
"Belvan aku akan dibawa kemana?"
"Untuk sementara kamu harus aman dari orang-orang yang jahat sama kamu dan orang terdekatnya. karena hal itu akan membuat mereka kembali menemukanmu dengan mudah."
Nayara menatap Belvan yang begitu tulus menolongnya, lelaki yang selalu ada saat dirinya membutuhkan bantuan. "Belvan bagaimana jika kamu tidak datang."
"Aku pasti akan datang." Belvan tersenyum menatap Nayara yang wajahnya penuh luka. Tangan Belvan merogoh saputangan ditangannya, mengusap darah di sudut bibir Nayara. "Aku pasti akan datang untukmu, Ratuku."
Nayara tersenyum, meski bibirnya terasa perih untuk digerakkan. Nayara sudah terbiasa mendengarkan Belvan ngegombal.
Gombalan yang sering diucapkan oleh Belvan apalagi waktu masih kuliah dulu, nyaris tak pernah ada hari absen.
"Belvan bukankah ini rumah sakit milik Dokter Arion."
"Kamu tidak tahu Nay? Dokter Arion itu kakakku."
Kakak Belvan tak lain ternyata Dokter Arion, Dokter yang sudah lama menjadi Dokter kepercayaan Nayara. Bagaimana mungkin nayara sampai tidak tahu.
Selain mereka jarang bersama, wajah Belvan dan Dokter Arion juga tak ada kemiripan sama sekali, Belvan sedikit kebulean, sedangkan Arion cenderung lebih mirip wajah orang Jepang atau Korea.
"Belvan jadi kamu dan Arion!"
"Kamu kenal?"
"Bukan kenal lagi, tapi aku dan Arion kita bersaudara."
"Benarkah?" Nayara terlalu bersemangat, tapi lagi-lagi tubuhnya tidak bisa diajak kompromi.
"Nay, kamu tidak apa-apa?"
"Tidak apa-apa, tapi kabar ini mengagetkan aku Belvan. Kamu adik dari Dokter Arion."
"Ya Nay, sementara aku akan percayakan kamu dirawat oleh dia, kamu akan baik-baik saja dan aman saat bersama kakakku."
Nayara tidak ragu lagi. Bahkan sekarang dia lega karena Arion langsung yang akan menjadi dokter pendamping dirinya sampai sembuh.
Mobil Mewah Belvan langsung masuk di sebuah parkiran khusus. Lalu segera membopong tubuh Nayara yang masih lemah. Nayara juga memekik sakit ketika Belvan tak sengaja menyentuh bagian yang luka.
Tiba di sebuah ruang rawat khusus keluarga yang lengkap dan sudah mirip seperti apartement tempat dia tinggal itu Nayara segera diistirahatkan di sebuah ranjang besar, sebagai pengganti brankar.
Belvan memanggil perawat dengan sebuah tepuk tangan.
__ADS_1
Dua wanita muda berseragam putih datang dan membungkuk sesaat ketika bertatap muka dengan Belvan.
"Tolong mandikan Nona Nayara. Lakukan dengan lembut."
"Siap Tuan."
"Bagus! Honey aku pergi dulu ya, nanti sore aku akan kesini lagi, aku ada sedikit urusan dengan Client."
"Iya." Nayara mengangguk. "Belvan! Hati-hati bisa saja Briana sekarang mengincarmu karena menggagalkan rencananya."
"Tenang, aku akan jaga diri," jawab Belvan dengan wajahnya yang selalu terlihat tampan.
Belvan meninggalkan kamar VVIP yang kini dihuni Nayara.
Perawat sudah tahu kalau wanita yang dibawa tuannya sangat berharga, dia benar benar memperlakukan Nayara sangat lembut, apalagi Nayara yang cantik dan ramah, membuat mereka cepat akrab.
"Nona, tidak usah malu. Kami digaji tinggi untuk bekerja hari ini." Seorang perawat berkata, ketika Nayara nampak malu perawat itu melepas bajunya yang kotor menempel di tubuhnya.
"Aku tetap saja malu, aku tak pernah memperlihatkan tubuhku pada wanita sekalipun."
"Nona, anda tidak akan bisa mengobati luka ini sendirian, luka anda jika tidak segera dibersihkan bisa jadi akan jadi sarang bakteri dan berakibat infeksi."
