
Di sebuah gudang kosong di tengah hutan.
"Ikat dia di kursi! sumpal mulutnya!" perintah pimpinan penculik.
"Bos juga melarang kita untuk memberi dia makan, yang ketahuan memberinya makan, dia tidak akan dapat ampunan," pimpinan itu kembali memberi peringatan pada ke empat anak buahnya.
"Siap Tuan," jawabnya serempak.
Nayara masih lemas, efek obat bius belum hilang dari tubuhnya. Nayara terlihat seperti seperti orang tidur, wajahnya tetap saja cantik.
Setelah mengunci gudang yang pengap penuh dengan sarang laba-laba, kardus bekas dan rongsokan itu, mereka berempat keluar untuk melihat keadaan sekeliling markas.
Pimpinan penculik menghubungi Bos mereka jika misi pertamanya menculik Nayara berhasil.
"Bos, aku sudah bawa wanita penggoda itu ke markas."
"Bagus, kalian semua bekerja sangat bagus, sungguh bisa diandalkan. Kalian jaga dan awasi dia jangan sampai kabur,"
"Siap Bos."
"Hahaha, jangan sentuh dia sebelum aku memberi instruksi untuk apa yang harus kalian lakukan selanjutnya, mengertiii!"
"Mengerti Bos, dia sangat cantik Bos."
"Tutup mulutmu, wanita kotor itu telah merebut suamiku, jangan pernah sekalipun memuji dia wanita cantik di depanku, apa kamu menginginkannya hah? Sabar sebentar, akan ada waktunya untuk kalian memiliki dia," kata Wanita diseberang, sambil sesekali menghisap rokok.
***
Satu jam kemudian.
"Emphh! Emphhh!" Nayara bangun dari tidurnya, kekuatan obat bius mulai habis, dia tidak terkejut kalau sekarang tempatnya sudah pindah di gudang kumuh, ingatannya masih sangat jelas kalau tadi ada lima preman telah berhasil meringkus dirinya dari apartement
Nayara juga sudah tahu siapa pelakunya, Hanya wanita anak pelakor yang bisa berbuat kejam seperti ini. Nayara yakin Briana tidak mau Morgan berpaling pada wanita lain, wanita itu takut kehilangan suaminya yang memang memiliki segala yang diimpikan kaum wanita.
"Emphhh," Nayara berusaha untuk melepas borgol di tangannya dengan mencoba seluruh kekuatan. Akan tetapi rasanya percuma saja. Borgol itu sangat besar dan gemboknya juga tak kalah besar, tak akan mungkin mudah terlepas jika hanya dengan ditarik-tarik, yang ada lengannya akan sakit dan biru.
"Kau sudah bangun rupanya cantik, sudahlah disini saja temani Akang di markas, biar makin semangat bekerja," ujarnya sambil memamerkan deretan giginya yang kuning karena terlalu banyak rokok.
Nayara tidak berkata sepatah katapun, matanya mengekor gerak-gerik pimpinan penculik.
Lelaki itu lalu membungkuk di depan Nayara. "Benarkah kau adalah wanita simpanan? Aku tidak menyalahkan suami Bos, tertarik padamu, kamu memang sangat cantik, Nona. Hanya orang buta saja yang tidak tertarik dengan wanita secantik anda.
__ADS_1
Pimpinan penculik itu menjilat bibirnya sendiri membayangkan betapa menyenangkan jika bisa merasakan tubuh mulus seorang bidadari.
'Aku bukan pelakor, aku tidak menggoda suami siapapun.' Nayara berusaha menyangkal tuduhan pimpinan penculik. Namun Nayara tak mampu bicara. karena mulutnya tersumpal.
"mmmph, mphhhh." Nayara menggeleng.
"Kalau bukan pelakor mungkin kamu akan baik-baik saja sekarang." Kata pimpinan penculik berusaha bersikap wajar, karena Nayara juga terlihat tidak melawan.
"Kau pasti berbohong padaku Nona. Aku suka kamu wanita nakal, aku berharap kau juga akan memuaskan kami nanti."
'Sial, dia menganggap ku wanita nakal. 'Belvan tolong aku. cepat selamatkan aku Belvan. hiks
***
Belvan tanpa rasa takut segera mendatangi rumah Morgan.
lelaki itu ingin sekali membuat perhitungan dengan Briana, orang yang sama sekali belum pernah dilihat sekalipun bagaimana wajahnya, tetapi wanita itu sudah berani membuat masalah dengannya.
