
"Nay, aku mencintaimu." Bisik Belvan ditelinga Amora. Amora merasakan Nafas Belvan yang memburu dan hangat.
Belvan dengan bringas melucuti satu persatu baju yang menempel di tubuh Amora. Amora yang ikut minum air di teko tadi, kini kesadarannya mulai meredup, membiarkan saja Belvan melakukan apapun.
Jujur ini pengalaman pertama bagi keduanya baik Amora maupun Belvan.
Amora mulai merasakan tangan Belvan bergerak nakal dan tidak terkendali.
Semakin malam permainan Amora dan Belvan semakin hangat saja. Amora yang berada dibawah tubuh Belvan hanya bisa pasrah dengan permainan lelaki diatasnya.
Belvan dengan leluasa memainkan kedua bukit menjulang milik Amora, memeras, memilih, dan mencecap seperti bayi yang sedang haus.
"auhhh." Amora melenguh dan melengkungkan pungungnya. Tubuhnya seakan merasakan sengatan sengatan kecil yang membuat rasa bercampur aduk di tubuhnya.
Melihat tubuh Amora yang dikira Nayara itu tidak menolak dari setiap step permainan yang disuguhkan Belvan, Belvan yakin dan mantapkan diri untuk langsung melakukannya ke permainan inti.
Belvan segera mengeluarkan senjata miliknya yang keras dan besar seperti ubi itu dan mengelusnya, setelah itu dia dengan bangga mendobrak pintu goa yang masih bersegel dan terkunci itu dengan gerakan berlahan.
__ADS_1
Suara kesakitan Amora mulai terdengar, dia tak pernah menyangka kalau rasanya akan sesakit ini, mau menyerah dan menolak saat ini rasanya akan percuma, Belvan bahkan sedang mabok berat dan tenaganya tidak bisa dikendalikan.
Mendengar suara rintihan Amora bukannya membuat Belvan segera menyudahi pemainan, akan tetapi semua itu terdengar seperti permintaan lebih di telinga Belvan.
Nafas yang memburu dan keringat yang membanjiri tubuh adalah saksi usaha mereka berdua malam ini.
Amora sampai menangis karena menahan sakit dan usaha Belvan tak kunjung berhasil.
Belvan mencoba terus memaksa agar kenikmatan sesungguhnya segera mereka berdua rasakan.
"Akhhh" Amora memekik kesakitan bersama dengan lepasnya keperjakaan Belvan dan kegadisan Amora. Milik Belvan akhirnya berhasil terbenam
Lambat laun Amora mulai merasakan miliknya yang tadi begitu sakit saat pertama kali ada yang robek, kini mulai tergantikan dengan rasa yang berbeda.
Amora mulai merasakan nikmat yang tiada tara di setiap hentakan milik Belvan dan sentuhan lembut jemari- jemari besar lelaki yang kini menjadi suaminya itu.
"Nay, teruslah mendesah sekuat mungkin, sekerasnya, tidak akan ada orang yang mendengarnya, rancau Belvan ditengah tengah permainannya yang semakin memanas dan meletup.
__ADS_1
Belvan dan Amora sama-sama kecanduan dengan kegilaan yang baru saja dia rasakan. Belvan dan Amora sama sama ingin segera mengakhiri semuanya dan memulai kembali step yang baru.
Tak lama Amora merasakan ada sesuatu yang hangat mengisi dalam rahimnya. Amora yakin dirinya akan segera hamil.
Amora sesaat ragu akan mengandung benih Belvan, akan tetapi semuanya segera dia tepis, kalau dia akan berusaha mendapatkan perhatian Belvan dengan kehamilannya nanti.
***
Di luar sana Morgan dan Nayara sangat panik karena tidak mampu menembus dinding pertahanan yang Belvan buat. Penjagaan semakin ketat, selain itu Amora sendiri memerintahkan Nayara dan Morgan untuk tenang dan tidak usah mengkhawatirkan keadaannya karena semua sudah berjalan dengan baik.
Morgan dan Nayara seolah tidak bisa dan tidak mengerti rencana Amora. Karena wanita itu juga mengirimkan pesan agar Nayara jangan datang dan menampakkan diri di depan Belvan maupun keluarga. Amora tidak mau Nayara akan mengacaukan semua rencananya dengan datang kembali.
"Morgan, aku tidak mengerti dengan semua ini, kenapa Amora melarang aku kembali, lalu bagaimana keadaannya sekatang?"
"Itulah Amora, dia hanya bisa membuatku pusing Nay, sejak dulu dia suka melakukan apapun sesukanya tanpa memikirkan orang lain yang khawatir dengan keadaannya.
"Aku yakin kali ini dia memiliki rencana yang mengejutkan yang akan membuat kita semua shok.
__ADS_1
"Morgan bagaimana kalau Amora nekat menggantikan aku?" kata Nayara. Firasatnya mulai tidak enak.
Deg, Morgan langsung mengurangi kecepatan laju mobilnya. "Itu mungkin saja terjadi, tapi apakah dia akan benar benar melakukan hal bodoh itu, Belvan pasti akan menyiksanya."