Sekretaris Nakal (Balas dendam)

Sekretaris Nakal (Balas dendam)
Ungkapan cinta.


__ADS_3

Melihat Nayara yang terus memohon akhirnya Morgan setuju, tapi dengan syarat Flora harus bersikap baik dan tidak membuat Nayara malu di tempat umum seperti yang pernah terjadi sebelumnya.


"Iya, Kak Flora pasti akan bersikap baik, menurut Belvan dia wanita yang bertanggung jawab," kata Nayara meyakinkan Morgan.


-


-


Nayara dan Morgan kembali pulang setelah hari mulai gelap. Morgan tiba-tiba menghentikan laju mobilnya di tempat yang sama, saat dia pernah berhenti sebelumnya.


"Nay, malam ini Belvan ingin mengajakmu pergi."


"Iya."


"Nay apakah kamu harus pergi."


"Aku harus pergi, aku tidak mungkin menolak tanpa alasan."


"Alasannya aku cemburu Nay, aku tidak rela melepasmu berdua dengan Belvan."


Nayara tersenyum. Dia tidak tahu bagaimana cara meyakinkan Morgan kalau dia akan baik-baik saja. "Aku akan baik-baik saja. Sama seperti saat dengan anda." Nayara tersenyum meski Morgan nampak berat melepas Nayara malam ini.


Nayara dan Morgan tiba di Villa, ini adalah hari terakhir mereka tinggal. karena besok sudah akan kembali ke kota.


Nayara memakai gaun terusan tanpa lengan, warna hitam dengan panjang selutut, karena takut Nayara kedinginan, Morgan memakaikan cardigan sebelum Nayara dijemput oleh Belvan.

__ADS_1


Morgan melihat Nayara sangat cantik memakai baju kontras dengan warna kulitnya.


"Nay, aku ingin malam ini kamu beri keputusan pada Belvan tentang hubungan kalian. Aku tahu kamu mencintaiku Nay, ingat kita sudah bersama sejak kecil, kamu dulu sangat mencintaiku."


Nayara diam, jujur Nayara masih meragukan kesetiaan Morgan, dan hatinya juga belum bisa sepenuhnya menerima Belvan.


Tiin!


Tiin!


"Sial."


Morgan mengumpat kesal karena Belvan datang lebih cepat.


"Maaf aku harus pergi dulu, jika ada kepentingan mendesak, anda hubungi saja aku." Nayara meninggalkan Morgan sendiri.


Lelaki yang bisa membuatnya nyaman dan tenang, yang dulu pernah ingin dia hancurkan hidupnya bersama Briana itu, kini justru mencintainya dengan tulus.


'Nay, kamu jangan tertipu, apa yang terjadi bisa saja hanya sebuah fatamorgana, semua ada hanya untuk melemahkan rencana yang sudah kau susun rapi selama ini. Jangan pernah lupa, Morgan dan Briana pernah saling mencintai meski Morgan mengatakan itu terpaksa.'


Nayara terus melangkah mendekati Mobil Belvan. Meski sebenarnya dia tengah melamun.


"Nay, kamu cantik sekali malam ini," puji Belvan sambil membukakan pintu mobil depan untuk Nayara.


"Nay." Belvan mengulangi kalimatnya lagi, karena sepertinya Nayara tidak merespon sapa'annya.

__ADS_1


"Iya, maaf Belvan aku sedang memikirkan hal lain," dusta Nayara.


"Oke tidak masalah. Aku mengerti kamu pasti capek sekali, masuklah." Lelaki itu sangat senang malam ini bisa jalan berdua dengan Nayara.


"Belvan segera menutup kembali pintu mobil, lalu dia berlari berputar dan masuk lewat pintu satunya.


"Nay, kamu sudah makan belum," tanya Belvan setelah menghempaskan bobot tubuhnya.


"Hm, kebetulan belum," jawab Nayara.


"Baiklah, kita akan cari tempat makan yang romantis. Belvan dan Nayara saling pandang, aura senang terlihat sekali di wajah Sang Pangeran.


Belvan menyalakan mesin mobilnya, satu tangannya menggenggam tangan Nayara.


Belvan lalu bercerita banyak hal. "Nay, selama di luar negeri aku selalu teringat kamu, kamu sudah buat aku menderita, Nay."


"Belvan kamu terlalu berlebihan." Nayara merasa Belvan sekarang terlihat banyak berubah.


"Entahlah Nay, ada rasa takut yang begitu besar, aku takut banget kamu benar-benar meninggalkan aku."


"Meninggalkan kamu? emangnya aku ke mana Belvan, kita tetap tinggal di kota yang sama, kamu juga tahu dimana aku tinggal." Nayara pura-pura tak


"No, Nay. Bukan itu maksudku, aku khawatir kamu akan meninggalkan aku selamanya dan memilih yang lain."


"Seorang sahabat tetap tak akan pernah tergantikan. Dia akan bertahta dihati sahabatnya yang terdalam. Percayalah Belvan. tak akan ada yang menggeser posisimu, baik saat ini atau kapanpun."

__ADS_1


"Please Nay, berhenti sebut hubungan kita persahabatan, aku ingin jadi suami untukmu, menjagamu setiap saat, kita bangun rumah impian kita bersama dengan anak-anak kita yang lucu nantinya." pangkas Belvan.


__ADS_2