Mendengar yang dikatakan perawat ada benarnya, Nayara menurut. Dia diam saja ketika perawat membawanya ke bathup dan membersihkan seluruh tubuhnya yang penuh dengan luka cambuk.
Diperlakukan baik seperti ini sungguh membuat Nayara semakin berhutang budi pada Belvan, lelaki yang selalu direpotkan itu, Semoga Belvan tak akan pernah bosan.
Belum lama pergi, lelaki itu bahkan sudah menelepon salah satu perawat, dan meminta untuk segera memberikan pada Nayara.
"Nayara apakah kamu baik-baik saja." tanya Belvan saat tahu ponsel sudah ada ditangan Nayara.
"Yang pasti aku lebih baik daripada tadi saat belum mandi."
"Baguslah, Kakak ku kebetulan hari ini libur jadi dia liburan bersama temannya, tapi tenang saja, dia sudah aku minta untuk pulang cepat."
"Belvan, maaf selalu merepotkan."
"Jangan bilang maaf, aku bosan."
"Kalau begitu aku harus bilang apa? Terima kasih saja sepertinya lebih baik," kata Nayara.
"Tidak perlu berterima kasih atau minta maaf, aku tidak butuh, yang aku butuhkan tetaplah tersenyum pada dunia, Kebahagiaanmu segalanya bagiku."
__ADS_1
Nayara tersenyum mendengar ucapan Belvan, mengingat Belvan tadi mengatakan akan bertemu dengan orang penting jadi Nayara segera mengakhiri panggilannya.
Entah siapa yang akan ditemui oleh Belvan, karena hari ini hari minggu.
Tapi bagi seorang CEO, hari libur bisa saja menjadi hari tersibuk, mereka bisa mengubah dunianya sendiri tanpa ikut dengan kehidupan orang pada umumnya.
"Nona, Tuan Belvan terlihat sangat mencintai anda." Kata salah satu perawat yang mendengar obrolannya baru saja.
"Andaikan aku diposisi anda, aku akan menjadi orang paling beruntung, Nona." ujar perawat yang satunya.
Nayara tersenyum. "Jadi sahabatnya bagiku lebih beruntung."
"Suster hubungan mana yang anda pertahankan jika misalnya suatu hari anda ditempatkan dalam posisi harus memilih cinta atau sahabat."
"Kenapa harus ada pilihan? Aku akan memilih cinta," jawab salah seorang suster.
Nayara nampak berfikir, mungkin selama ini orang mengagungkan cinta karena dia mengira cinta selalu akan membuatnya bahagia, tapi bagi Nayara hubungan persahabatan lebih indah dari segalanya.
Saat asyik ngobrol dengan perawat, Arion datang. Dia terkejut melihat Nayara, teman spesial yang dikatakan Belvan, tak lain juga temannya.
"Nayara." Arion terkejut melihat tubuh Nayara yang dipenuhi luka.
"Dokter Arion" Nayara tersenyum menyambut kedatangan Arion.
"Aku tidak percaya ada yang melukaimu sekeji ini. Kamu terlalu lucu dan imut untuk disakiti Nayara."
"Benarkah? Kau tidak tahu kalau musuhku sangat banyak, dan misiku berbahaya, Dokter."
Arion mendekati Nayara. Memeriksa tubuh Nayara dengan teliti, ada banyak alat canggih yang digunakan untuk memeriksanya, Arion terlihat kurang bahagia melihat hasilnya,
"Nay, kamu butuh waktu untuk istirahat, semoga kamu betah disini"
"Arion, berapa lama waktu istirahat yang aku butuhkan?" Tanya Nayara.
"Tergantung, jika bandel, maka akan lama."
"Baiklah Dokter Arion, pasienmu satu ini akan menjadi kelinci yang penurut."
Usai memeriksa Nayara, Arion menarik kursi hingga menimbulkan derit pelan. Arion terlihat ingin bertanya banyak hal. "Nayara, kamu dan Belvan apakah pacaran? Kalian terlihat sangat dekat," tanya Arion.
"Mungkin lebih dari pacaran," jawab Nayara. membuat Arion semakin penasaran. Setahu Arion hubungan lebih dari pacaran adalah pernikahan.
__ADS_1
"Nay, apa maksudmu lebih dari pacaran?" Arion mengernyitkan keningnya.
"Jika kamu dekat dengan adikmu Belvan, tanyakan pada dia seperti apa hubungan kami," kata Nayara sengaja membuat Arion penasaran.