
Nayara tidak menemukan keberadaan Diana di apartemennya. Dia sudah bisa mengira kalau wanita itu kabur ke luar negeri.
Nayara tidak akan melepas Diana begitu saja, dia akan terus mengejar wanita itu hingga kembali ditemukan.
Kali ini Nayara yang bergerak sendiri karena Leon, Lelaki yang paling dipercaya berada di dalam jeruji.
Nayara memakai celana panjang ketat warna hitam, kaos panjang dan jaket pun hitam-hitam pula, rambutnya diikat tinggi seperti ekor kuda memamerkan leher jenjangnya, lalu dia berangkat dengan tergesa menuju apartement Diana.
Nayara mengetuk pintu keras dan berulang kali. Akhirnya sadar kalau dia telah terlambat. Diana sudah melarikan diri.
Nayara tahu kemana dia harus pergi. Nayara ingin segera menyusul Diana, dia tidak akan membiarkan wanita itu lolos.
Semua informasi Nayara dapatkan dengan mudah, ada rekaman dari pihak hotel dan juga pengakuan sopir yang mengantar Diana.
Nayara hendak terbang ke luar negeri ditemani dua asisten Leon. Dua orang pengawal ikut bersama Nayara untuk menangkap Diana.
Akan tetapi dalam perjalanan Nayara gagal pergi, seseorang membawa Nayara meski dengan diam diam, setelah minuman Nayara dibubuhi obat tidur.
Anehnya dua orang yang bekerja pada Nayara tidak melawan dua orang yang baru datang. Mereka seakan telah bekerja sama.
"Aku sekarang sudah bersama Nona Nayara.
"Baiklah, bawa dia ke pulau, aku ingin bicara berdua dengannya.
"Tapi Tuan saat ini kondisinya sedang tidak sadarkan diri, aku takut saat sadar nanti nona akan kabur.
"Lakukan yang bisa menahannya untuk tidak kabur. Tapi ingat! jangan pernah sakiti dia walau hanya lecet sedikit, jika itu terjadi, aku akan membuatmu merasakan sakit yang tidak bisa kau bayangkan."
"Baiklah Tuan."
Kesal dengan sikap Nayara terakhir kali. Tak seharusnya dia terus menghindar tanpa ada penjelasan. Dari perubahan sikap Nayara lelaki itu bisa membaca kalau wanita itu mulai berubah.
Belvan harus mengajak Nayara kembali jauh dari orang-orang yang dia kenal. Dan ingin hanya ada dia seorang disisinya.
__ADS_1
Belvan meminta orang suruhan Nayara untuk melanjutkan tugas, sedangkan dia terbang ke pulau menggunakan helikopter pribadinya. Nayara sudah sampai satu jam lebih dulu.
Nayara baru saja bangun, melihat dirinya ada di sebuah villa kecil, di pulau terpencik mulai panik, dia mengira yang menculiknya adalah golongan musuh. Nayara terus meronta, akan tetapi dia teringat satu hal. Nayara ingat postur tubuh orang yang membawanya,wali lelaki itu memakai topeng.
"Hey, siapa yang menyuruh kalian? Tunjukkan bos kalian padaku." Nayara sangat marah diperlakukan seperti saat ini.
Nayara sudah tak sabar ingin menyusul Diana ke luar negeri dan membuatnya lumpuh seperti kedua orang tuanya dahulu. Tapi tiba-tiba ekspetasi itu berakhir dan dia malah berada dalam sebuah tempat terpencil.
"Nona tenang saja, sebentar lagi bos kami akan datang," kata dua orang yang tadi membawa Nayara.
Nayara di bimbing dan di dudukkan di sofa. Nayara menepis tangan para orang suruhan itu dengan kasar, dan tentu dia tidak berani bertindak kasar pada Nayara.
Nayara berdiri dan berjalan ke arah jendela, dia bisa pergi kemana mana karena rantai yang mengikatnya sangat panjang.
"Siapa bos kaliaan!" Nayara kini benar benar marah. Dia mencari petunjuk dengan melihat sekeliling, akan tetapi yang terlihat hanya pantai dan dua pesawat di halipad.
"Honey, kenapa marah-marah!" wajah tampan Belvan terlihat dari balik pintu.
"Belvan! apa-apaan ini?"
