Sekretaris Nakal (Balas dendam)

Sekretaris Nakal (Balas dendam)
Siapa kau!!


__ADS_3

Keesokan paginya hotel X sudah seperti sediakala, tak ada penjagaan ketat lagi, para asistent Belvan sudah bertugas normal seperti biasa, hanya ada sekitar empat orang yang menunggu di depan kamar Belvan.


Belvan merasakan tubuhnya begitu lelah. Namun hatinya amat sangat bahagia.


Belvan menoleh pada wanita yang kini tengah tidur dengan memunggunginya. Bibirnya kembali mengukir senyum dan memeluk sang wanita.


"Honey, aku minta maaf telah membuatmu takut sebelumnya." Belvan berkata di telinga Amora begitu lembut. Amora sejak tadi sudah gelisah karena sebentar lagi kebohongannya akan terbongkar. Amora menarik selimut hingga leher. degup jantungnya semakin kencang.


"Nay, kamu kenapa menjadi pemalu begini?" Belvan senang sekali menggoda Amora yang masih dikira Nayara. Belvan menarik selimut kembali ke bawah hingga memperlihatkan punggung putih milik wanita. Belvan mencium setiap inci, Amora merasakan sensasi geli luar biasa, akan tetapi dia berusaha menahannya.


"Nay, aku tahu kamu masih malu-malu. tapi semalam aku dan kamu sudah bersatu, sebaiknya hilangkan saja rasa malu itu dan kita lanjutkan lagi mumpung hari masih pagi, aku masih sangat ingin menjadikanmu sarapan pagi."


"Amora menggeleng lalu menutup seluruh tubuhnya beserta kepala. "Jangan, aku sangat lelah." Amora berkata dengan gugup.


"Nay kenapa suaramu?" Belvan tentu langsung tahu kalau pemilik suara itu bukan Nayara.

__ADS_1


"Aku hanya capek dan flu, aku ingin istirahat."


Belvan semakin curiga dengan suara Nayara yang begitu berbeda. Belvan segera bangkit dari tidurnya dan membuka selimut dengan kasar.


Amora memejamkan mata dengan rapat, sudah saatnya penyamarannya terbongkar. Amora akan menerima konsekuensinya, apapun itu. Tapi jujur dihatinya, Amora merasa lega karena dia bisa mendapatkan sosok lelaki yang dia benci sekaligus menggetarkan hatinya. Ya Amora tidak tahu perasaannya pada Belvan itu benci atau cinta, yang jelas dia ingin melakukan hal ini setelah tahu Nayara tidak mencintai Belvan dan Kakaknya menderita karena hubungan ini.


"Siapa kamu?!" Belvan berbicara dengan keras hingga suaranya memekakkan telinga. Bahkan seisi ruangan seolah ikut bergetar.


Sudah saatnya Amora menunjukkan wajahnya. Amora menutupi tubuh polosnya dengan selimut lalu bangun dari tidurnya yang semula membelakangi Belvan.


"Katakan, siapa Kau?!" Belvan menarik dagu Amora, mencengkeram wajahnya dengan kasar hingga membuat Amora merasa kesulitan untuk bicara.


Amora sama sekali tidak menyesal telah melakukan hal ini. Dibalasnya tatapan membunuh dari lelaki yang sudah menjadi suaminya itu.


"Aku ini istrimu! kau telah menikahi aku, dan bahkan kita sudah melakukan malam yang sangat panjang," ujar Amora.

__ADS_1


"Jangan bercanda, cepat katakan kamu siapa? Apakah kamu seorang jal*ng," kata Belvan merendahkan. " Siapa yang mengirim mu?"


Dibilang ******, Amora menghempaskan tangan Belvan yang mencengkeram dagunya. "Aku bukan ******. Tapi aku adalah jodoh yang dikirimkan tuhan untukmu. Kamu memaksa Nayara menikahimu dengan cara licik. Kamu ingin membuat dua makhluk yang telah lama saling mencintai menjadi berpisah."


"Kamu suruhan, Morgan?" tebak Belvan.


"Tidak ada yang menyuruhku, Aku melakukan ini semua sama sepertimu, Sayang. Aku ingin memilikimu karena cinta," Amora memiringkan bibirnya, senyum paling menyakitkan yang pernah Belvan lihat.


Amora turun dan beranjak ke kamar mandi akan tetapi dia merasakan organ intinya begitu sakit. Semalam benar-benar serasa terbelah, dan sekarang meninggalkan rasa sakit yang luar biasa.


"Arggg." Amora memekik kesakitan, tubuhnya terhuyung nyaris jatuh, untung ada kursi yang bisa dijadikan pegangan.


Belvan hanya menatap Amora dengan acuh. amarah dan kesal tidak terbendung lagi. Setelah amora mandi, dia akan membuat perhitungan pada wanita si*lan yang sudah membuat rencananya berantakan itu.


"Kemana Nayara? bagaimana bisa pelayan dan pengawal tidak melihatnya keluar, apa saja pekerjaan pengawal, percuma aku gaji dia mahal kalau hanya menjaga satu wanita saja dia tidak becus," gerutu Belvan. Lelaki itu meninju meja kuat untuk melampiaskan amarahnya.

__ADS_1


Amora mandi di kamar VVIP yang sudah dihias demikian indah. dia sentuh bunga bunga di kamar mandi yang tengah bermekaran. "Bagus juga ide lelaki itu." Amora tersenyum, meski dia tahu ini semua buat Nayara. tapi sekarang semua dia yang menikmatinya.


__ADS_2