
Setelah selesai memasak Amora segera menuang tumisan bayam dan tempe goreng.
Amora tinggal bikin telor ceplok dan ayam goreng.
"Huh gerahnya. Kenapa lulusan Ney York aku kerjanya jadi goreng tempe. kuku tangan juga mulai jelek. aku tidak mau ini terjadi." Amora memandangi kuku tangannya yang kuning karena terkena kunyit, sambil tertawa terkekeh meresapi nasib buruknya.
Belvan yang sejak tadi mengawasi Amora kini mendekat, dia bersandar di pintu dapur sambil melipat tangan di dada. lelaki itu tersenyum mengejek. "Kenapa? takut kuku cantikmu rusak? Sudahlah Amora jangan terlalu memaksakan diri, pergi saja dari sini, aku tidak akan memaksamu untuk terus jadi istriku."
Mendengar ucapan Belvan Amora meradang. "Kamu sungguh menyebalkan, bagaimana bisa kamu membuang ku setelah puas menikmati tubuhku, daripada terus mengharapkan Nayara yang terus-menerus menolak mu, lebih baik belajar mencintaiku. Aku akan lebihencintaomi lagi."
"Hahaha." Belvan tertawa. Tertawa Belvan kali ini membuat Amora tercengang.
Lelaki itu meraih dagu sang istri kasar, menghimpit tubuh Amora. "Jangan pernah berharap aku mencintaimu. Kamu menghancurkan semua rencanaku yang tadinya berjalan dengan baik, Nayara sudahenjadi milikku. dia tidak akan dimiliki oleh siapapun."
Amora hanya diam, dia sadar dia telah ceroboh. Tapi salahkah kalau ternyata dia merasakan getaran cinta pertama pada lelaki yang kini ada didepannya itu.
"Aku tidak selera makan masakan mu, aku akan ke kantor sekarang juga, dan jangan pernah mencari aku, jika tidak pulang berarti aku sedang bersenang-senang." Belvan melepas cengkeraman tangannya di dagu Amora. ternyata menaklukkan Belvan tidak semudah yang dibayangkan.
"Awas kau Kak, aku tidak akan pernah menyerah untuk menaklukkan Kak Belvan, Aku akan terus berusaha membuatmu jatuh cinta padaku, hingga kau yang bertekuk lutut!!! " ancaman Amora tidaklah main-main.
Belvan pergi dengan mengendarai mobilnya ke kantor, jauh dengan Amora membuat otaknya sedikit rileks. Belvan meminta pada sekretarisnya untuk menyediakan makanan dan minuman khusus di ruang pribadinya, karena dia memang belum makan apapun.
Sedangkan Amora tentu tidak sudi tinggal sendiri di rumah kumuh tanpa adanya Belvan. Wanita itu akan terus menghantui Belvan selama dia belum mendapatkan cintanya.
***
"Morgan, aku salut sama Amora yang berjuang demi cintanya." kata Nayara sambil memberikan berkas pada lelaki yang masih menjadi atasannya itu.
__ADS_1
"Aku bukannya tidak mau berjuang seperti Amora, aku terlebih dulu merasa hancur ketika kamu dan Belvan tidur bersama di kamar Villa itu. Aku mengira kamu akan memilih dia karena aku sudah tidak lagi perjaka, atau kamu sengaja ingin membalas semuanya yang aku lakukan padamu karena tidak segera mencari kebenaran kalau kamu ternyata masih hidup. yang dikatakan Amora benar tanpamu aku sangat lemah, Sayang." tangan Morgan menggandeng pinggang Nayara membuat sekretaris itu berada pada jarak yang lebih dekat lagi. Morgan suka sekali dengan aroma harum dari tubuh Nayara. Morgan sudah tak sabar ingin memiliki Nayara seutuhnya.
"Buggg." Nayara memukul punggung Morgan dengan buku tebal yang ada di pelukannya.
"Tidur dengan Belvan! kamu pikir aku semudah itu menyerahkan kegadisanku dengan pria yang belum jadi suamiku," kata Nayara kesal.
"Tenanglah Nay, aku tidak akan marah. Sekarang kau memilihku saja, aku sangat bahagia. Meski aku tahu kenyataan kau bukan gadis lagi, bagiku kamu tetap sama. Aku juga bukan perjaka lagi." Morgan tetap mengira Nayara sudah tidak lagi gadis, entah dalam keadaan sadar atau tidak Belvan pasti sudah merenggut mahkotanya karena setahu Morgan Nayara sudah dicekoki obat perangsang oleh Belvan. Siapa yang bisa menghindar dari obat jahanam itu. begitulah setahu Morgan dari hasil penyelidikannya.