"Maaf Tuan, anda siapa?" Sekuriti menghalangi langkah Belvan yang terburu buru karena dianggap mencurigakan.
"Menyingkirlan atau kalian akan aku habisi!" Belvan terlihat tidak sabar.
Belvan berusaha membebaskan diri, tapi dia kalah siap. "Tuan bersikaplah yang sopan di mansion Tuan Morgan."
"Dimana majikan kalian?"
"Majikan kami sedang tidak ada di rumah, majikan kami sedang baru saja berangkat keluar negeri"
"Bohong!"
"Benar Tuan, satu jam tadi majikan kami berangkat ke luar negeri karena urusan mendadak.
"Sial!!" Belvan frustasi.
Tuan apa kita susul mereka ke bandara?" Asostent Belvan ikut merasakan kegelisahan tuannya.
"Mereka tahu kita akan kesini, sepertinya wanita itu sudah mempersiapkan semuanya, bisa saja dia pamit ke luar negeri, tapi dia bersembunyi ke luar kota."
"Benar-benar licik." Asistent Belvan ikut geram.
Security melepaskan cekalan tangannya, melihat Morgan tidak lagi menunjukkan sikapnya yang berbahaya.
__ADS_1
Tanpa Belvan sadari kalau para security sudah menerima suap yang banyak, untuk memberi kabar bohong, sesungguhnya wanita itu kini sedang menikmati mandi sauna di dalam bathup.
Mendengar Nayara sudah dibawa dan disekap membuat dirinya harus merayakan kemenangan pertama.
Tuan, kita harus bergerak cepat, bagaimana kalau wanita itu bertindak lebih kejam pada Nona Nayara.
"Entahlah, Nayara dimana kamu Honey."
Belvan meninggalkan mansion Morgan, dia segera menghubungi anak buahnya agar menyisir kota, tak ada petunjuk yang dia dapat untuk saat ini. Rekaman CCTV di apartement pun tidak menunjukkan adanya penculikan, mobil yang keluar basement waktu itu terlalu banyak dan Belvan tidak bisa menemukan mobil penculiknya.
Saat di jalan tiba-tiba beberapa mobil menghadang mobil Belvan.
"Berhenti!!" sekelompok pria bertopeng sekitar sepuluh orang memutari mobil mereka dengan masing-masing membawa pistol ditangannya.
"Keluar!!"
"Tuan." Asistent nampak panik. Belvan benar-benar tidak siap dihadapkan dengan kondisi seperti ini. Musuh berada jauh di depannya.
"Angkat tangan, jika melawan kami akan menembak bersamaan."
"Menyerah, kita ikuti permainannya." perintah Belvan pada Asistent dengan suara pelan.
Belvan dan asistent, akhirnya angkat tangan. Penculik menembakkan dua tembakkan ke arah kunci pintu mobil dan kunci terbuka.
Belvan dan asistent diikat dan diseret ke dalam mobil untuk diasingkan ke tempat yang berbeda dengan Nayara.
-
"Hahahaha, lelaki tampan yang malang, salah siapa dia mencoba untuk melawan, hanya demi sekretaris bodoh itu. Padahal hidupmu tak akan seperti ini jika kau tak ikut campur." Briana tertawa sambil melihat sebuah rekaman ke ponsel yang langsung tersambung pada layar monitor yang ada di kamar mandinya.
"Tampan sekali lelaki itu, masih muda dan gagah. Apakah dia lelaki yang jago bercinta, Nayara pasti sering mendapat kepuasan darinya."
Briana yang berada di dalam bathup memejamkan matanya berulang kali sambil memberi sentuhan pada tiap titik sensitifnya.
Briana membayangkan Belvan tengah mencumbunya. Briana suka sekali berfantasi membayangkan laki-laki tampan mencumbu tubuhnya. Fantasi itu semakin membara setelah dia pernah berhasil menghabiskan malam bersama Akio. Kini ketampanan Belvan juga menjerat hatinya.
Briana memejamkan matanya merasakan sensasi lain ketika tangannya terus memainkan titik sensitif dan area intinya sambil membayangkan Belvan.
"Ahhh" Briana puas setelah berhasil keluar. Bibirnya tersenyum sambil melihat sosok lelaki keturunan bule yang ada dilayar monitornya.
Setelah berhasil mencapai puncak Briana segera mengambil handuk dan akan segera menemui makluk yang ingin ditemui pertama kali.
__ADS_1