkan itu adalah aku. Lihatlah CCTV itu dia akan memperlihatkan semuanya dan menjelaskan dengan detail."
Sebuah proyektor besar mengeluarkan cahaya dan menyentuh dinding. Proyektor memperlihatkan lekuk tubuh Amora saat dia turun dari mobil, lalu dia menyerahkan undangan pada security, setelah itu dia berhasil menembus ruang utama hingga masuk kamar Nayara, Amora membujuk Nayara agar pergi dan menahan Nayara agar tidak bisa kembali, berlanjut pada prosesi pernikahan yang begitu sakral hingga berakhir Amora dan Belvan mulai melepaskan satu persatu pakaiannya. Sampai di part itu, proyektor mati dengan sendirinya. Amora sangat senang saat itu dia bisa masuk dengan sangat mudah, padahal dia berharap ada petualangan yang lebih seru.
Belvan mendekati Amora dan mencekiknya, lalu mendorong tubuh ramping Amora ke dinding. "Kau ternyata wanita ular."
"Sedikit saja kau melukai dia, maka aku adalah musuh terbesarmu Belvan!!" Morgan menodongkan pistol ke dada Belvan.""Berani kau melukainya, aku akan membuat kematianmu sangat menyakitkan."
"Adikmu telah mempermainkan ku, dan selamanya aku akan membenci dia, jangan berharap aku akan menganggapnya dia istri.
__ADS_1
"Tidak masalah Tuan, aku pegang kata-katamu, dan aku akan
terus berusaha membuatmu sangat mencintaiku. Hingga kau tak akan bisa berpaling dariku." Amora berkata dengan menggoda. Morgan dan Nayara heran melihat keberanian adik kecilnya. Morgan seolah tidak kenal lagi Amora yang cengeng.
"Amora, kamu akan menyesal!" Belvan masih berusaha untuk mengingatkan Amora.
"Tidak Tuan Suamiku. Aku justru sangat senang dengan semua ini," jawab Amora dengan bibir terus tersenyum.
Nayara mendekati Amora. Menatap manik mata gadis yang umurnya dua tahun di bawahnya itu. "Amora, kamu bodoh sekali, kenapa kamu lakukan ini?"
"Kak, kamu tidak tahu sesuatu, diam-diam aku jatuh cinta pada lelaki itu, sejak pandangan pertama, aku yakin dia lelaki yang baik, karena dia sahabatmu," lirih Amora.
"Apakah benar kamu jatuh cinta sama dia?" Nayara tidak percaya.
Amora mengangguk. "Iya Kak."
Nayara tersenyum, kembali memeluk erat tubuh Amora yang terlihat banyak sekali bekas cupangan di dada dan lehernya.
__ADS_1
Belvan pergi dengan membawa amarah yang besar. Sedangkan Morgan kembali merasakan kehancuran. Dia tidak akan bisa melihat adiknya menjadi istri Belvan. Morgan takut Amora akan menjadi pelampiasan amarah Belvan.