"Yakin, kamu tidak masalah jika aku sudah tidak gadis?" Nayara akhirnya berbohong juga demi menguji cinta Morhan, Nayara akan mengikuti apa yang saat ini dipikirkan Morgan. Apakah cintanya masih tetap sama besar andaikan dirinya sudah tidak gadis lagi?
Yakin sayang. Gadis atau bukan, milikmu pasti akan selalu membuatku penasaran." Rayu Morgan yang menarik Nayara ke dalam pelukannya. Hingga posisi Nayara Sekarang berada di pangkuan Morgan.
"Mesuuuum!"
"Tidak, aku hanya mengatakan yang sesungguhnya." Morgan makin mengeratkan pelukannya.
"Tapi wajahku yang dulu sangat kau cintai sudah tak ada lagi, Menurutmu aku lebih cantik dulu apa sekarang?"
"Dasar laki-laki mesum, apalagi ular kobranya pasti mesum kuadrat. Seharusnya si ular ini bisa tahu situasi dan kondisi." Nayara segera bangkit dari duduknya. Nayara takut Morgan akan khilaf, apalagi ular kobranya sudah berbulan-bulan tidak dapat pelampiasan
"Nay!" Morgan mengiba, masih ingin Nayara tetap duduk di pangkuannya.
"Aku harus kerja Tuan Morgan, bukankah kau sangat benci saat aku menggodamu ketika di meja kerja."
"Nay, Nay, aku minta maaf, itu karena aku tidak tahu siapa kamu yang sebenarnya, andaikan sekarang kau mau aku memakai baju kekecilan itu lagi, aku pasti akan sangat senang. Tapi syaratnya hanya di dalam ruangan kita berdua saja."
Nayara menutup wajah Morgan dengan telapak tangannya. "Enak di kamu tapi tidak enak di aku. Kamu kira aku wanita apa'an? Memakai baju seperti itu didepan pria tanpa tujuan. Kalau dulu aku memang ingin menyingkirkan Briana, tapi sekarang dia sudah tidak ada lagi, jadi untuk apa aku harus menggodamu, sama sekali tidak penting lagi Morgan."
__ADS_1
Nayara lalu keluar ruangan Morgan. Andre dan Rangga nampak menunggu sejak tadi di luar karena tidak mau memergoki bos dan sekretarisnya yang sudah di duga pasti sedang bermesraan. Pandangan Nayara dan Andre bertemu.
"Sudah Nay?" tanya Rangga.
"Apanya?" tanya Nayara balik." Lho pikir aku ngapain?" Nayara tidak suka mendapatkan tatapan nakal dari kekasih sahabatnya itu. Rangga yang terkenal playboy syukurlah bisa berubah saat bertemu dengan Novi. Karena setahu Nayara Rangga tidak lagi sering bawa cewek ke kantor lagi seperti dulu.
"Siapa tahu lagi kasih asupan nutrisi Bos. Beberapa hari ini Bos nampak berbeda. Wajahnya lebih bersinar. Beda banget saat kamu mengatakan ingin resain."
"Sialan Lu. Kasih asupan nutrisi apa maksudnya?" Nayara menatap Rangga sengit, tangannya sudah tak sabar ingin menampar pipi Rangga hingga merah. "Ngomong nggak bener lagi gue pastikan lu nggak bisa pulang bawa anakonda lu."
"Kamu juga mau anakonda aku rupanya?"
"Ranggaaaaaa!"
"Sorry Nay, aku cuma bercanda. Anakonda Bos pasti lebih jumbo." goda Rangga.
Nayara menggeleng, gak nyangka teman kantornya otaknya pada gesrek.
"Identitas aku sudah kebongkar di depan Morgan Rangga, aku nggak seperti yang dulu kamu kira, biar aku lulusan California tapi aku tetep gadis Indonesia. Aku nggak mau mesum sebelum menikah."
"Hmm, salut sama kamu Nay, Sampai detik ini masih bisa jaga yang satu itu."
"Apa maksud lho? jangan kamu bilang. Kamu dan Novi udah pernah ...." Nayara curiga dengan ucapan Rangga.
"Lagian Novi sama gue bukan yang pertama, dia udah pernah sama yang lain." kata Rangga.
"Kamu serius? Kamu jangan fitnah teman gue karena kamu bosen sama dia ya?
__ADS_1
"Serius Nay, dia ngaku sendiri." Rangga terlihat tidak bohong.
Nayara menarik kerah Rangga dan menatap wajah lelaki playboy itu dengan tatapan mengintimidasi. "Rangga, aku nggak mau kamu mainin Novi, dia sahabatku," Nayara masih menatap Rangga dengan tatapan membunuh.