Sekretaris Nakal (Balas dendam)

Sekretaris Nakal (Balas dendam)
Siapa Amora?


__ADS_3

Morgan pergi dengan kecewa yang mendalam. Sampai malam tiba dia masih melamun di koridor. Kopi yang biasanya rasanya nikmat kini berubah menjadi hambar.


"Ah." Morgan mendesah.Nayara sangat melukai hatinya.


Morgan lalu pergi ke tempat dimana dia bisa menenangkan diri. Morgan berusaha untuk menghilangkan kebersamaan bersama Nayara ketika di Villa, di kolam renang. Akan tetapi semua semakin terekam dengan jelas di ingatannya.


Senyum Nayara yang beberapa hari ini terlihat begitu menawan diwajahnya kini kembali sirna.


"Kakak!


Morgan menoleh ke segala arah mencari suara yang membuatnya terkejut. Suara yang akan mengusik ketenangannya sehari-hari. Siapa lagi kalau bukan suara Amora.


"Hey!! Aku disini, Aku datang ke mansion, tapi Tomi bilang Kakak datang ke bungalow seorang diri."


"Amora kenapa kau ikut kesini, tidak bisakah kau biarkan aku sendiri dan tunggu aku pulang." Morgan terkejut adiknya tiba tiba datang.


Amora memeluk kakaknya dari belakang. "Kakak, aku tidak bisa menahan diri untuk tidak langsung menemui mu. Aku sangat merindukanmu, Ayo kita pulang. Mama dan papa juga sudah menunggu."


"Hmmm, Iya, baiklah. Kembalilah terlebih dahulu_


"Kami tahu kakak sedih, Kak Morgan sudah tertipu dengan Kakak ipar Briana dan sekarang hampir kehilangan cinta pertama. Tapi percayalah jika kakak yakin pada kekuatan cinta, kalian pasti akan bersatu." kata Amora membeo.


"Masih kecil dan terlalu sok tahu. Amora pulanglah" Morgan berdiri dari duduknya lalu memegangi pagar teralis sambil menatap sekitar bungalow.


"Kakak tidak merindukan aku, padahal sudah enam bulan kita tidak bertemu." Amora si gadis cengeng dan manja itu sudah mengerucutkan bibirnya.


"Tentu aku sangat rindu, tapi kakak lagi pengen me time beberapa jam lagi."Mohon Morgan.


"Baiklah, Mama dan papa menunggu kedatangan Kakak, di saat makan malam nanti."


"Ya, aku akan datang. Katakan maaf ku pada mereka."

__ADS_1


"Baiklah Kak, jika kau membutuhkan bantuan untuk menghapus tangis kesedihanmu, hubungi saja aku," canda Amora


"Kau!" Morgan tidak terima Amora terus menghinanya.


"Iya Kak, kenyataannya kau sangat lemah. Kau tidak berjuang. terlebih lagi kau sangat payah."


"Kau tahu semuanya." Tanya Morgan.


"Tentu, aku adikmu, tapi aku tidak sepayah dirimu," ledek Amora.


"Amora!"


Morgan akhirnya memilih pulang bersama Amora. Amora senang kakaknya mau mendengarkan kata-katanya. Amora tahu kakak tersayangnya menjadi rapuh karena wanita bernama Nayara. Dia tadi sempat melihat foto wanita itu di kamar dan menanyakan pada Bibi. karena Amora merasa aneh jika kakaknya menyimpan foto wanita lain yang bukan istrinya.


Bi Tuti yang sangat menyukai Nayara dia bercerita panjang lebar tentang Nayara. Dan kedekatannya dengan Morgan.


Meski awalnya Amora mengira Nayara adalah pelakor, tapi setelah mendengar banyak hal dari bibi, Nayara sekarang tahu apa posisi Nayara dihati kakaknya. P


***


"Apa tidak terlalu buru-buru, Tidak masalah menginap satu malam disini."


"Tidak Belvan aku mau pulang."


"Baiklah." Belvan setuju, dia melihat infus yang ada di tangannya tinggal sedikit, Belvan segera menemui dokter dan mengatakan kalau Nayara ingin pulang saja.


"Nay, apa yang terjadi? kenapa kau sampai mengalami kejadian ini."


"Kau ingin tahu?"


"Tentu, aku calon suamimu." jawab Belvan dengan cepat.

__ADS_1


"Aku telah menghabisi Briana, jika tak segera mendapat pertolongan, maka wanita itu akan mati. Kalaupun dia siuman dia akan lumpuh dalam jangka panjang."


"Nay, Kamu tidak bercanda?" Belvan terkejut.


"Tentu tidak, bukankah hanya itu tujuanku kembali ke negara ini, sekarang tujuanku tinggal satu lagi." Kata Nayara sambil menatap ke arah Belvan dengan tangan mengepal penuh dendam..


"Apakah setelah semua dendam kamu terbalas, kau akan bersedia menikah denganku." Belvan terlihat senang, berharap Nayara akan bersedia dinikahi secepatnya. Belvan meraih jemari Nayara dan mengecupnya.


"Nay, aku ingin jawaban darimu." Belvan menarik dagu Nayara berharap wanita itu segera memberi kepastian.


"Belvan, tolong kita bicara yang lain saja. Aku butuh waktu untuk istirahat, kamu tahu aku baru saja melakukan hal yang sangat besar." Nayara malasbajasemgemao pernikahan


Dokter datang menghampiri Nayara dengan wajah ramah. "Nona Nayara apakah anda ingin pulang sekarang!"


"Benar Dokter, Sehari disini sudah terasa sangat membosankan."Nayara memberikan lengannya, dokter segera melepas jarum dari tangan Nayara dengan hati-hati.


Belvan menunggu tanpa sedikitpun berpaling dari Nayara dan Sang Dokter yang memegang tangannya. Belvan takut dokter akan memanfaatkan situasi ini untuk memegang tangan Nayara lebih lama.


"Apakah semua sudah selesai. Dokter! maaf kami harus buru buru pergi, aku masih ada urusan."


"Nayara menatap Belvan sedikit aneh dari biasanya, tak percaya pada Belvan yang sedang cemburu karena tangannya dipegang oleh dokter.


Setelah dokter pergi Belvan mengumpat kesal, "Nay, kamu tahu dokter sialan tadi sengaja memegang tanganmu lebih lama."


"Benarkah? aku rasa dia tadi sangat hati-hati."


"Hah, tidak, aku tidak mungkin salah. Padahal ada aku disana, Andaikan tidak, pasti dia sudah merayu mu."


"Belvan, andaikan dia melakukan hal itu, tentu aku akan menolak." Nayara mencoba untuk meredakan emosi Belvan.


***

__ADS_1


__ADS_2