
Belvan dan Nayara duduk di sebuah taman, mereka saat ini hanya menikmati kerlip bintang saja.
Belvan duduk sambil menghadap Nayara. Andai bisa, Belvan ingin terus dekat dengan Nayara.
"Nay, jika Morgan benar-benar kekasih masa kecilmu apakah kamu akan meninggalkan aku? tanya Belvan yang merasa akan kalah sebelum berperang.
"Apa yang kamu katakan Belvan? sudah ku bilang aku tidak akan memikirkan cinta sebelum bisa membalas kejahatan orang yang sudah membunuh papa dan mama.
Dan satu yang harus kamu tahu Belvan, aku tidak mungkin mencintai Morgan, lelaki itu sudah menikahi orang yang aku benci, yaitu Briana." Nayara berkata demikian karena tidak mau Belvan terus merasa tidak tenang.
Tak lama pesanan Belvan datang, berupa hamburger dan Boba rasa coklat. Nayara yang sudah kenyang karena usai makan malam dengan Morgan mendadak lapar lagi karena melihat hamburger favoritnya.
Nayara dan Belvan tidak tahu kalau Morgan telah mendengar semuanya. lelaki itu diam-diam menyamar menjadi penjaga taman demi untuk bisa mendengar obrolan keduanya.
Morgan terkejut dengan pengakuan Nayara. Lelaki itu sangat sedih karena Nayara terang terangan mengatakan pada Belvan kalau tidak akan pernah mencintai orang yang sudah menikahi kakak tirinya lagi.
__ADS_1
"Nayara adalah milikku, aku tidak akan pernah melepaskan untuk siapapun. Termasuk Belvan." ujar Morgan dalam hati, lelaki itu lalu pergi, dia akan mencari Briana dan memberi hukuman yang sangat setimpal.
***
Esok ....
Nayara kembali mengunjungi Briana, Nayara sudah tak sabar ingin mengirim wanita itu ke alam lain seperti yang dilakukan pada kedua orang tuanya.
Nayara datang dengan cambuk dan pisau ditangannya. Nayara tak sabar melihat ekspresi ketakutan Briana.
Briana yang melihat Nayara akan mengeksekusinya, wanita itu langsung berteriak histeris dan ketakutan.
"Oh iya kakak, kenapa kamu takut bukankah kamu pernah melakukan hal yang sama pada saudara tiri mu?" Nayara menakuti Briana dengan memainkan pisau berwarna putih mengkilat ditangannya.
"Adik tiri? apa maksudmu? Aku tidak memiliki adik tiri di dunia ini jangan mengarang cerita." Briana sudah lupa dengan kejahatannya di masa lampau.
__ADS_1
"Kakak, kau bahkan lupa dengan adikmu yang dulu sudah kau buat hidupnya sangat menderita," kata Nayara sambil tersenyum smirk.
"Adik tiri ... Naya ... Apakah kau Naya? tidak mungkin Naya sudah lama meninggal dalam kecelakaan itu." Briana menggelengkan kepala, tak percaya wanita itu Naya
Nayara tersenyum akhirnya Briana ingat kalau dia pernah punya saudara bernama Naya.
"Bagaimana Kakak? Apakah kau sudah mengingat adikmu yang malang itu.
"Apakah itu kamu, Naya? tidak mungkin kita semua sudah mengubur Jasadnya waktu itu."
Nayara tertawa. Kamu benar, Kak. Naya adikmu memang sudah meninggal dalam kecelakaan itu."
"Nayara adikku memiliki tahi lalat di punggung, sedangkan kamu tidak memiliki tanda itu, kamu pasti pembohong yang sengaja ingin memeras keluarga kami." kata Briana.
Nayara melempar foto ke arah Briana, ingin menunjukkan pada Briana kalau dirinya memang punya dahi lalat.
__ADS_1
Foto berhamburan kelantai Briana yang duduk di lantai tangannya terulur meraih salah satu foto. Briana terkejut wanita dalam foto itu memiliki tahi lalat dan wajahnya mirip dengan Nayara sang sekretaris.
Setelah melihat semuanya Briana baru percaya kalau wanita di depannya adalah Naya, adik tirinya. tapi bagaimana bisa dia masih hidup, Sedangkan saat itu dia juga menyaksikan sendiri karena Nayara sudah tertabrak oleh mobil dan tubuhnya telah meregang nyawa.