
Morgan menggendong Nayara ke sofa, menindih tubuh wanita yang tak sabar ingin dia miliki seutuhnya sejak lama itu.
Mereka berdua hanya saling pandang tanpa kata. "Morgan, halallin aku aja dulu baru bisa naik-naik begini. Aku nggak mau hamil di luar nikah," mohon Nayara saat merasakan anakonda Morgan menekan perutnya.
"Kalau main setengah aja gimana?" Morgan mulai menawar karena tubuhnya sudah tak bisa diajak kompromi lagi.
"Sama saja, kalau enak nanti keterusan, aku nggak mau." jawab Nayara berusaha membujuk Morgan yang sudah diliputi gairah.
"Ya sudah aku kamar mandi dulu." Morgan tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan untuk membujuk anakonda nya agar tidur, pernikahan makin dekat, Anakonda amazone miliknya makin tak bisa bersabar. Nayara belum mau diajak nyicil kuping atau hidung.
Morgan masuk kamar mandi pribadi milik Nayara, terpaksa dia bermain solo dengan sabun. Sambil membayangkan tubuh montok kekasihnya yang sebenarnya pernah dia lihat sekali itu.
Morgan pernah mengintip Nayara waktu ganti baju saat menginap di rumahnya, bukan mengintip tapi tak sengaja melihat, karena bagus Morgan meneruskan untuk terus melihat dengan sembunyi-sembunyi. Sejak itu Morgan jadi sulit untuk melupakan bodi indah Nayara, tapi dia tahu gadisnya itu tidak suka disentuh selain dicium saja, jadi Morgan sebisa mungkin untuk bertahan.
selama tiga puluh menit di kamar mandi akhirnya Morgan berhasil mengeluarkan susu kental yang membuat kepalanya pusing tujuh keliling itu. Morgan lega, lalu menyiram dengan air beberapa gayung.
"Lagi-lagi aku harus membuang calon bibit premium milikku, sayang sekali sebenarnya," gerutu Morgan sambil mengelus juniornya. lalu mandi plus keramas sekalian.
Sedangkan Nayara mulai memasak di dapur. Setiap kali Morgan datang, Nayara pasti akan memasak untuk calon suaminya dan makan bersama. Bagi Nayara memasak sendiri bisa mengontrol kolesterol yang ada dalam kandungan makanan. Nayara tidak ingin Morgan terlalu banyak makan berkolesterol tinggi sedangkan pekerjaannya tidak terlalu berat.
__ADS_1
Aroma harum masakan mulai tercium dari dapur, Morgan yang hanya memakai handuk kimono segera menyusul Nayara di dapur.
"Sayang, aroma masakannya selalu harum, pake bumbu apa sih?" puji Morgan yang tiba-tiba sudah ada di belakang Nayara dan melingkarkan tangannya di pinggang wanita yang tengah memakai atasan kaos tanpa lengan dan bawahan celana jeans pendek diatas lutut itu, Nayara tak lupa memakai celemek juga.
"Pake bumbu macam-macam lah, ada lengkuas, kunyit, jahe."
"Salah, masakanmu bisa seenak ini pasti karena ada bumbu rahasianya, ini pasti garam cinta, dan ini pasti lada rindu, dan ini gula sayang, Iya kan?" kata Morgan sambil mempererat pelukannya, dan tangan satunya menyentuh bumbu yang berjajar di sebuah tempat. Morgan tak lupa menyandarkan dagu di pundak sang kekasih.
"Morgan, kamu bisa aja deh. tapi kamu sekarang ganggu aku masak. Ayo tunggu disana." Nayara mendorong tubuh Morgan ke kursi. Nayara yakin Morgan pasti akan terus jahil sepanjang dia memasak jika terus dibiarkan di dekatnya..
"Nay, jangan usir aku, aku akan membantumu memasak, please. ijinkan aku memasak." Morgan merengek seperti anak kecil.
"No, Morgan." Nayara terus mendorong Morgan hingga tubuh Morgan benar-benar jatuh ke kursi. Tapi bukan Morgan kalau tidak jahil, lelaki itu menarik Nayara ke dalam pangkuannya membuat tubuhnya meringkuk tak bisa bergerak.
"Tidak mungkin."
"Bisa saja Morgan."
"Diamlah sebentar, aku sangat rindu padamu Nay, sehari saja tak bertemu aku sangat rindu seperti setahun."
__ADS_1
"Kata itu sudah basi, apakah setelah menikah nanti kau juga akan merindukan aku seperti hari ini?"
"Tentu, aku pasti akan merindukan setiap saat, tak perduli sekarang atau saat kita tua nanti."
"Saat tua nanti aku sudah keriput, aku akan jadi nenek jelek, apa kamu akan tetap rindu." ujar Nayara.
"Iya, aku janji," kata Morgan lagi
"Janji harus ditepati," kata Nayara.
"Pasti." Morgan menjawab serius
Nayara tersenyum, sedangkan Morgan kembali merasakan anakonda yang diduduki Nayara kembali bangun.
'Tuhan, kenapa dia ikut bangun lagi, please jangan bangun dulu, simpan energimu setelah menikah nanti.' batin Morgan.
"Morgan, aku harus memasak, kamu urus dulu ular mu itu, jangan biarkan dia mematok sebelum waktunya," goda Nayara. Gadis itu lalu melarikan diri ketika dekapan Morgan melonggar.
Nayara kembali mendekati masakannya yang sudah siap untuk dihidangkan.
__ADS_1
Sedangkan Morgan meratapi nasib malangnya karena disiksa oleh kepala ular jumbo yang mudah sekali bangun itu.
*Bersambung