"Belvan tidak tahukah kamu aku sedang banyak urusan."
"Tenang sayang, urusan kamu biar aku yang handle."
"Belvan, kenapa kamu sekarang suka sekali memutuskan semuanya sendiri? mana Belvan yang aku kenal dulu?" Nayara nyaris menangis menghadapi Belvan yang lebih mirip seperti anak kecil. Atau lebih mirip dengan lelaki egois yang bertindak sesukanya.
"Nay, sudahlah, berhenti terus berdebat, aku mengajakmu kesini untuk bersenang-senang, bukan untuk membuatmu memarahiku seperti ini."
Belvan melepas rantai di tangan Nayara. Nayara sangat kesal. Lalu lelaki itu mengusap anak rambut Nayara yang menutupi wajahnya.
Nayara melengos ke samping. akan tetapi justru Belvan memanfaatkan situasi ini.
"Nay, Semua urusanmu akan beres ditangan anak buahku, kamu tidak perlu kerja keras. Nikmati saja hasilnya lalu kita menikah.
__ADS_1
Belvan mendekatkan bibirnya di pipi Nayara dan menyapukan lidahnya di pipi mulus wanita yang dia cintai itu. Nayara memejamkan mata berusaha untuk menikmati sentuhan Belvan. Akan tetapi justru Nayara merasa muak Belvan bersikap demikian hingga akhirnya Nayara mendorong dada gempal Belvan hingga mundur beberapa langkah.
"Nay!" Belvan kaget dengan penolakan Nayara.
Nayara tak percaya gerak reflek yang dia lakukan akan membuat tubuh Belvan terhuyung ke belakang. Nayara langsung minta maaf. "Maaf, Belvan aku tidak bermaksud untuk kasar, bukankah kau sudah tahu aku tidak suka disentuh seperti itu." Nayara terlihat gugup. Dia khawatir Belvan akan marah dan melakukan hal yang lebih ekstrem lagi pada dirinya.
Belvan menarik nafasnya panjang dan menghembuskannya pelan.
"Baiklah, sekarang kamu mandi, dan ganti baju, aku sudah siapkan baju untukmu di kamar, Belvan mencibir penampilan Nayara yang mirip mafia wanita.
Nayara sadar Belvan tidak suka penampilannya, wanita itu segera masuk ke kamar yang di dalamnya sudah dilengkapi dengan kamar mandi dan perlengkapannya sekaligus.
Nayara yakin Belvan sudah tiba lebih dulu sebelum dia datang, tidak mungkin semua kebutuhan dan barang kesukaannya ada di kamar dan tertata dengan rapi jika bukan dia sendiri yang menatanya. Belvan paling tahu apa yang disukai dan tidak, Bahkan kamar yang akan ditempati Nayara mirip dengan dekorasi kamar di apartemennya.
Lama Nayara hanya terpaku melihat dekorasi ruangan yang akan dia tinggali beberapa hari ini.
Sedangkan Belvan mengumpulkan anak buahnya dan meminta untuk menjaga keamanan Nayara dari orang-orang yang memiliki kemungkinan membawa Nayara pergi.
Belvan tidak ingin liburannya di ganggu oleh siapapun termasuk Morgan dan Kakak kandungnya Flora ataupun Dokter Arion. Belvan ingin berdua saja dengan Nayara sepwrti yang telah dilakukan oleh Morgan beberapa hari lalu.
Seseorang masuk kamar Nayara setelah mengetuk beberapa kali dan tahu kamar sedang tidak dikunci.
Nona, makan malam akan segera siap, anda diminta oleh tuan Belvan untuk segera turun ke lantai satu.
"Ya, suruh dia menunggu."
"Baiklah, Nona."
Pelayan itu kembali turun untuk melapor jawaban Nayara pada Belvan.
Belvan hari ini menunjukkan penampilan terbaiknya, dia ingin Nayara terpikat dan benar-benar jatuh cinta.
Belvan yakin kalau usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil. Lambat laun Nayara akan melupakan Morgan dan hanya dia satu-satunya penjaga hati wanita cantik yang banyak dikagumi lelaki itu.
__ADS_1
*Sambil nunggu cerita ini up, bisa mampir di cerita emak satunya. (Terlambat menyadari CINTA)