Sekretaris Nakal (Balas dendam)

Sekretaris Nakal (Balas dendam)
Surprize.


__ADS_3

Di sebuah rumah makan yang di desain dengan begitu indah dan nuansa romantis. Belvan dan dan Nayara melangkah masuk seperti pasangan kekasih, Belvan meraih lengan Nayara dan menggamitnya. Mereka terlihat begitu serasi. Banyak mata iri melihat Nayara yang memiliki tubuh indah dan tinggi semampai.


Para tamu di restoran hanya bisa melihat sekilas saat masuk saja, karena Belvan sudah memesan ruang khusus untuk dinner malam ini.


"Belvan, aku suka kita makan di sini saja." Naya meminta Belvan untuk makan di ruang yang telah ramai pengunjung. Nayara melihat masih ada dia tempat yang kosong.


"Nay, aku sudah siapkan semuanya. Mana mungkin kita makan disini.


Nayara tidak tahu kalau Belvan sudah menyiapkan semuanya, setahu dia ini acara dibuat dadakan.


Nayara duduk di salah satu ruangan kelas VVIP, belum hangat kursi yang diduduki lampu tiba-tiba mati dan itu membuat Nayara terkejut setengah mati. Tak lama waitres keluar dengan nampan berisi makanan kesukaan nayara dan lilin unik yang berbentuk bunga-bunga indah.


"Nay, kamu kok tegang banget." Belvan meraih jemari Nayara yang berada di atas meja. Belvan seakan bisa membaca suasana hati Nayara yang kurang bisa menikmati surprize kecil yang dia berikan


"Belvan, ini terlalu berlebihan, kenapa sih suka banget bikin surprize."


Ini semua surprize dari Belvan. Tapi kenapa Nayara justru dibuat jantungan, dirinya hari ini bukan seperti Nayara yang biasanya.


"Nay, masih ada surprize lain yang akan kamu dapatkan hari ini."


"Apalagi Belvan?" Nayara menatap sekeliling dengan wajah bingung.

__ADS_1


"Selamat ulang tahun, Nay. Semoga di tahun ini kamu tidak lagi menggantung hubungan kita."


Nayara bisa melihat sorot penuh harap di mata Belvan. Lidah Nayara tiba-tiba terasa kaku meski hanya dibuat untuk berkata sepatah kata saja.


"Selamat ulang tahun, Nayara." Beberapa sosok muncul dari pintu. Nayara terkejut bukan main yang datang ternyata Uncle Bram, Aunty Maria serta Mama dan Papa Belvan.


"Selamat ulang tahun sayang, Semoga dengan bertambahnya usia kamu, kamu makin bahagia," kata Aunty sambil membungkukkan tubuhnya di belakang Nayara. mencium pipi keponakan dan menyodorkan hadiah.


Kedua orang tua Belvan juga sama, dia memberi ucapan selamat ulang tahun pada Nayara.


Hadiah berbentuk kotak diberikan pada gadis yang kini sedang bingung mengekspresikan semuanya. Bahagia, terkejut, bercampur aduk. Seingat Nayara ulang tahunnya masih besok, tapi hari ini Belvan sudah memberinya surprize.


"Nay, tidak ada yang berlebihan untuk wanita istimewa seperti kamu. Aku sengaja meminta mama dan papa, serta Uncle dan Aunty datang, supaya ulang tahun kali ini sama dengan sebelumnya, dan Aku juga mengundang Mama dan Papa supaya kalian mengenal lebih dekat.


"Belvan makasi ya, ini benar benar surprize, Om Tante, uncle dan aunty, saya enggak menyangka bakal ketemu kalian malam ini." Nayara membungkuk dan mencium tangan ke empat orang dewasa yang dia hormati di depannya.


"Nay, sebenarnya kedatangan kami kesini atas undangan Belvan, di malam bahagia ini, dia ingin melamarku," kata Aunty to the point.


"Melamar!" Nayara terkejut dia langsung berlari mendekati Belvan. Belvan apa yang dikatakan Uncle dan Aunty pasti bercanda kan?


"Nay, mereka benar, di malam ini selain ingin merayakan ulang tahun kamu yang ke dua puluh enam, Aku juga ingin meresmikan hubungan kita, setidaknya dengan bertunangan hubungan kita selangkah lagi lebih maju," kata Belvan.

__ADS_1


"Belvan kenapa sebelumnya kau tidak mengatakan padaku." Nayara bingung harus bereaksi seperti apa di depan para orang tua.


'Nay, bibi dukung kamu dan Belvan seratus persen, Belvan bilang ke bibi kalau dia serius dengan niatnya, dan bibi lihat dia tidak pernah sekalipun membuatmu menangis. Belvan sangat mencintaimu Nay, siapa lagi yang bisa membuatmu bahagia, dan mengerti dirimu melebihi dia," kata bibi panjang kali lebar.


"Uncle setuju Nay, kalian sudah bersama bertahun-tahun, Tolong bahagiakan kami dengan terima cinta Belvan," uncle ikut bicara.


Kedua orang tua Belvan saling pandang dan tersenyum, kecuali Flora yang baru datang dan mencuri dengar obrolan mereka.


"Tante, Om, aunty, uncle." Sepertinya Aku harus berbicara lagi dengan Belvan. Nayara masih berusaha untuk mengulur waktu.


"Jangan diundur-undur lagi Nay, Besok uncle dan Aunty harus balik lagi ke California. Lebih baik segera laksanakan acara tunangan malam ini dengan Belvan, biar kami tenang. Mama dan Papa kamu di surga pasti akan ikut bahagia melihatnya."


"Belvan, kamu merencanakan ini semua, kenapa tidak bilang-bilang." Nayara mencondongkan tubuhnya di dekat Belvan sambil berbisik di telinga lelaki itu.


"Maaf Nay, Aku yakin kamu


akan senang, apalagi ada uncle dan aunty disini."


Jawaban Belvan membuat Nayara semakin tak bisa berkutik. Apalagi orang yang tengah mengasuhnya dengan penuh kasih, meminta acara ini berlangsung malam ini juga. jika Nayara tidak bisa mengikuti keinginan dia pasti akan kecewa, dana Nayara akan merasa sangat bersalah.


"Belvan, kami tidak sabar melihat kamu menyematkan cincin yang sudah kamu beli jauh-jauh dari luar negeri itu, segera lakukan Nak." Mama Belvan berbicara pada putra kesayangannya sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2